kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 1 Agustus 2005

 Surat Pembaca


Kenangan
dengan Pak Singgih 

Pak Singgih meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Jakarta. Demikian saya tonton lewat media televisi Minggu kemarin.

Saya memiliki kenangan khusus dengan almarhum. Karena itu saat beliau diangkat menjadi Jaksa Agung RI, saya segera bercerita pada teman-teman dekat, tentang kenangan itu.

Peristiwanya terjadi tahun 1966-1967. Saat itu beliau menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar. Bukan sekali dua kali saya keluar-masuk ruang kerjanya. Bersama Niniek Berata, kami pernah datang ke tempat tinggalnya ketika beliau sekeluarga berumah dinas di salah satu kamar di Bali Hotel. Agar lebih menghemat, katanya, beliau kemudian pindah, kontrak rumah di Jalan Durian, menjadi tetangga Pak Ida Bagus Oka (almarhum)/Bu Jasmin Oka. Saya pun pernah bertandang ke rumah kontrakan yang sangat sederhana dan halamannya becek itu.

Kami sering menemui Pak Singgih untuk memberi informasi dan menambah keyakinannya, yang intinya teman-teman saya yang sedang ditahan, tidak bersalah. Mereka disangka terlibat penggranatan di Fakultas Sastra Unud. Untuk itu kami juga menemui beberapa pejabat pemerintah, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi Bali saat itu, Baharsan, S.H. Sidang Pengadilan Negeri memutusksn teman-teman saya itu tidak bersalah dan dibebaskan.

Saya terkesan dengan penampilan Pak Singgih yang kalem dan bersahabat.

Innalillahi wainnailaihi rajiun. Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan oleh-Nya, lahir batin

Widminarko Jalan Kori Agung B
Green Kori, Sading
Mengwi-Badung

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)