Wabah
Bakteri
Tanah Landa Taiwan
China Diterjang Tornado--
Taipei
-
Penyebaran
penyakit yang
diduga
berasal dari
bakteri
tanah sudah
menewaskan
enam
orang di Taiwan
dan
membuat tiga
orang
lainnya berada
dalam
kondisi kritis,
kata
badan kesehatan
setempat
Minggu (31/7)
kemarin.

BP/rtr
Warga Cina berjalan dengan sepeda pada sebuah jalan yang
dibanjiri air di Kaifeng, propinsi Henan Minggu (31/7)
kemarin. Kaifeng dihantam Tornado yang diikuti hujan
deras dan mengakibatkan ketinggian air mencapai 5,5 inci.
Enam
belas
orang sudah
dirawat
di rumah
sakit
dengan gejala-gejala
menderita
sakit yang
disebut
Burkholderia Pseudomallei
sejak 11
Juli
dan mereka yang
tewas
karena menderita
kombinasi
radang
paru-paru dan
keracunan
darah,
kata badan
Pusat
Kontrol Penyakit
(CDC).
Semua
kasus
ini terjadi
di
selatan kabupaten
Rainan
dan
Kaohsiung,
tempat
di mana
mengalirnya
sungai paling
tercemar
Erjen Creek,
kata CDC.
"Penelitian
awal CDC
menunjukkan
keseluruhan
infeksi yang
menyerang
ini
kemungkinan disebabkan
oleh
bakteri tanah,
setelah
beberapa waktu
lalu
wilayah tersebut
dilanda
banjir besar
akibat
topan Haitang,
kata CDC
dalam
sebuah pernyataan.
Menteri
kesehatan
setempat
sudah
melakukan sterilisasi
kota-kota
di mana
kasus
dilaporkan terjadi
namun
mereka juga
meminta
kepada publik agar
tidak
panik karena
penyakit
ini
tidak menular.
Pemerintahan
juga
meminta kepada
masyarakat agar
memeriksakan
dirinya
ke dokter
dengan
cepat jika
merasa
terserang gejala-gejala
demam yang
hebat.
Bakteri
Burkholderia
umumnya
ditemukan di
tanah,
tercatat bakteri
ini
terdapat di Asia
Tenggara
dan Australia
Timur.
Cina
Sementara
itu,
dari Beijing dilaporkan
telah
terjadi topan Tornado
yang mengakibatkan
sejumlah
orang
luka-luka dan
menewaskan
belasan,
kata media
nasional
Minggu
kemarin.
Tornado ini
merayap
di Kabupaten
Lingbi
Propinsi
Anhui,
Sabtu
pagi, meratakan
sebuah
pesawat dan
menewaskan
delapan
orang di TKP,
menurut
laporan awal
dari
kantor
berita
Xihua. Tujuh
orang
kemudian dilaporkan
tewas.
Harian
China Youth Daily mengatakan
di
antara 11 yang
tewas
semuanya
adalah
murid setingkat SLTP
yang mengikuti
kelas
tambahan saat
hari
libur.
Ada
30 lainnya yang
luka-luka.
"Jumlah
korban
tewas tidak
bertambah,"
kata
staf Hu
di biro
bantuan dan
penyaluran
bencana
di
kota
Suzhou
kepada
wartawan, sambil
menambahkan 37
orang
dilaporkan mengalami
luka
serius.
Rekaman
televisi
nasional
menunjukkan
banyak
rumah hancur
dan
kendaraan-kendaraan yang
rusak berat
setelah
badai tornado yang
berlangsung selama 20
menit.
(ton/afp)