kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 30 Juli 2005

 Mancanegara

 

Baku Tembak di Kashmir,Dua Polisi Tewas

Srinagar, India -
BP/afp
Baku Tembak - Seorang tentara India (tengah) terbaring akibat terluka dan pasukan lainnya kemudian mengambil alih posisi dalam sebuah baku tembak dengan militan Khasmir di wilayah padat penduduk, Budshah Chowk di Srinagar, Jumat (29/7) kemarin. 

Dua belas orang dilaporkan terluka, termasuk empat kameramen berita dan seorang fotografer, dalam sebuah penyerangan yang dilakukan oleh para tersangka pemberontak Islam di kota Kashmir, Jumat (29/7) kemarin. Dua orang anggota kepolisian dilaporkan tewas dalam sebuah serangan lain.

Seorang polisi di lokasi kejadian mengatakan satu atau dua orang militan bersenjata menyerang sebuah bunker paramilisi di jantung kota Srinagar, ibu kota India Kasmir, dengan senjata penyerang AK dan sebuah granat. "Api kemudian menyambar dan baku tembak terjadi," kata staf ini kepada wartawan.

Ia mengatakan empat kameramen yang bekerja untuk jaringan televisi India dan seorang fotografer untuk sebuah harian lokal Urdu merupakan korban yang terluka. Tiga penjaga keamanan perbatasan, dua polisi dan duga warga sipil dilaporkan juga luka-luka.

 

Bom KA

 

Sebuah ledakan yang mengguncang sebuah kereta penumpang jarak jauh di India Utara yang menewaskan 12 orang ternyata disebabkan oleh ledakan bom, kata staf setempat Jumat (29/7) kemarin.   

"Sudah dapat diyakinkan jika benda yang ditaruh tersebut merupakan bom yang meledak dari sebuah tas tanpa pemilik yang diletakkan di dekat toilet," kata Alok Sinha, seorang menteri negara bagian Uttar Pradesh-India.

Pihak pemerintahan sebelumnya mencurigai ledakan yang menggelegar di dalam gerbong Shramjeevi Express di dekat Jaunpur, 190 kilometer timur kota Lucknow di Uttar Pradesh pada Kamis sore disebabkan oleh silinder gas.

Televisi NDTV mengatakan para ahli bom telah menemukan jejak bukti dari bahan peledak RDX di gerbong tersebut.

RDX yang menjadi pembentuk bahan dasar dari sejumlah peledak militer, telah digunakan oleh para militan Islam dalam perjuangannya melawan peraturan India untuk memisahkan Kashmir. Juga bahan ini digunakan oleh pemberontak separatis di wilayah timurlaut yang bermasalah yang terus melakukan serangan kepada kereta.

Sedikitnya sembilan orang tewas di tempat setelah terkena empasan bom. Namun menteri federal sistem transportasi kereta Laloo Prasad Yadav mengatakan jumlah korban meningkat menjadi 12 orang.

Sinha lebih lanjut mengatakan, 41 orang mendapat perawatan di rumah sakit "dengan menderita luka bakar yang serius." "Beberapa dari mereka berada dalam kondisi kritis," imbuhnya.

Sebuah gerbong pada kereta-kereta di India normalnya memiliki 70 tempat duduk, namun dalam penempatan jumlah penumpangnya sering melebihi kapasitas. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)