kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 1 Agustus 2005

 Nusantara

 

Keluarga Koruptor mesti Ikut Ditangkap 

Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah
saat ini masih susah payah membebaskan Indonesia dari tindak korupsi. Namun, Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid punya ide baru untuk mempercepat proses itu. Inspirasinya datang dari Cina. Apa itu ya

Pemerintah Indonesia melalui kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cina dapat menarik pelajaran dari negeri tersebut dalam menerapkan hukuman keras terhadap para koruptor. Hidayat Nur Wahid yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menganggap perlunya keluarga para koruptor ditangkap sebagai upaya untuk memperluas kampanye pencegahan tindakan korupsi.

''Salah satu yang bisa dipelajari dan diadopsikan dan itu mungkin, yakni penghukuman yang sangat berat kepada para koruptor secara langsung. Jadi tidak perlu melakukan pengadilan yang bertele-tele, apalagi akhirnya dibebaskan,'' kata Hidayat usai mengikuti pertandingan bola voli antara Tim PKS melawan Tim Kepresidenan yang dipimpin Presiden Yudhoyono di Jakarta, Minggu (31/7) kemarin.

Hukuman keras itu, ujar Hidayat, harus benar-benar diterapkan kepada siapa pun yang terbukti melakukan korupsi dan merugikan keuangan negara serta kepercayaan rakyat.     Bahkan, Hidayat menyatakan para koruptor wajar jika dikenai hukuman mati sambil mengutip bahwa Nadhlatul Ulama memfatwakan dibolehkannya hukuman mati bagi koruptor.

''Kalaupun tidak dihukum mati, hukuman yang sangat keras diterapkan dengan penyitaan aset ekonomi yang dimiliki para koruptor,'' katanya.

Hukuman yang sangat keras itu, tambahnya, juga berupa penangkapan terhadap keluarga para koruptor. ''Kenapa hal itu sangat penting, karena kadang-kadang korupsi itu dilakukan oleh seorang koruptor bukan karena kemauan dirinya, tetapi keluarga yang mendorong-dorong terjadinya korupsi,'' katanya.

Penangkapan yang dilakukan terhadap keluarga koruptor, menurutnya, akan memberikan efek jera bagi masyarakat.     ''Supaya para keluarga juga menjadi benteng untuk mengingatkan para pejabat atau siapa pun yang melakukan korupsi untuk tidak melakukannya karena keluarga nantinya juga akan ikut kena malu,'' demikian Hidayat. (kmb4)

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)