kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 1 Agustus 2005

 Surat Pembaca


Kiat
Hemat dalam Krisis 

Meski bangsa ini tengah dihadang krisis bahan bakar minyak (BBM), ajang ekshibisi dan transaksi otomotif yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta baru-baru ini tampak berlangsung cukup meriah. Bahkan, pihak penyelenggara optimistis penjualan mobil "pemakan" BBM itu akan terus meningkat.

Sebaliknya, di beberapa daerah, dilaporkan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok akibat sulitnya masyarakat mencari BBM khususnya solar, premium dan minyak tanah. Ini wajar, mengingat BBM langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat.

Sesuai dengan mekanisme pasar, kelangkaan BBM ini akan menimbulkan efek berantai yang ujung-ujungnya menyusahkan rakyat. Pasalnya, harga-harga kebutuhan akan ikut melonjak kalau masalah BBM ini tak tertanggulangi. Apalagi, kondisi tersebut banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk ikut mengeruk keuntungan.

Seruan hemat energi sesuai Instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Nomor 10 Tahun 2005, dinilai kalangan pegawai negeri sipil (PNS) khususnya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, sebenarnya bukan merupakan hal baru. Contoh hal itu adalah apa yang terdapat di Bali, di mana jajaran birokrat di lingkungan Pemkot Denpasar telah melakukan gerakan berhemat. Bahkan, gerakan bersahaja tersebut menjadi perilaku sehari-hari PNS di lingkungan Pemkot Denpasar dan sekaligus dicontohkan langsung pimpinannya kepada aparatnya di bawah.

Misalnya, selama lima tahun menjabat sebagai wali kota, wali kota menggunakan kendaraan Toyota Kijang sebagai mobil dinas. Dengan pertimbangan, pemakaian kendaraan/mobil dinas mewah akan lebih banyak menyedot bahan bakar karena mesinnya ber-CC besar. Padahal, pejabat mendapat jatah mobil dinas Mitsubihi Pajero dan sedan Toyota Crown. Namun, kendaraan itu tidak digunakan. Selain itu, juga ada gebrakan lain tentang perilaku hidup berhemat, yakni kebijakan "Jumat Bebas Mobil" yang mulai diberlakukan sejak 2001.

Cara tersebut, selain untuk mencegah kemacetan lalu lintas, kebijakan "Jumat Bebas Mobil" juga bertujuan untuk menghemat anggaran belanja daerah. Mengingat pada hari itu, puluhan bahkan ratusan mobil dinas nangkring atau parkir di garasi dan mendapat perawatan rutin, sehingga lebih mengefisienkan mesin kendaraan.

Belum kesederhanaan lain, seperti penyajian nasi jinggo (nasi khas Bali yang terbungkus dari daun pisang dengan lauk-pauk seadanya) sebagai hidangan pada acara-acara resmi di lingkungan Pemkot Denpasar. Imbauan untuk mengurangi penggunaan pakaian jas, hingga peraturan agar hiburan malam di Pulau Dewata dibatasi beroperasi sampai pukul 01.00 wita.

Contoh di Bali tersebut kiranya dapat menjadi masukan untuk daerah-daerah lain di Nusantara, bahwa hidup hemat itu memang sudah lama kita jalankan.

I Made Adiyaksa
Jl
. Wira Bhakti VI Jatiwaringin, Jakarta Timur

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)