kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 31 Agustus 2005

 Bali


Dari Ajeg Bali Harmonikan Indonesia

* Tarman Lantik Pengurus PWI Bali
 

Denpasar (Bali Post) -
Di
tengah krisis kepercayaan rakyat terhadap pemimpin bangsa dan krisis nasional saat ini, ajeg Bali bisa dipakai cermin untuk mengharmonikan Indonesia. Bali yang teruji bisa harmoni karena ajeg Bali menurut Ketua Umum PWI Pusat Drs. Tarman Azzam bisa dicontoh daerah lain dan negara dalam segala hal.

Tarman Azzam mengungkapkan hal itu usai melantik pengurus PWI Cabang Bali dan Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Cabang Bali di Kertha Sabha, Selasa (30/8) kemarin malam. Pengurus PWI Cabang Bali yang dilantik diketuai Djesna Winada, sedangkan Ketua DKD dijabat Made Nariana. Hadir pada acara itu Kapolda Bali Made Mangku Pastika, penglingsir KMB Ibu Desak Raka Nadha, Wali Kota Denpasar Puspayoga, Bupati Badung AA Gde Agung dan pimpinan instansi/dinas.

Tarman menegaskan Bali tak boleh terombang-ambing, ia harus menjadi daerah yang harmoni dan pulau sorga. Kuncinya ajeg Bali dilaksanakan secara konsekuen.

Tarman juga memuji peran pers di daerah ikut menyukseskan pilkada yang berlangsung aman. Namun, pers tetap diminta bersikap kritis, menjalankan fungsi sosial kontrol terhadap pemerintah. ''Bila perlu pers menegur pemimpin daerah kalau memang menyimpang,'' ujarnya. ''Keberanian itu muncul jika insan pers mampu mandiri, memiliki idealisme dan profesional. Profesional itu dasarnya proporsional,'' katanya.

Ia memaparkan kondisi bangsa saat ini dalam keadaan serba sulit. Melambungnya harga minyak dunia dibarengi dengan kenaikan dolar serta masalah pangan nasional hingga krisis energi. Di sinilah menurut Tarman, pers harus ikut berperan membangun bangsa dan menginformasikan secara benar.

Soal pelanggaran profesi, Tarman mengatakan sepanjang wartawan mengindahkan kode etik profesi, ia pasti terhindar dari jeratan hukum. Ia menegaskan wartawan bukan berada di atas hukum, melainkan ia harus menghormati supremasi hukum.

Gubernur Bali Dewa Made Beratha yang juga anggota kehormatan PWI meminta insan pers di bawah PWI terus meningkatkan kinerjanya. Profesi wartawan menurutnya adalah tugas berat namun mulia. Kode etik jurnalistik harus diindahkan kalau mau disegani dan bermartabat di mata masyarakat. ''Saya akui pilkada sukses juga berkat peran wartawan,'' ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Cabang Bali 2005-2009 Djesna Winada mengungkapkan untuk menjalankan tugas profesional di tengah-tengah tuntutan hukum dewasa ini, anggota PWI Bali diharuskan memiliki integritas intelektual, integritas etika dan moral serta integritas religius. (025)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)