Meditasi:
Barang Lama,
Kemasan
Baru
KALAU
Anda
paham tentang
dunia
maya, coba
cari
tentang meditasi.
Hanya
dalam hitungan
beberapa
detik,
Anda
pasti
akan mendapatkan
ratusan
bahkan
ribuan
alamat yang
membahas
tentang
meditasi,
ada
ratusan tempat
latihan
meditasi yang
bisa
diakses secara
langsung,
dan
masih banyak
lagi yang
berkaitan
dengan
meditasi.
Akhirnya
muncul
sejumlah
pertanyaan;
meditasi
mana yang
benar,
apakah
meditasi
tersebut
sama
dengan
meditasi yang
dikenal
dalam agama Buddha,
apakah
ada yang
salah
bila kita
melatih
salah
satu teknik
tersebut,
dan
sebagainya. Kalau
Anda
menjadi umat
awam yang
tidak
mengerti tentang
meditasi,
Anda
pasti
akan bingung
juga
ketika harus
menentukan
pilihan.
Saya
teringat
dengan
ungkapan yang
disampaikan
oleh Lama
Cakra
Dharmavajra pada
seminar Hidup
Sehat
dengan Meditasi;
meditasi
adalah
barang lama
dengan
kemasan
baru.
Barang
lama, karena
meditasi
telah
dikenal cukup lama;
bahkan
sejak
zaman Sang Buddha atau
mungkin
sebelumnya.
Salah
satu
bukti nyata,
bahwa
petapa Gotama
sendiri
mencapai
penerangan
sempurna
setelah
melakukan
meditasi
anapanasati
di
bawah pohon
bodhi.
Umat
Buddha mengenal
dua
kelompok meditasi;
samatha
bhavana
dan
vipassana bhavana.
Samatha
bhavana
bertujuan
untuk
mencapai konsentrasi
dan
ketenangan.
Ada
40 obyek
meditasi, yang
salah
satunya dapat
dipilih
sebagai
obyek
dalam berlatih.
Dari sekian
banyak
obyek
tersebut, anapanasati,
mengamati
nafas
keluar dan
masuk
di dalam
lubang
hidung,
merupakan
obyek yang paling
mudah
untuk dilakukan.
Karena,
nafas
selalu ada
di
dalam diri
kita.
Sedangkan
vipassana
bhavana
bertujuan
untuk
melatih kebijaksanaan.
Seseorang
dapat
melatih dengan
cara
mengamati
badan,
pikiran,
perasaan,
atau
fenomena.
Pada
umumnya,
sebagian
besar
pelatihan meditasi
yang mengarahkan
pada
vipassana, menggunakan
teknik
mengamati
badan.
Mana
yang harus
dilatih?
Seorang
guru meditasi
dari
Myanmar,
dengan
tegas
mengatakan bahwa
hendaknya
seseorang
melatih
diri
dalam samatha
bhavana
sebelum
melangkah
lebih
jauh.
Memilih
salah
satu obyek,
misalnya
Anapanasati,
dan
berlatih dengan
tekun,
akan
bisa
memberikan manfaat
yang sangat
besar
bagi kehidupan
ini.
Bukan
sekadar
memberikan
ketenangan,
namun
juga memberikan
hasil yang
lebih
daripada itu.
Sejumlah
buku
meditasi juga
menjelaskan
bahwa
samatha merupakan
dasar
dari segala
jenis
pelatihan meditasi
yang ada.
Kalau
seseorang
belum
bisa melakukan
latihan
samatha
dengan
baik,
agak sulit
untuk
melatih pada
langkah
selanjutnya.
Sedangkan
di
lingkungan umat
Buddha, banyak
orang yang
bangga
dengan
latihan
vipassana yang
pernah
diikuti
walaupun
belum
pernah berlatih
samatha
dengan
baik.
Dengan
dasar
dua meditasi
tersebut,
ditambah
unsur lain yang
memang
perlu
dikembangkan dalam
agama Buddha, maka
muncul
berbagai
jenis
meditasi di
zaman modern
ini.
Ada
guru meditasi yang
menegaskan
untuk
melakukan meditasi
duduk.
Ada
yang mengajarkan
untuk
selalu sadar
dalam
setiap langkah yang
dilakukan,
setiap
pekerjaan yang
dikerjakan,
sadar
di setiap
saat
dan di
setiap
tempat.
Di
luar
lingkungan umat
Buddha, jumlah
teknik
meditasi
juga
semakin beragam.
Ada
yang menggunakan mantra,
doa,
atau
kata tertentu.
Ada
yang sifatnya
lebih
ringan, hanya
untuk
ketenangan sesaat,
mengendurkan
ketegangan yang
ada
di badan,
membuat
pikiran
sedikit
tenang; yang
dikenal
dengan
istilah
relaksasi.
Di
dalam
pemikiran bisnis,
kemasan-kemasan
tersebut
juga
membutuhkan
nama.
Oleh
karena itu,
muncul
berbagai
jenis
nama
organisasi,
kelompok,
atau pun
nama
meditasi dari
masing-masing
pelatihan
tersebut.
Ada
yang menggunakan
nama
sendiri
dan
ada pula yang menggunakan
nama yang
ada
dalam agama Buddha.
Yang lebih
penting
dari
semuanya, melatih
diri
dalam kehidupan
ini,
disesuaikan dengan
tujuan
masing-masing.
Jangan
terkecoh
dengan
kemasan yang
ada.
Tidak
ada
salahnya untuk
melihat
dan
bertanya tentang
isinya
sehingga
tidak
salah pilih.
Meditasi yang
benar
disertai dengan
latihan yang
benar,
pasti
akan
memberikan
manfaat
dalam
kehidupan ini.