Kiat
Hemat
dalam Krisis
Meski
bangsa
ini tengah
dihadang
krisis
bahan bakar
minyak (BBM),
ajang
ekshibisi dan
transaksi
otomotif yang
dibuka
Wakil Presiden
Jusuf
Kalla di Jakarta
baru-baru
ini
tampak berlangsung
cukup
meriah.
Bahkan,
pihak penyelenggara
optimistis
penjualan
mobil "pemakan"
BBM itu
akan
terus
meningkat.
Sebaliknya,
di
beberapa daerah,
dilaporkan
adanya
kenaikan harga
kebutuhan
pokok
akibat sulitnya
masyarakat
mencari BBM
khususnya solar, premium
dan
minyak tanah.
Ini
wajar,
mengingat BBM langsung
bersentuhan
dengan
kepentingan rakyat.
Sesuai
dengan
mekanisme pasar,
kelangkaan BBM
ini
akan
menimbulkan
efek
berantai yang ujung-ujungnya
menyusahkan
rakyat.
Pasalnya, harga-harga
kebutuhan
akan
ikut
melonjak kalau
masalah BBM
ini tak
tertanggulangi.
Apalagi,
kondisi
tersebut banyak
dimanfaatkan
oleh
orang-orang yang tak
bertanggung
jawab
untuk ikut
mengeruk
keuntungan.
Seruan
hemat
energi sesuai
Instruksi
Presiden
Susilo
Bambang Yudhoyono
Nomor 10
Tahun 2005,
dinilai
kalangan pegawai
negeri
sipil (PNS) khususnya
di
lingkungan Pemerintah
Kota (Pemkot)
Denpasar,
sebenarnya
bukan
merupakan hal
baru.
Contoh
hal itu
adalah
apa yang
terdapat
di Bali,
di mana
jajaran
birokrat di
lingkungan
Pemkot
Denpasar telah
melakukan
gerakan
berhemat.
Bahkan,
gerakan
bersahaja tersebut
menjadi
perilaku sehari-hari
PNS di
lingkungan Pemkot
Denpasar
dan
sekaligus dicontohkan
langsung
pimpinannya
kepada
aparatnya di
bawah.
Misalnya,
selama
lima
tahun
menjabat sebagai
wali
kota,
wali
kota
menggunakan
kendaraan Toyota
Kijang
sebagai mobil
dinas.
Dengan pertimbangan,
pemakaian
kendaraan/mobil
dinas
mewah
akan lebih
banyak
menyedot bahan
bakar
karena mesinnya
ber-CC
besar. Padahal,
pejabat
mendapat jatah
mobil
dinas
Mitsubihi
Pajero
dan sedan Toyota Crown.
Namun,
kendaraan
itu
tidak digunakan.
Selain
itu, juga
ada
gebrakan lain tentang
perilaku
hidup
berhemat, yakni
kebijakan "Jumat
Bebas Mobil" yang
mulai
diberlakukan sejak
2001.
Cara tersebut,
selain
untuk mencegah
kemacetan
lalu
lintas, kebijakan "Jumat
Bebas Mobil"
juga
bertujuan untuk
menghemat
anggaran
belanja
daerah.
Mengingat
pada
hari itu,
puluhan
bahkan ratusan
mobil
dinas
nangkring
atau
parkir di
garasi
dan mendapat
perawatan
rutin,
sehingga lebih
mengefisienkan
mesin
kendaraan.
Belum
kesederhanaan
lain,
seperti penyajian
nasi
jinggo (nasi
khas Bali yang
terbungkus
dari
daun pisang
dengan
lauk-pauk seadanya)
sebagai
hidangan pada
acara-acara
resmi
di lingkungan
Pemkot
Denpasar.
Imbauan
untuk
mengurangi penggunaan
pakaian
jas, hingga
peraturan agar
hiburan
malam di
Pulau
Dewata dibatasi
beroperasi
sampai
pukul 01.00 wita.
Contoh
di Bali
tersebut kiranya
dapat
menjadi masukan
untuk
daerah-daerah lain
di
Nusantara, bahwa
hidup
hemat itu
memang
sudah lama kita
jalankan.
I Made Adiyaksa
Jl.
Wira
Bhakti VI Jatiwaringin,
Jakarta Timur