Ketua
DPC PDI-P
Badung ....
Tak
harus
Kader Struktur
Denpasar
(Bali Post) -
Isyarat
ketua DPC
harus
pernah mengabdi
di
struktur partai
ditentang
sejumlah
kader
moncong putih
di
Badung.
Figur yang
mendapat
dukungan
mayoritas
tetap
akan
dijagokan
walaupun
tak
pernah duduk
dalam
kepengurusan di
tingkat DPC.
Kader
moncong
putih
di Badung
lebih
condong pada
aspirasi
kader
dan suara
mayoritas
pada
Konfercabsus PDI-P Badung.
''Sepanjang
mendapat
dukungan
mayoritas
dan
dianggap mampu
membawa
kemajuan
partai
dinilai
sah
untuk menjabat
ketua DPC PDI-P
Badung,''
ujar
pengurus DPC PDI-P Badung
Tama Tenaya,
S.Sos.
dan
rekannya
Dewa
Manik, S.H., Senin
(29/8) kemarin.
Ia
mengatakan
saat
ini memang
ada
sejumlah nama yang
menguat,
namun
dukungan pada Made
Sumer
relatif kuat.
Ini
sesuai
dengan
penjaringan
sebelum
dilakukan
pemilihan
ketua DPD PDI-P Bali.
''Bisa
saja
muncul kandidat
lain, mengingat
ini
iklim demokrasi,''
ujar Tama
Tenaya yang
kini
sebagai bendahara
DPD PDI-P Bali.
Ia
mengatakan, Made
Sumer yang
mantan
Wakil
Bupati Badung
ini,
sejauh ini
memang
tak
pernah duduk
dalam
struktur partai
di
tingkat DPC maupun
PAC.
Namun
sebagian
kader
tak memasalahkan
soal
itu.
Yang penting
komitmennya
untuk
memajukan partai
jelas.
Menurut
Manik yang
harus
diperhitungkan nanti
adalah
komposisi
personel
dalam DPC.
Mereka
yang duduk
dalam DPC
diperlukan
banyak
pertimbangan
baik
aspek loyalitas,
kekaderan
termasuk
pemerataan.
Pada
kepengurusan
nanti,
perlu
diperhatikan mereka
yang pernah
duduk
di struktur
sebagai
pertimbangan
khusus.
''Jangan
sampai
ada yang
terlalu
jauh
lompatannya,'' sarannya.
Selain Made
Sumer,
nama
yang disebut
memiliki
pendukung
kuat
adalah AAN Kusuma
Wijaya
serta
Bagiana Karang.
(031)