kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 30 Agustus 2005

 Bali


Ketua
DPC PDI-P Badung  ....
Tak
harus Kader Struktur 

Denpasar (Bali Post) -
Isyarat
ketua DPC harus pernah mengabdi di struktur partai ditentang sejumlah kader moncong putih di Badung. Figur yang mendapat dukungan mayoritas tetap akan dijagokan walaupun tak pernah duduk dalam kepengurusan di tingkat DPC. Kader moncong putih di Badung lebih condong pada aspirasi kader dan suara mayoritas pada Konfercabsus PDI-P Badung. ''Sepanjang mendapat dukungan mayoritas dan dianggap mampu membawa kemajuan partai dinilai sah untuk menjabat ketua DPC PDI-P Badung,'' ujar pengurus DPC PDI-P Badung Tama Tenaya, S.Sos. dan rekannya Dewa Manik, S.H., Senin (29/8) kemarin. Ia mengatakan saat ini memang ada sejumlah nama yang menguat, namun dukungan pada Made Sumer relatif kuat. Ini sesuai dengan penjaringan sebelum dilakukan pemilihan ketua DPD PDI-P Bali. ''Bisa saja muncul kandidat lain, mengingat ini iklim demokrasi,'' ujar Tama Tenaya yang kini sebagai bendahara DPD PDI-P Bali. Ia mengatakan, Made Sumer yang mantan Wakil Bupati Badung ini, sejauh ini memang tak pernah duduk dalam struktur partai di tingkat DPC maupun PAC. Namun sebagian kader tak memasalahkan soal itu. Yang penting komitmennya untuk memajukan partai jelas.

Menurut Manik yang harus diperhitungkan nanti adalah komposisi personel dalam DPC. Mereka yang duduk dalam DPC diperlukan banyak pertimbangan baik aspek loyalitas, kekaderan termasuk pemerataan. Pada kepengurusan nanti, perlu diperhatikan mereka yang pernah duduk di struktur sebagai pertimbangan khusus. ''Jangan sampai ada yang terlalu jauh lompatannya,'' sarannya. Selain Made Sumer, nama yang disebut memiliki pendukung kuat adalah AAN Kusuma Wijaya serta Bagiana Karang. (031)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)