Kenangan
dengan Pak
Singgih
Pak Singgih
meninggal
dunia.
Jenazahnya
dimakamkan
di
Taman Makam
Pahlawan
di Jakarta.
Demikian
saya
tonton lewat media
televisi
Minggu
kemarin.
Saya
memiliki
kenangan
khusus
dengan almarhum.
Karena
itu
saat beliau
diangkat
menjadi
Jaksa
Agung
RI, saya
segera
bercerita pada
teman-teman
dekat,
tentang kenangan
itu.
Peristiwanya
terjadi
tahun 1966-1967.
Saat
itu
beliau menjabat
Kepala
Kejaksaan Negeri
Denpasar.
Bukan
sekali
dua kali saya
keluar-masuk
ruang
kerjanya. Bersama
Niniek
Berata, kami
pernah
datang ke
tempat
tinggalnya ketika
beliau
sekeluarga berumah
dinas
di
salah satu
kamar
di Bali Hotel. Agar
lebih
menghemat, katanya,
beliau
kemudian pindah,
kontrak
rumah di
Jalan Durian,
menjadi
tetangga Pak Ida Bagus
Oka (almarhum)/Bu
Jasmin
Oka.
Saya
pun pernah
bertandang
ke
rumah kontrakan yang
sangat
sederhana dan
halamannya
becek
itu.
Kami
sering
menemui Pak Singgih
untuk
memberi informasi
dan
menambah keyakinannya,
yang intinya
teman-teman
saya yang
sedang
ditahan, tidak
bersalah.
Mereka
disangka
terlibat
penggranatan
di
Fakultas Sastra
Unud.
Untuk
itu kami
juga
menemui beberapa
pejabat
pemerintah, termasuk
Kepala
Kejaksaan Tinggi Bali
saat
itu, Baharsan, S.H.
Sidang
Pengadilan Negeri
memutusksn
teman-teman
saya
itu tidak
bersalah
dan
dibebaskan.
Saya
terkesan
dengan
penampilan Pak Singgih
yang kalem
dan
bersahabat.
Innalillahi
wainnailaihi
rajiun.
Semoga
arwah almarhum
diterima
di sisi
Allah SWT dan
keluarga yang
ditinggalkan
diberi
kekuatan oleh-Nya,
lahir
batin.
Widminarko
Jalan
Kori Agung B
Green Kori,
Sading
Mengwi-Badung