Baku Tembak di
Kashmir,Dua Polisi Tewas
Srinagar, India -
BP/afp
Baku Tembak - Seorang tentara India (tengah) terbaring
akibat terluka dan pasukan lainnya kemudian mengambil
alih posisi dalam sebuah baku tembak dengan militan
Khasmir di wilayah padat penduduk, Budshah Chowk di
Srinagar, Jumat (29/7) kemarin.
Dua
belas orang dilaporkan terluka, termasuk empat
kameramen berita dan seorang fotografer, dalam sebuah
penyerangan yang dilakukan oleh para tersangka
pemberontak Islam di kota Kashmir, Jumat (29/7)
kemarin. Dua orang anggota kepolisian dilaporkan tewas
dalam sebuah serangan lain.
Seorang polisi di lokasi kejadian
mengatakan satu atau dua orang militan bersenjata
menyerang sebuah bunker paramilisi di jantung kota
Srinagar, ibu kota India Kasmir, dengan senjata
penyerang AK dan sebuah granat. "Api kemudian
menyambar dan baku tembak terjadi," kata staf ini
kepada wartawan.
Ia mengatakan empat kameramen yang
bekerja untuk jaringan televisi India dan seorang
fotografer untuk sebuah harian lokal Urdu merupakan
korban yang terluka. Tiga penjaga keamanan perbatasan,
dua polisi dan duga warga sipil dilaporkan juga
luka-luka.
Bom KA
Sebuah ledakan yang mengguncang sebuah
kereta penumpang jarak jauh di India Utara yang
menewaskan 12 orang ternyata disebabkan oleh ledakan
bom, kata staf setempat Jumat (29/7) kemarin.
"Sudah dapat diyakinkan jika benda yang
ditaruh tersebut merupakan bom yang meledak dari
sebuah tas tanpa pemilik yang diletakkan di dekat
toilet," kata Alok Sinha, seorang menteri negara
bagian Uttar Pradesh-India.
Pihak pemerintahan sebelumnya
mencurigai ledakan yang menggelegar di dalam gerbong
Shramjeevi Express di dekat Jaunpur, 190 kilometer
timur kota Lucknow di Uttar Pradesh pada Kamis sore
disebabkan oleh silinder gas.
Televisi NDTV mengatakan para ahli bom
telah menemukan jejak bukti dari bahan peledak RDX di
gerbong tersebut.
RDX yang menjadi pembentuk bahan dasar
dari sejumlah peledak militer, telah digunakan oleh
para militan Islam dalam perjuangannya melawan
peraturan India untuk memisahkan Kashmir. Juga bahan
ini digunakan oleh pemberontak separatis di wilayah
timurlaut yang bermasalah yang terus melakukan
serangan kepada kereta.
Sedikitnya sembilan orang tewas di
tempat setelah terkena empasan bom. Namun menteri
federal sistem transportasi kereta Laloo Prasad Yadav
mengatakan jumlah korban meningkat menjadi 12 orang.
Sinha lebih lanjut mengatakan, 41 orang
mendapat perawatan di rumah sakit "dengan menderita
luka bakar yang serius." "Beberapa dari mereka berada
dalam kondisi kritis," imbuhnya.
Sebuah gerbong pada kereta-kereta di
India normalnya memiliki 70 tempat duduk, namun dalam
penempatan jumlah penumpangnya sering melebihi
kapasitas. (ton/afp)