Bom
Meledak
di Atas
Feri
Zamboanga
-
Sedikitnya
30 orang,
termasuk
beberapa
di
antaranya anak-anak,
mengalami
luka-luka
Minggu (28/8)
kemarin
akibat ledakan
sebuah
bom yang mengguncang
feri yang
mereka
tumpangi di Filipina
Selatan,
daerah yang
dihuni
oleh mayoritas
pemberontak
muslim.
Ledakan
terjadi
saat para
penumpang
mulai
memasuki feri Dona
Ramona di
Pelabuhan
Lamitan
Pulau Basilan,
sebuah
lokasi yang dibangun
dengan
bantuan sumbangan
Amerika
dan secara formal
pelayanan
operasionalnya
dibuka
staf AS hanya
beberapa
hari
lalu.
Bom
yang diperkirakan
rakitan
tersebut disembunyikan
di
antara tangki-tangki
elpiji (liquefied petroleum
gas -- LPG) dan
ledakan
kemudian mengempaskan
bagian
belakang feri
ketika
kapal muat
ini
bersiap untuk
meninggalkan
Zamboanga,
melewati
perbatasan
Basilan,
kata
pihak militer.
"Bahan
peledak yang sengaja
ditinggalkan
ini
disembunyikan pada
lokasi
rawan percikan
api,"
kata
kepala militer
Basilan
Brigadir Jenderal
Raymundo
Ferrer.
"Tindakan
ini
murni ingin
menciptakan
suasana
teror."
Mereka
yang terluka,
umumnya
menderita luka
bakar
dan tergores,
termasuk
wanita-wanita
dan
anak-anak juga
dua
tentara yang menjaga
area tersebut.
Ferrer
tidak
menjelaskan apakah
grup
militan Islam Abu Sayyaf
dicurigai
menjadi
pelaku penyerangan
ini,
meski beberapa
staf
keamanan lainnya
mengatakan
ledakan
seperti ini
biasanya
dilakukan
jaringan
grup Al-Qaeda.
Nick Castro, seorang
ajudan
wali
kota
Lamitan,
mengatakan
ledakan
diakibatkan oleh
sebuah
bom rakitan. Area
peledakan
kemudian
berubah
menjadi total chaos dan
bau
tajam dari
bubuk
mesiu bertebaran
di
udara, kata
juru
bicara propinsi
setempat,
Cris
Puno. "Ada
anak-anak
di
antara mereka yang
terluka,"
katanya.
Peledakan
di
Pelabuhan Lamitan,
lokasi yang
dibangun
dengan
sumbangan uang
Amerika
dan dibuka
staf
Kedutaan Amerika
Daryl Johnson beberapa
hari
lalu, terjadi
setelah
grup Abu Sayyaf
melukai 26
orang
dalam sebuah
serangan
bom 10
Agustus lalu
di
Zamboanga. Pasukan
keamanan
kemudian
mendapat
peringatan
akan
aksi-aksi
pengeboman
lebih
lanjut setelah
tiga
tersangka pelaku
pengeboman
dari
grup Abu Sayyaf
di
Zamboanga dibebaskan
dengan
jaminan.
Abu Sayyaf yang
dikatakan
para
ahli keamanan
mendapat
dukungan
penuh
dari jaringan Al-Qaeda
pimpinan
Osama bin Laden
juga
beroperasi di
Lamitan.
Dibentuk
awal 1990-an,
grup
ini kemudian
terbentuk
menjadi
sebuah geng
kriminal
selama
beberapa tahun.
Mereka
merupakan
spesialis
penculik
untuk
mendapatkan imbalan
dan
serangan bom.
Kepala
kepolisian
nasional Arturo
Lomibao
direncanakan terbang
menuju
Basilan untuk
memimpin
penyelidikan
aksi
pengeboman tersebut,
kata
juru bicara
polisi
Kepala Superintenden
Leopoldo
di Manila.
Para ahli
keamanan
juga
mengatakan Abu Sayyaf
memiliki
hubungan
dengan
Jamaah Islamiyah (JI),
yang disalahkan
atas
aksi bom Bali
pada
Oktober 2002 yang menewaskan
202 orang. (ton/afp)