Pembahasan
APBD-P 2005--
Panggar
Dewan
Siap, Eksekutif
Ingkar
Janji
Mataram
(Suara NTB) -
Penetapan
APBD-P (Perubahan) NTB
tahun 2005
belum
dilaksanakan.
Pasalnya,
panitia
anggaran (panggar)
eksekutif
belum
menyerahkan draf-nya
ke
panggar DPRD NTB, alias
ingkar janji.
Semestinya
pembahasan
dilakukan 25
Agustus
lalu.
Anggota
Komisi D DPRD NTB, Johan
Rosihan,
kepada
Suara NTB di
ruang
kerjanya, Sabtu
(27/8), mengungkapkan,
hasil
kesepakatan antara
panitia
musyawarah (panmus)
legislatif
dan
eksekutif menyebutkan,
25 Agustus
sampai 31
Agustus
merupakan waktu
pembahasan APBD-P.
Kesepakatan
ini
dilakukan jauh
hari
sebelum Dewan
melakukan
kunjungan
kerja (kunker)
di
dalam daerah
beberapa
waktu
lalu.
''Bahkan
saking
semangatnya eksekutif
saat
itu, yang diwakili
Sekretaris
Bappeda,
meminta
untuk dijadwalkan
pembahasan APBD-P --
dan
disanggupi akan
mengajukan
draf APBD
perubahan
serta
tiga Perda
sekaligus
sebelum
kami melakukan
kunjungan
kerja
dalam daerah.
Tapi
sampai
saat ini
Dewan
belum menerimanya,''
ujarnya.
Sebagai
konsekuensi
dari
permintaan eksekutif,
Dewan
memadatkan jadwal
kunkernya
dari 20
hari menjadi 12
hari.
Johan menyesalkan
hasil
evaluasi APBD murni
2005 oleh
Mendagri
juga
belum diterima
anggota
legislatif.
Seharusnya,
hasil
evaluasi diterima
legislatif paling
lambat 15
hari.
Hal ini
dianggap
penting
karena keputusan
itu
dapat dijadikan
patokan
dalam pengambilan
kebijakan
dan
pengeluaran keuangan
oleh
daerah sesuai
dengan
undang-undang 32 tahun
2004. ''Jika
terjadi
perbedaan angka
antara
hasil evaluasi
dengan APBD
murni,
maka yang harus
digunakan
adalah
hasil evaluasi
Mendagri,''
ujarnya.
Sementara
itu,
terkait kesiapan
legislatif
dalam
membahas APBD-P 2005, kata
dia,
Dewan selalu
siap
sebagai bentuk
tanggung
jawabnya
atas
pembangunan di NTB
dan
perpanjangtanganan dari
aspirasi
rakyat. ''Jangan
kita
terus disalahkan,
coba
tanya
ke
eksekutif
sana,
kenapa
draf APBD-P belum
juga
disampaikan,'' ujarnya.
Hal yang sama
disampaikan
anggota
panggar legislatif,
Rizali
Hadi, S.Pd.
Menurutnya,
semestinya
pembahasan APBD
perubahan
secepatnya
dilakukan
mengingat
banyak
proyek pembangunan
di NTB
tersendat pelaksanaannya,
karena
tidak dimuat
dalam APBD
murni,''
ujarnya.
Ketua
panggar
eksekutif yang juga
sebagai
Sekda NTB, Ir. Nanang
Samodra,
ketika
dikonfirmasi Suara
NTB saat
melepas
sepeda santai Global
FM, Minggu (28/8)
kemarin,
tidak
bersedia memberikan
komentar.
Ia
mengaku
sedang berkonsentrasi
menyiapkan
kehadiran
Presiden
Susilo
Bambang Yudoyono
pada
peringatan Isra'
Mi'raj
awal September mendatang.
''Coba
tanyakan
ke
Bappeda, karena
kita
sudah membagi
tugas
dan saya
konsentrasi
pada
persiapan kunjungan
presiden,''
ujarnya.
(ula)