Bali jangan
Dikorbankan
TAMPAKNYA
pimpinan DPRD Bali
mendukung
sikap
fraksi-fraksi di DPRD
Bali terkait
proyek
panas bumi.
Dalam
sebuah
pernyataannya, Sabtu
(28/8), Ketua DPRD Bali Ida
Bagus
Putu Wesnawa, B.A.
menyatakan
Bali jangan
dikorbankan
untuk
sesuatu proyek yang
tak
jelas.
Ia
mengharapkan
masing-masing
komisi DPRD Bali
mengkaji
secara
mendalam sebelum
akhirnya
pimpinan
Dewan
mengadakan rapat
pleno
untuk memutuskan
masalah
ini.
Keputusan yang
diambil
nantinya adalah
menyangkut
pendapat
masyarakat
secara
luas tentang
proyek geothermal.
Pimpinan
DPRD Bali juga
sudah
mendapatkan masukan
mengenai
amdal
proyek geothermal.
Dari 23 item yang
dinilai, 19
di
antaranya berdampak
negatif
dan empat
di
antaranya berdampak
besar yang
tidak
bisa dikelola.
Satu
hal
terpenting yang mesti
dijadikan
pertimbangan
adalah
dampak sosial
dan
budaya apakah
proyek
ini diterima
oleh
masyarakat.
Budaya
Bali yang dimaksud
tersebut
di
dalamnya agama Hindu.
Misalnya dalam
upacara Hindu
di Bali
ada upacara
mendem
pedagingan yakni
membenamkan
lima
unsur
logam ke
dalam
tanah.
Bagaimana
dengan
proyek geothermal yang
bersifat sebaliknya
mengambil
sesuatu
dari alam,
tidakkah
hal itu
bertentangan
dengan agama.
Belum
lagi
konsep ulu-teben
dari
segi kepercayaan
Hindu yang tetap
mensakralkan
danau
dan pegunungan.
Atas
pertanyaan,
Wesnawa
menyatakan seandainya
proyek
ini tak
bisa
diterima, mesti
dicarikan
alternatif yang paling
mendekati.
Misalnya
kalau
batu
bara alternatif,
perlu
dikaji lagi
dampak
positif dan
negatif
termasuk lokasi
mana yang
tepat agar
tidak
merusak lingkungan.
Diakui
kondisi
saat ini
dengan
saat proyek
geothermal itu
diloloskan
beberapa
tahun
lalu memang
beda.
Ia
membenarkan
pimpinan
Dewan
waktu itu
menyetujui
proyek
ini setelah
dilakukan
studi banding
ke
Kamojang dan
Gunung
Salak.
Pihaknya
tak
memungkiri dalam
proyek geothermal
ini ada
tarik-menarik
berbagai
kepentingan.
Pihak
Bali Energi
jelas
berkeingin digolkan
proyeknya.
Sementara
pihak
lain menentang
proyek
ini semata-mata
melihat
dari aspek
penyelamatan Bali
ke
depan.
Lantas yang
mana yang
dimenangkan?
Wesnawa
jelas-jelas menyebutkan
bahwa yang
dimenangkan
adalah
apa yang
menjadi
aspirasi sebagian
besar
rakyat Bali. ''Kita
harus
memenangkan keinginan
rakyat
Bali sesungguhnya,
bukan
segelintir orang,''
ucapnya.
Ia
juga
mempersilakan pihak-pihak
yang memiliki data,
jika
ada ketidakjujuran
dalam
proyek geothermal tolong
segera
diungkap. ''Ketidakjujuran
penting
diungkap agar masyarakat
mendapatkan
gambaran
objektif
atas
proyek ini,''
katanya.
(029)