kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 30 Agustus 2005

 Mancanegara


NATO Kerahkan 2000 Tentara
Jaga Pemilu Afghanistan

Kabul -
Misi
penjaga perdamaian NATO mengerahkan 2.000 tentara ekstra di sepanjang Afghanistan Utara dan Barat untuk mengamankan pemilu parlemen 18 September mendatang, kata seorang juru bicara Senin (18/8) kemarin.

Dengan pengerahan ekstra ini menambah jumlah menjadi hampir 11.000 tentara di bawah International Security Assistance Force (ISAF), yang beroperasi di bawah mandat PBB sejak jatuhnya rezim Taliban akhir 2001.

"Ini adalah 2.000 pasukan ekstra dari 10 negara-negara NATO, membawa infanteri, elemen bantuan dan pesawat menuju negara ini untuk mendukung perencanaan, pengamanan dan pergelaran pemilu," kata juru bicara ISAF Mayor Andy Elmes.

Pihak militer Amerika juga menambahkan, sebuah batalion kuat beranggotakan 700 orang untuk memberikan bantuan, kata juru bicara AS Kolonel James Yonts.

Dalam pemilu, koalisi pimpinan AS akan memiliki lebih dari 20.000 pasukan di negara ini dalam memberikan dukungan kepada sekitar 35.000 tentara AD Afghanistan dan sekitar 80.000 polisi yang dilatih secara kilat.

Aksi-aksi penyerangan yang dilakukan kaum militan yang berhubungan dengan gerakan fundamentalis Taliban semakin meningkat saat pemilu akan segera dilangsungkan, di mana lebih dari 1.000 orang termasuk beberapa kandidat pemimpin tewas tahun ini.

Yonts mengatakan sebagai tambahan untuk pasukan pengaman pimpinan AS dan NATO, Pakistan juga meningkatkan jumlah militernya di sepanjang perbatasan bermasalah dengan Afghanistan.

Kebanyakan serangan Taliban terjadi di propinsi-propinsi yang berbatasan dengan Pakistan. Staf militer Afghanistan dan AS secara pribadi mengatakan jika militan menggunakan basisnya di Pakistan untuk melancarkan serangan melalui perbatasan, sebuah tuduhan yang sangat ditentang oleh Islamabad.

 

Bin Laden

Sementara itu, pasukan perdamaian AS dan NATO, Senin kemarin juga menyangkal laporan yang terdapat pada website Islam yang menyatakan jika Osama bin Laden menderita luka-luka di Afghanistan Barat.

Juru bicara AS Kolonel James Yonts mengatakan jika pihak militernya sudah melakukan pengecekan berita yang mengklaim jika pemimpin Al-Qaeda menderita luka-luka akibat serangan pasukan Spanyol yang bermarkas di Propinsi Herat. "Saat kami melihat laporan ini, anda tahu jika dugaan seperti ini, kami anggap sebagai sebuah hal yang sangat serius dan tidak terbukti kebenarannya," kata juru bicara AS James Yonts kepada wartawan di Kabul.   

Klaim tersebut awalnya muncul ke permukaan pada 24 Agustus dalam sebuah cerita pada website berita Italia Adnkronos International. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)