kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 29 Agustus 2005

 Bali

 

Waker Vila Dikeroyok Perampok  .........
Seorang
Pelaku Sekarat Dihajar Massa

Denpasar (Bali Post) -
Aksi
komplotan perampok yang mengganggu kamtibmas Bali, ternyata kian menjadi-jadi. Pelaku penodongan dengan senpi di Jalan By-pass Ngurah Rai belum ditangkap, kawanan garong kembali berulah. Vila Panji Pani di Banjar Uma Alas, Kerobokan, Kuta, Minggu (28/8) kemarin pukul 24.30 disatroni maling. Waker vila, Suprapto, dikeroyok dan dihantam dengan linggis oleh komplotan perampok.

Gerakan garong di Vila Panji Pani sempat membuat masyarakat Uma Alas geger. Pasalnya, Suprapto dalam kondisi bersimbah darah minta tolong dengan berteriak maling. Warga yang mendengar jeritan korban langsung memblokir TKP. Dua perampok yang menyatroni Vila Panji Pani, Aminolah dan Ali langsung kabur begitu melihat massa berdatangan. Sayang, Aminolah berhasil ditangkap dan sekarat dihajar massa, namun Ali lolos dari kejaran warga.

Emosi masyarakat yang meringkus Aminolah tak bisa dibendung. Tak pelak, maling asal Sumbawa itu menjadi bulan-bulanan massa. Aminolah dihajar hingga sekarat, sebelum polisi yang sedang patroli turun tangan dan meredam warga main hakim sendiri.

Korban Suprapto langsung dilarikan ke RS Sanglah. Sedangkan Aminolah yang sudah sekarat dibawa ke RS Trijata. Garong berusia 27 tahun itu mengalami 20 jaritan -- di bagian kepala (15), bibir (2), dan kaki (3) plus wajah babak belur.

 

Bagi Tugas

Strategi komplotan perampok yang beraksi di Vila Panji Pani tergolong profesional dan terorganisir. Informasi yang diterima, Aminolah ternyata tidak hanya bekerja bersama Ali, namun ada pembagian tugas yang jelas. Dua maling itu diantar Made, buronan polisi yang berperan sebagai pengantar dan penjemput komplotan perampok. Mereka bertiga mengendarai sepeda motor. Tiba di TKP, Made pergi setelah Ali dan Aminolah masuk vila milik Isnawati itu dengan melompati tembok.

Ketika Aminolah hendak masuk kamar nomor 101, dipergoki waker Suprapto. Merasa diancam bahaya, kawanan garong itu langsung menghajar korban dengan linggis. Akibatnya, tubuh Suprapto mengalami luka-luka. ''Aminolah tertangkap, namun temannya berhasil lolos,'' kata Kasat Reskrim Polres Badung AKP Nyoman Siasa didampingi Kapolsek Kuta Utara AKP IB Mantra seizin Kapolres Badung, Minggu (28/8) kemarin.

Polisi kini tengah mengejar Ali dan Made. Data-data petunjuk dan identitas kedua maling itu sudah dibawa petugas, termasuk tempat persembunyian sasaran operasi. Sementara tersangka Aminolah dijerat pasal 363 KUHP. ''Kasus ini masih dalam penyelidikan. Dua pelaku yang masih buron harus ditangkap,'' tambah AKP Siasa. (kmb10/kmb11)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)