Waker
Vila Dikeroyok
Perampok .........
Seorang
Pelaku
Sekarat Dihajar
Massa
Denpasar
(Bali Post) -
Aksi
komplotan
perampok yang
mengganggu
kamtibmas Bali,
ternyata
kian
menjadi-jadi. Pelaku
penodongan
dengan
senpi di
Jalan By-pass
Ngurah
Rai belum
ditangkap,
kawanan
garong kembali
berulah. Vila
Panji
Pani di
Banjar
Uma Alas, Kerobokan,
Kuta,
Minggu (28/8) kemarin
pukul 24.30
disatroni
maling.
Waker vila,
Suprapto,
dikeroyok
dan
dihantam dengan
linggis
oleh komplotan
perampok.
Gerakan
garong
di
Vila
Panji
Pani sempat
membuat
masyarakat Uma Alas
geger.
Pasalnya, Suprapto
dalam
kondisi bersimbah
darah
minta tolong
dengan
berteriak maling.
Warga yang
mendengar
jeritan
korban langsung
memblokir TKP.
Dua
perampok yang menyatroni
Vila Panji
Pani,
Aminolah dan Ali
langsung
kabur
begitu melihat
massa
berdatangan.
Sayang,
Aminolah berhasil
ditangkap
dan
sekarat dihajar
massa,
namun Ali
lolos
dari kejaran
warga.
Emosi
masyarakat yang
meringkus
Aminolah
tak
bisa dibendung.
Tak
pelak, maling
asal
Sumbawa
itu
menjadi bulan-bulanan
massa.
Aminolah
dihajar
hingga sekarat,
sebelum
polisi yang sedang
patroli
turun tangan
dan
meredam warga main
hakim
sendiri.
Korban
Suprapto
langsung
dilarikan
ke RS
Sanglah. Sedangkan
Aminolah yang
sudah
sekarat dibawa
ke RS
Trijata. Garong
berusia 27
tahun
itu mengalami 20
jaritan --
di
bagian kepala (15),
bibir (2),
dan kaki (3) plus
wajah
babak belur.
Bagi
Tugas
Strategi
komplotan
perampok yang
beraksi
di
Vila
Panji
Pani tergolong
profesional
dan
terorganisir. Informasi
yang diterima,
Aminolah
ternyata
tidak
hanya bekerja
bersama Ali,
namun
ada pembagian
tugas yang
jelas.
Dua maling
itu
diantar Made, buronan
polisi yang
berperan
sebagai
pengantar dan
penjemput
komplotan
perampok.
Mereka
bertiga mengendarai
sepeda motor.
Tiba di
TKP, Made pergi
setelah Ali
dan
Aminolah masuk
vila
milik
Isnawati itu
dengan
melompati tembok.
Ketika
Aminolah
hendak
masuk kamar
nomor 101,
dipergoki
waker
Suprapto. Merasa
diancam
bahaya, kawanan
garong
itu langsung
menghajar
korban
dengan linggis.
Akibatnya,
tubuh
Suprapto mengalami
luka-luka. ''Aminolah
tertangkap,
namun
temannya berhasil
lolos,''
kata
Kasat Reskrim
Polres
Badung AKP Nyoman
Siasa
didampingi Kapolsek
Kuta
Utara AKP IB Mantra seizin
Kapolres
Badung,
Minggu (28/8) kemarin.
Polisi
kini
tengah mengejar Ali
dan Made. Data-data
petunjuk
dan
identitas kedua
maling
itu sudah
dibawa
petugas, termasuk
tempat
persembunyian sasaran
operasi.
Sementara
tersangka
Aminolah
dijerat
pasal 363 KUHP. ''Kasus
ini
masih dalam
penyelidikan.
Dua
pelaku yang masih
buron
harus ditangkap,''
tambah AKP
Siasa.
(kmb10/kmb11)