Waspadai
Teror September,
Polda
Sasar Tempat
Kos
Denpasar
(Bali Post) -
Mapolda
Bali melakukan
langkah-langkah
strategis
dan
antisipatif menyusul
statemen
Presiden
Susilo
Bambang
Yudhoyono
untuk
mewaspadai bulan
September-Oktober
sebagai
ancaman
teror
bom para
teroris.
''Kami
sudah
perintahkan ke
segenap
jajaran,
Kapoltabes,
Kapolres,
Densus 88
Antiteror
dan
Kapolsek agar memberikan
atensi
maksimal
terkait
pengamanan.
Caranya,
selain
tempat-tempat
kos
menjadi
sasaran,
mobil-mobil
boks
juga akan
kami
razia,'' terang
Kapolda Bali
Irjen Made
Mangku
Pastika
ketika
dimintai
konfirmasi
usai
menghadiri pelantikan
Pengurus
Cabang
Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI)
Bali di
Gedung
Kerta
Sabha, Kamis (30/8)
kemarin.
Kapolda
membenarkan
apa
yang disampaikan
Presiden.
Fakta
tahun-tahun
sebelumnya, September
dan
Oktober memang
dimanfaatkan
para
teroris untuk
menjalankan
aksi
terornya.
Salah
satunya
lewat
peledakan bom.
Dikatakan,
dalam
upaya mendeteksi,
beberapa
upaya
telah digelindingkan.
Di
samping
pihaknya
telah
menurunkan instruksi
ke
segenap Kapoltabes,
Kapolres
dan
jajaran, Mapolda
Bali telah
memberikan
tugas
ekstra kepada
intelijen.
''Sejauh
ini
laporan dari
intelijen
relatif
aman-aman
saja,''
tambah
Pastika.
Meski
demikian
pihaknya
tetap
waspada.
Dalam
posisi
memegang
mandat
dan
tanggung jawab
terdepan
terkait
keamanan
di
Bali,
Kapolda
sangat
mengharapkan
tragedi
Kuta 2002
tidak
sampai terulang.
''Bukan
ingin agar
tugas-tugas yang
dibebankan
kepada
kepolisian
ringan.
Keamanan
merupakan
tanggung
jawab
bersama,'' katanya.
Made Mangku
Pastika
mengharapkan
segenap
komponen
dan
elemen masyarakat
untuk
berpartisipasi menjaga
lingkungannya.
Jajarannya
akan
sangat
senang
jika
masyarakat memberi
atensi
dan
turut andil
serta
peduli dengan
keamanan
lingkungan.
''Karena
itu,
jika ada
informasi
sekecil
apa pun,
dan
itu dipandang
sangat
mencurigakan,
tolong
segera
laporkan
kepada
aparat,''
pinta
Kapolda.
(kmb11)