Pasar
Blok M
Terbakar, Satu
Tewas
Jakarta (Bali Post) -
Kebakaran
besar
Senin (29/8) kemarin
menghanguskan
sebuah
pasar berlantai
empat
milik PD Pasar
Jaya di
kawasan
Blok M Jakarta Selatan.
Dalam
peristiwa ini
satu
orang petugas
pemadam
kebakaran
tewas.
Informasi
yang dihimpun Bali Post,
api
mulai terlihat
di
pasar yang sudah
berusia
sekitar 30 tahun
itu
pada pukul 07.45 WIB,
saat
pasar belum
buka.
Menurut beberapa
saksi,
api
mulai
terlihat dari
sebuah
toko emas yang
terletak
di
lantai dua
pasar yang
memiliki
empat
lantai itu.
Para
pedagang yang
sudah
mulai tiba
di
pasar yang terletak
bersebelahan
dengan
Pasaraya Blok M
milik
pengusaha terkenal
Abdul Latif
itu pun
langsung berupaya
memadamkan
si jago
merah.
Namun,
upaya
itu tak
mudah
dilakukan. Selain
karena
api
telanjur
membesar,
koridor
pasar yang dipenuhi
oleh
barang dagangan pun
menyulitkan
upaya
pemadaman.
Tak
lama, mobil-mobil
pemadam
kebakaran pun datang.
Mereka
langsung
menyemprotkan air yang
dibawanya.
Setelah
lebih dari
dua jam,
api
yang sudah
menghanguskan
lantai
dua dan
tiga pun
terlihat
mengecil.
Namun,
petugas terus
menyemprotkan
airnya agar
api
benar-benar
padam.
Tak
lama, para
petugas
pemadam kebakaran pun
kehabisan air.
Api
pun membesar
kembali.
Penyebabnya,
karena
banyak toko yang
dagangannya
berisi
kain.
Para
petugas
kemudian berusaha
mengambil air
dari
kolam renang
Bulungan
dan
Sungai Krukut yang
melintas
di
Jalan Barito,
tak
jauh dari
lokasi.
Upaya
ini pun
sulit dilakukan.
Selain
karena
sumber airnya
sangat
kecil, jalan-jalan
di
sekitar lokasi pun
mengalami
kemacetan.
Tak
kurang
dari 40 unit mobil
pemadam
kebakaran yang didatangkan
dari
seluruh penjuru
Jakarta untuk
membantu
upaya
itu.
Upaya
pemadaman
itu
baru berhasil
petang
harinya. Namun
tak
urung, ratusan
kios
sudah hangus
dilalap
api.
Meski
kerugian
belum
dapat dihitung,
namun
karena pasar
itu
merupakan salah
satu
pusat perbelanjaan
yang ramai
di
Jakarta, kerugiannya
diperkirakan
mencapai
ratusan
milyar rupiah.
Dibangun
Hotel
Direktur
Utama PD
Pasar
Jaya Prabowo
Sunirman
mengakui
di
lokasi pasar yang
terbakar
itu
rencananya
akan
dibangun
tempat
hunian seperti hotel
dan
apartemen. Namun,
Prabowo
membantah jika
dikatakan
musibah
itu disengaja
untuk
memuluskan proyek
yang rencananya
akan
mulai
dibangun tahun
depan
itu. ''Itu
tidak
ada kaitannya,'
kata
Prabowo yang berjanji
akan
membangun
lokasi
penampungan sementara
bagi
para pedagang yang
kehilangan
kiosnya.
Bantahan
yang sama
juga
disampaikan Gubernur
DKI Jakarta Sutiyoso.
Menurut
Sutiyoso, meski
kawasan
pasar itu
memang
akan
diremajakan,
musibah
kebakaran itu
murni
musibah dan
tidak
ada rekayasa
dari
pihaknya. ''Tidak
ada
hubungannya. Buat
apa
membakar-bakar
seperti
itu.
Saya
saja
baru tahu
sekarang,''
tegasnya.
(kmb5)