kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 30 Agustus 2005

 Bali


Soal
Desakan Penolakan Geothermal   ...
Gubernur
Siap Dukung Sikap Dewan

Denpasar (Bali Post) -
Desakan
anggota Dewan kepada eksekutif untuk menolak proyek geothermal melalui rapat gabungan, Senin (29/8) kemarin direspons Gubernur Bali Dewa Made Beratha. Ia mengaku akan membentuk tim untuk menghimpun berbagai masukan baik yang pro maupun kontra terhadap proyek geothermal. Bahkan, ia menegaskan siap mendukung Dewan jika nantinya sepakat menolak proyek ini.

''Jika sekarang Dewan bersikap lain, mestinya disampaikan dalam bentuk surat resmi, apakah menolak atau tidak. ''Jika suratnya menolak, kami pun setuju menolak proyek geothermal itu,'' tegas Gubernur.

Ketua Bappeda Bali Adijaya menegaskan eksekutif menginginkan adanya sikap resmi dalam bentuk rekomendasi secara tertulis dari pimpinan Dewan mengenai proyek geothermal. ''Apakah sikap Dewan menolak atau setuju, mesti resmi disampaikan secara tertulis kepada eksekutif,'' ucapnya.

Dalam rapat gabungan kemarin setidaknya ada tiga anggota Dewan yang kembali mempertanyakan soal proyek geothermal. Dari Komisi A Drs. Wayan Gunawan merasa heran kenapa eksekutif sukar sekali menolak proyek ini, padahal jelas-jelas fraksi di DPRD sudah menyampaikan penolakan atas proyek tersebut.

Selebihnya, Ketut Kariasa Adnyana juga mempertanyakan lambatnya eksekutif bersikap atas penolakan atas proyek geothermal yang disampaikan pada pemandangan umum fraksinya. Sekretaris Komisi D DPRD Bali Dirgaatmaja paling nyeleneh pendapatnya. Di hadapan tim gabungan eksekutif terang-terangan menyatakan saat menerima masyarakat Candikuning yang mendukung proyek geothermal, dia pun setuju. Lantas ketika datang kelompok kontra dengan geothermal ke Dewan, pihaknya mendukung penolakan. ''Ya, kita kan pemimpin rakyat berbaik hatilah dengan rakyat,'' ucapnya yang disambut geer.

Terhadap sejumlah pertanyaan tersebut, Gubernur Bali Dewa Beratha memberi giliran Ketua Bappedalda Bali Ir. Ni Wayan Sudji untuk menjawabnya. Sudji membenarkan bahwa secara teknis sudah ada pengkajian atas proyek geothermal. Namun dari segi sosial budaya dan kesucian memang masih ada pro dan kontra.

Sebelumnya Petajuh I Majelis Madya Desa Pakraman Bali Drs. Agung Arnawa, MBA. dalam pernyataan tertulis menyatakan proyek geothermal bisa diteruskan karena tak melanggar kesucian. Hal itu pun berdasarkan paruman 25 Juni lalu. Sementara dari pengurus PHDI Bali baik Campuan maupun Besakih menyatakan menolak proyek geothermal karena berada di kawasan yang disucikan yakni gunung dan danau. ''Satu surat mendukung, yang lain menolak bagaimana ini,'' katanya sembari menyatakan dalam waktu dekat semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesucian diundang lagi.

Ditegaskan, sampai saat ini izinnya baru eksplorasi (uji coba) beberapa sumur belum eksploitasi (pemanfaatan), sehingga sumur yang mengeluarkan uap masih dibuang begitu saja. Nantinya jika tak sepakat proyek ini dilanjutkan, sesuai UPL dan UKL lahan yang telah diuji akan dihijaukan kembali. ''Saya tak setuju proyek ini mesti disikapi tergesa-gesa,'' ujarnya. (029)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)