Soal
Desakan
Penolakan Geothermal
...
Gubernur
Siap
Dukung Sikap
Dewan
Denpasar
(Bali Post) -
Desakan
anggota
Dewan
kepada eksekutif
untuk
menolak proyek
geothermal melalui
rapat
gabungan, Senin
(29/8) kemarin
direspons
Gubernur Bali
Dewa Made
Beratha.
Ia
mengaku
akan
membentuk tim
untuk
menghimpun berbagai
masukan
baik yang pro
maupun
kontra
terhadap
proyek geothermal.
Bahkan,
ia
menegaskan
siap
mendukung Dewan
jika
nantinya sepakat
menolak
proyek
ini.
''Jika
sekarang
Dewan
bersikap lain, mestinya
disampaikan
dalam
bentuk
surat
resmi,
apakah
menolak
atau
tidak.
''Jika
suratnya
menolak,
kami pun
setuju
menolak
proyek geothermal
itu,''
tegas
Gubernur.
Ketua
Bappeda Bali
Adijaya
menegaskan
eksekutif
menginginkan
adanya
sikap
resmi dalam
bentuk
rekomendasi
secara
tertulis
dari
pimpinan Dewan
mengenai
proyek geothermal.
''Apakah
sikap
Dewan menolak
atau
setuju, mesti
resmi
disampaikan secara
tertulis
kepada
eksekutif,''
ucapnya.
Dalam
rapat
gabungan kemarin
setidaknya
ada
tiga anggota
Dewan yang
kembali
mempertanyakan
soal
proyek geothermal.
Dari Komisi
A Drs. Wayan
Gunawan
merasa
heran
kenapa eksekutif
sukar
sekali menolak
proyek
ini,
padahal jelas-jelas
fraksi
di DPRD
sudah
menyampaikan penolakan
atas
proyek tersebut.
Selebihnya,
Ketut
Kariasa Adnyana
juga
mempertanyakan lambatnya
eksekutif
bersikap
atas
penolakan atas
proyek geothermal yang
disampaikan
pada
pemandangan umum
fraksinya.
Sekretaris
Komisi D DPRD Bali
Dirgaatmaja paling
nyeleneh
pendapatnya.
Di
hadapan
tim
gabungan
eksekutif
terang-terangan
menyatakan
saat
menerima masyarakat
Candikuning yang
mendukung
proyek geothermal,
dia pun
setuju.
Lantas
ketika
datang
kelompok
kontra
dengan geothermal
ke
Dewan, pihaknya
mendukung
penolakan.
''Ya,
kita
kan
pemimpin
rakyat
berbaik
hatilah
dengan
rakyat,''
ucapnya yang
disambut
geer.
Terhadap
sejumlah
pertanyaan
tersebut,
Gubernur Bali
Dewa
Beratha memberi
giliran
Ketua
Bappedalda Bali Ir. Ni
Wayan Sudji
untuk
menjawabnya.
Sudji
membenarkan
bahwa
secara teknis
sudah
ada pengkajian
atas
proyek geothermal.
Namun
dari
segi sosial
budaya
dan
kesucian memang
masih
ada pro dan
kontra.
Sebelumnya
Petajuh I
Majelis
Madya
Desa Pakraman Bali
Drs. Agung
Arnawa, MBA.
dalam
pernyataan
tertulis
menyatakan
proyek geothermal
bisa
diteruskan karena
tak
melanggar kesucian.
Hal itu
pun berdasarkan
paruman 25
Juni
lalu.
Sementara
dari
pengurus PHDI Bali baik
Campuan
maupun
Besakih
menyatakan
menolak
proyek geothermal
karena
berada
di
kawasan yang disucikan
yakni
gunung dan
danau. ''Satu
surat
mendukung, yang lain
menolak
bagaimana
ini,''
katanya
sembari
menyatakan
dalam
waktu dekat
semua
pihak yang berkaitan
dengan
masalah
kesucian
diundang
lagi.
Ditegaskan,
sampai
saat
ini izinnya
baru
eksplorasi (uji
coba)
beberapa sumur
belum
eksploitasi (pemanfaatan),
sehingga
sumur yang
mengeluarkan
uap
masih dibuang
begitu
saja.
Nantinya
jika
tak sepakat
proyek
ini
dilanjutkan, sesuai
UPL dan UKL
lahan yang
telah
diuji
akan dihijaukan
kembali.
''Saya
tak
setuju proyek
ini
mesti disikapi
tergesa-gesa,''
ujarnya.
(029)