kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 1 Agustus 2005

 Mancanegara


Wabah
Bakteri Tanah Landa Taiwan
China Diterjang Tornado--
  

Taipei -
Penyebaran
penyakit yang diduga berasal dari bakteri tanah sudah menewaskan enam orang di Taiwan dan membuat tiga orang lainnya berada dalam kondisi kritis, kata badan kesehatan setempat Minggu (31/7) kemarin.

BP/rtr
Warga Cina berjalan dengan sepeda pada sebuah jalan yang dibanjiri air di Kaifeng, propinsi Henan Minggu (31/7) kemarin. Kaifeng dihantam Tornado yang diikuti hujan deras dan mengakibatkan ketinggian air mencapai 5,5 inci.

Enam belas orang sudah dirawat di rumah sakit dengan gejala-gejala menderita sakit yang disebut Burkholderia Pseudomallei sejak 11 Juli dan mereka yang tewas karena menderita kombinasi radang paru-paru dan keracunan darah, kata badan Pusat Kontrol Penyakit (CDC).

Semua kasus ini terjadi di selatan kabupaten Rainan dan Kaohsiung, tempat di mana mengalirnya sungai paling tercemar Erjen Creek, kata CDC.

"Penelitian awal CDC menunjukkan keseluruhan infeksi yang menyerang ini kemungkinan disebabkan oleh bakteri tanah, setelah beberapa waktu lalu wilayah tersebut dilanda banjir besar akibat topan Haitang, kata CDC dalam sebuah pernyataan.

Menteri kesehatan setempat sudah melakukan sterilisasi kota-kota di mana kasus dilaporkan terjadi namun mereka juga meminta kepada publik agar tidak panik karena penyakit ini tidak menular.

Pemerintahan juga meminta kepada masyarakat agar memeriksakan dirinya ke dokter dengan cepat jika merasa terserang gejala-gejala demam yang hebat.

Bakteri Burkholderia umumnya ditemukan di tanah, tercatat bakteri ini terdapat di Asia Tenggara dan Australia Timur.

 

Cina

 

Sementara itu, dari Beijing dilaporkan telah terjadi topan Tornado yang mengakibatkan sejumlah orang luka-luka dan menewaskan belasan, kata media nasional Minggu kemarin.

Tornado ini merayap di Kabupaten Lingbi Propinsi Anhui, Sabtu pagi, meratakan sebuah pesawat dan menewaskan delapan orang di TKP, menurut laporan awal dari kantor berita Xihua. Tujuh orang kemudian dilaporkan tewas.

Harian China Youth Daily mengatakan di antara 11 yang tewas semuanya adalah murid setingkat SLTP yang mengikuti kelas tambahan saat hari libur. Ada 30 lainnya yang luka-luka.

"Jumlah korban tewas tidak bertambah," kata staf Hu di biro bantuan dan penyaluran bencana di kota Suzhou kepada wartawan, sambil menambahkan 37 orang dilaporkan mengalami luka serius

Rekaman televisi nasional menunjukkan banyak rumah hancur dan kendaraan-kendaraan yang rusak berat setelah badai tornado yang berlangsung selama 20 menit. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)