kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 29 Agustus 2005

 Bali


Bali jangan Dikorbankan

TAMPAKNYA pimpinan DPRD Bali mendukung sikap fraksi-fraksi di DPRD Bali terkait proyek panas bumi. Dalam sebuah pernyataannya, Sabtu (28/8), Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa, B.A. menyatakan Bali jangan dikorbankan untuk sesuatu proyek yang tak jelas.

Ia mengharapkan masing-masing komisi DPRD Bali mengkaji secara mendalam sebelum akhirnya pimpinan Dewan mengadakan rapat pleno untuk memutuskan masalah ini. Keputusan yang diambil nantinya adalah menyangkut pendapat masyarakat secara luas tentang proyek geothermal. Pimpinan DPRD Bali juga sudah mendapatkan masukan mengenai amdal proyek geothermal. Dari 23 item yang dinilai, 19 di antaranya berdampak negatif dan empat di antaranya berdampak besar yang tidak bisa dikelola.

Satu hal terpenting yang mesti dijadikan pertimbangan adalah dampak sosial dan budaya apakah proyek ini diterima oleh masyarakat. Budaya Bali yang dimaksud tersebut di dalamnya agama Hindu. Misalnya dalam upacara Hindu di Bali ada upacara mendem pedagingan yakni membenamkan lima unsur logam ke dalam tanah. Bagaimana dengan proyek geothermal yang bersifat sebaliknya mengambil sesuatu dari alam, tidakkah hal itu bertentangan dengan agama. Belum lagi konsep ulu-teben dari segi kepercayaan Hindu yang tetap mensakralkan danau dan pegunungan.

Atas pertanyaan, Wesnawa menyatakan seandainya proyek ini tak bisa diterima, mesti dicarikan alternatif yang paling mendekati. Misalnya kalau batu bara alternatif, perlu dikaji lagi dampak positif dan negatif termasuk lokasi mana yang tepat agar tidak merusak lingkungan.

Diakui kondisi saat ini dengan saat proyek geothermal itu diloloskan beberapa tahun lalu memang beda. Ia membenarkan pimpinan Dewan waktu itu menyetujui proyek ini setelah dilakukan studi banding ke Kamojang dan Gunung Salak.

Pihaknya tak memungkiri dalam proyek geothermal ini ada tarik-menarik berbagai kepentingan. Pihak Bali Energi jelas berkeingin digolkan proyeknya. Sementara pihak lain menentang proyek ini semata-mata melihat dari aspek penyelamatan Bali ke depan. Lantas yang mana yang dimenangkan? Wesnawa jelas-jelas menyebutkan bahwa yang dimenangkan adalah apa yang menjadi aspirasi sebagian besar rakyat Bali. ''Kita harus memenangkan keinginan rakyat Bali sesungguhnya, bukan segelintir orang,'' ucapnya.

Ia juga mempersilakan pihak-pihak yang memiliki data, jika ada ketidakjujuran dalam proyek geothermal tolong segera diungkap. ''Ketidakjujuran penting diungkap agar masyarakat mendapatkan gambaran objektif atas proyek ini,'' katanya. (029)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)