Dari Ajeg Bali
Harmonikan Indonesia
* Tarman
Lantik
Pengurus PWI Bali
Denpasar
(Bali Post) -
Di
tengah
krisis
kepercayaan
rakyat
terhadap
pemimpin
bangsa
dan
krisis nasional
saat
ini, ajeg Bali
bisa
dipakai cermin
untuk
mengharmonikan Indonesia.
Bali
yang teruji
bisa
harmoni karena
ajeg Bali
menurut
Ketua
Umum PWI Pusat Drs.
Tarman
Azzam
bisa dicontoh
daerah
lain dan
negara
dalam
segala hal.
Tarman
Azzam
mengungkapkan hal
itu
usai melantik
pengurus PWI
Cabang Bali
dan
Dewan Kehormatan
Daerah (DKD) PWI
Cabang Bali
di
Kertha Sabha,
Selasa (30/8)
kemarin
malam.
Pengurus
PWI Cabang Bali yang
dilantik
diketuai
Djesna
Winada,
sedangkan
Ketua DKD
dijabat Made
Nariana.
Hadir
pada acara
itu
Kapolda Bali Made Mangku
Pastika,
penglingsir KMB
Ibu
Desak Raka
Nadha,
Wali Kota
Denpasar
Puspayoga,
Bupati
Badung AA
Gde
Agung dan
pimpinan
instansi/dinas.
Tarman
menegaskan Bali
tak
boleh terombang-ambing,
ia
harus
menjadi daerah yang
harmoni
dan
pulau sorga.
Kuncinya
ajeg
Bali
dilaksanakan
secara
konsekuen.
Tarman
juga
memuji peran
pers
di daerah
ikut
menyukseskan pilkada
yang berlangsung
aman.
Namun,
pers
tetap diminta
bersikap
kritis,
menjalankan
fungsi
sosial
kontrol
terhadap
pemerintah.
''Bila
perlu
pers menegur
pemimpin
daerah
kalau
memang menyimpang,''
ujarnya.
''Keberanian
itu
muncul jika
insan
pers mampu
mandiri,
memiliki
idealisme
dan
profesional.
Profesional
itu
dasarnya proporsional,''
katanya.
Ia
memaparkan
kondisi
bangsa
saat
ini dalam
keadaan
serba
sulit.
Melambungnya
harga
minyak dunia
dibarengi
dengan
kenaikan
dolar
serta masalah
pangan
nasional
hingga
krisis
energi.
Di
sinilah
menurut
Tarman,
pers
harus ikut
berperan
membangun
bangsa
dan
menginformasikan secara
benar.
Soal
pelanggaran
profesi,
Tarman
mengatakan
sepanjang
wartawan
mengindahkan
kode
etik profesi,
ia
pasti
terhindar dari
jeratan
hukum.
Ia
menegaskan
wartawan
bukan
berada di
atas
hukum, melainkan
ia
harus menghormati
supremasi
hukum.
Gubernur
Bali Dewa Made
Beratha yang
juga
anggota kehormatan
PWI meminta
insan
pers di
bawah PWI
terus
meningkatkan kinerjanya.
Profesi
wartawan
menurutnya
adalah
tugas
berat namun
mulia.
Kode
etik
jurnalistik harus
diindahkan
kalau
mau disegani
dan
bermartabat di
mata
masyarakat.
''Saya
akui
pilkada sukses
juga
berkat peran
wartawan,''
ujarnya.
Sementara
itu,
Ketua PWI Cabang
Bali 2005-2009 Djesna
Winada
mengungkapkan
untuk
menjalankan tugas
profesional
di
tengah-tengah tuntutan
hukum
dewasa ini,
anggota PWI Bali
diharuskan
memiliki
integritas
intelektual,
integritas
etika
dan moral serta
integritas
religius.
(025)