kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 31 Agustus 2005

 Ekonomi


Pemerintah
takkan Revisi Proyek Infrastruktur

Denpasar (Bali Post) -
Makin
terpuruknya nilai rupiah tidak mempengaruhi jalannya proyek infrastruktur yang sudah dicanangkan pemerintah. Paling tidak, hingga saat ini beberapa proyek yang berada di wilayah kerja Departemen Pekerjaan Umum masih terus berlangsung sesuai rencana dan tidak akan ada revisi. Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Senin (29/8) di Nusa Dua.

Menurut Kirmanto, meski rupiah sedang anjlok, Presiden malah menginstruksikan agar seluruh proyek yang sudah direncanakan bisa berjalan secepatnya. Dia mengatakan instruksi tersebut dengan kata lain bisa diartikan bahwa saat ini belum ada masalah yang berarti terkait anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar. ''Presiden menginstruksikan agar proyek-proyek yang sudah bisa berjalan agar segera dilaksanakan sehingga ada kegiatan,'' katanya.

Dia mengaku saat ini beberapa proyek sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang ada. Memang, kata Kirmanto, kenaikan dolar akan terasa imbasnya pada proyek-proyek yang ada. Hanya, ia menilai pengaruhnya tidak signifikan mengingat seluruh prasarana dan anggaran proyek yang selama ini dibuat menggunakan rupiah.

Bahkan, ia melihat proyek-proyek infrastruktur yang didanai hibah luar negeri justru akan lebih tinggi nilainya. Sebab, naiknya dolar akan mendongkrak nilai hibah jika dirupiahkan untuk mendanai proyek. ''Kalau bantuan luar negeri, justru nilainya akan lebih besar,'' jelasnya. Terkait proyek yang berada di bawah Departemen Pekerjaan Umum, ia dengan tegas mengatakan bahwa hingga kini tidak ada proyek yang mesti dihentikan akibat naiknya dolar. ''Seluruh proyek yang berada di lingkungan PU masih dilaksanakan sesuai jadwal,'' tandasnya. (kmb18)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)