Wesnawa
''Legowo''
''SEJAK
awal
saya memang
tak
pernah bermimpi
menjadi
ketua DPD PDI-P,'' ujar
IBP Wesnawa
ringan
saat ditanya
kesannya
setelah
dia tak
memimpin
partai
berlambang kepala
banteng
dalam lingkaran
ini,
Minggu (31/7) kemarin
setelah
Cok.
Rat
secara
aklamasi terpilih
menjadi
ketua untuk
masa
jabatan 2005-2010.
Kepada
wartawan
Wesnawa yang
kini
Ketua DPRD Bali itu
menceritakan
ikhwal
dia memimpin PDI-P
Bali sejak
tahun 1994
silam.
Saat
itu,
tambahnya, terjadi
deadlock ketika
dua
jago tua PDI-P
yakni
Cok.
Rat harus
bersaing
dengan
rekannya Adi
Suedandi.
Ibu
Mega, tambah
Wesnama,
saat
itu diserahi
untuk
menuntaskan rapat
penentuan
ketua yang
mentok
itu. Mega yang
mendapat
kepercayaan
dari
bawah, tak
serta
merta memutuskan
sendiri.
Justru
sebaliknya
dalam
pertemuan khusus
saat
itu, dirinya yang
ditunjuk
menjadi
ketua. ''Di
luar
dugaan justru
saya yang
ditunjuk.
Sedikit
pun saya
tak
pernah bermimpi,''
ujar
Wesnawa.
Kini
ketika
dia harus
melepas
jabatan bergengsi
itu,
dia mengaku
biasa-biasa
saja.
''Saya
malah
bersyukur kaderisasi
telah
berjalan.
Apalagi
kalau
nanti yang memimpin
bisa
lebih baik
dari
saya,'' tambah
Wesnama yang
kemarin
tampak begitu ceria.
Lantas
apa
permintaannya
kepada sang
pengganti?
Menurutnya,
ada
sejumlah program yang kurang
maksimal
saat
dia memimpin
partai
ini. Program
itu
dinilainya sangat
penting
untuk membangun PDI-P
kembali
pada rohnya yang
mengusung
kerakyatan.
''Saya
kira
kaderisasi dan
pendidikan
mesti
menjadi perhatian
dan
fokus,'' tambahnya.
Dalam
konferda yang
berlangsung
tertutup,
Cok.
Rat menang
telak
atas tiga
saingannya
yakni
Adi Wiryatama, Alit
Kelakan,
dan
Winasa.
Sesuai
hasil
tatib, hanya
calon yang
memperoleh
suara
lebih dari 50
persen yang
boleh
maju dan
dipilih
menjadi ketua DPD.
Karena
Cok. Rat
mendapat dukungan
terbanyak (5),
jauh di
atas
Adi (2), Kelakan (1)
dan
Winasa (1), maka
secara
aklamasi rapat
memutuskan
sesepuh
Puri Satria
itu
sebagai Ketua DPD PDI-P
Bali. (lit)