kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 31 Agustus 2005

 Bali


Air Sungai Meluap,
Warga Satria Resah

Negara (Bali Post) -
Warga
yang tinggal di tepi Sungai Ijo Gading, Negara resah. Pasalnya, air sungai yang kadang meluap mengancam tempat tinggal mereka. Apalagi, dari hari ke hari tanah di pinggir sungai terus terkikis dan nyaris menghanyutkan bagian dari rumah warga.

Dulu pernah ada rencana menyender pinggiran sungai. Batu-batu sudah siap, tetapi entah bagaimana, kok ndak jadi dan batu dipindahkan lagi. ''Sekarang kami dihantui keresahan. Kalau air sungai meluap, dapur kami pasti hanyut,'' tutur Ni Made Arni, warga Lingkungan Satria, Pendem, Senin (29/8) malam lalu.

Ibu enam anak ini menambahkan jika musim hujan, dia dan keluarganya tidak bisa tidur nyenyak. Mereka khawatir air bah akan menerjang dapur. Posisi dapur mereka persis berada di pinggir sungai.

Ketika air bah Senin lalu, jembatan yang ada di bawah rumah mereka nyaris tak terlihat. Derasnya air yang mengalir ini dikhawatirkan terus menggerus tanah yang menjadi fondasi dapur milik Arni.

Arni yang tinggal bersama Gede Subrata (anak) dan menantunya mengaku Kepala Lingkungan Satria I Wayan Diandra sudah pernah mengecek ke lokasi. Mereka berharap pinggiran sungai itu disender.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Jembrana Iskandar Alfan, Selasa (30/8) kemarin, mengatakan masalah senderan sungai merupakan tugas propinsi. Namun, pihaknya siap turun ke lapangan untuk melihat kondisi pinggiran Sungai Ijo Gading tersebut.

Sebelumnya, Komisi C telah mengecek proyek jembatan Manistutu, Melaya yang hancur diterjang air bah. Menurut pemborong I Ketut Tenger, proyek yang dikerjakan baru 50%. Diperkirakan, banjir dadakan ini memuat kotoran dan potongan-potongan kayu dari hutan. Kiriman dari hulu sungai tersebut nyangkut pada bagian jembatan yang belum rampung.

Pihak pemborong berusaha menyelamatkan besi dan batang kayu dengan tali namun gagal karena arus terlalu deras. Akibat peristiwa tersebut, pemborong mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Iskandar bersama dua anggota Komisi C, Wahyu Eko Widianto dan Gede Suardana, minta pemborong membuat laporan bersama pimpro dan mengajukan permohonan perpanjangan pengerjaan. Jembatan ini dianggarkan dari APBD 2005 Rp 426.227.000. Pengerjaan dimulai 27 Juni dan seharusnya sudah selesai 24 Oktober 2005. (kmb19)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)