kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 29 Agustus 2005

 Mancanegara


Bom
Meledak di Atas Feri  

Zamboanga -
Sedikitnya
30 orang, termasuk beberapa di antaranya anak-anak, mengalami luka-luka Minggu (28/8) kemarin akibat ledakan sebuah bom yang mengguncang feri yang mereka tumpangi di Filipina Selatan, daerah yang dihuni oleh mayoritas pemberontak muslim.

Ledakan terjadi saat para penumpang mulai memasuki feri Dona Ramona di Pelabuhan Lamitan Pulau Basilan, sebuah lokasi yang dibangun dengan bantuan sumbangan Amerika dan secara formal pelayanan operasionalnya dibuka staf AS hanya beberapa hari lalu.

Bom yang diperkirakan rakitan tersebut disembunyikan di antara tangki-tangki elpiji (liquefied petroleum gas -- LPG) dan ledakan kemudian mengempaskan bagian belakang feri ketika kapal muat ini bersiap untuk meninggalkan Zamboanga, melewati perbatasan Basilan, kata pihak militer. "Bahan peledak yang sengaja ditinggalkan ini disembunyikan pada lokasi rawan percikan api," kata kepala militer Basilan Brigadir Jenderal Raymundo Ferrer. "Tindakan ini murni ingin menciptakan suasana teror."

Mereka yang terluka, umumnya menderita luka bakar dan tergores, termasuk wanita-wanita dan anak-anak juga dua tentara yang menjaga area tersebut. Ferrer tidak menjelaskan apakah grup militan Islam Abu Sayyaf dicurigai menjadi pelaku penyerangan ini, meski beberapa staf keamanan lainnya mengatakan ledakan seperti ini biasanya dilakukan jaringan grup Al-Qaeda.

Nick Castro, seorang ajudan wali kota Lamitan, mengatakan ledakan diakibatkan oleh sebuah bom rakitan. Area peledakan kemudian berubah menjadi total chaos dan bau tajam dari bubuk mesiu bertebaran di udara, kata juru bicara propinsi setempat, Cris Puno. "Ada anak-anak di antara mereka yang terluka," katanya.

Peledakan di Pelabuhan Lamitan, lokasi yang dibangun dengan sumbangan uang Amerika dan dibuka staf Kedutaan Amerika Daryl Johnson beberapa hari lalu, terjadi setelah grup Abu Sayyaf melukai 26 orang dalam sebuah serangan bom 10 Agustus lalu di Zamboanga. Pasukan keamanan kemudian mendapat peringatan akan aksi-aksi pengeboman lebih lanjut setelah tiga tersangka pelaku pengeboman dari grup Abu Sayyaf di Zamboanga dibebaskan dengan jaminan.

Abu Sayyaf yang dikatakan para ahli keamanan mendapat dukungan penuh dari jaringan Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden juga beroperasi di Lamitan. Dibentuk awal 1990-an, grup ini kemudian terbentuk menjadi sebuah geng kriminal selama beberapa tahun. Mereka merupakan spesialis penculik untuk mendapatkan imbalan dan serangan bom.

Kepala kepolisian nasional Arturo Lomibao direncanakan terbang menuju Basilan untuk memimpin penyelidikan aksi pengeboman tersebut, kata juru bicara polisi Kepala Superintenden Leopoldo di Manila.

Para ahli keamanan juga mengatakan Abu Sayyaf memiliki hubungan dengan Jamaah Islamiyah (JI), yang disalahkan atas aksi bom Bali pada Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)