kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 30 Juli 2005

 Bali


Beri
Jalan bagi Perkembangan Bahasa Bali  

Denpasar (Bali Post) -
Sebagai
warisan leluhur yang menjadi roh kebudayaan Bali, bahasa Bali mesti mendapat perhatian lebih serius. Terkait dengan ini, Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayana Prof. Dr. Tjokorda Rai Sudarta, M.A. mengharapkan elite politik di Bali, baik yang duduk di eksekutif maupun legislatif memberi jalan bagi berkembangnya bahasa Bali, bahasa Kawi (Jawa Kuno) dan bahasa Sanskerta.

Harapan itu disampaikannya di kampus FS Unud, Jumat (29/7) kemarin usai peluncuran buku Kusumanjali (persembahan) dari para peneliti dan akademisi yang menjadi sahabat maupun mahasiswanya dengan judul ''Kompetensi Budaya dalam Globalisasi''.

Buku tersebut berisikan kumpulan tulisan para peneliti dan akademisi sebagai persembahan kepada Tjok. Sudarta yang memasuki masa pensiun, Juli ini. Buku setebal 466 halaman lebih itu diedit oleh I Nyoman Darma Putra dan I Dewa Gede Windhu Sancaya.

Diakuinya, bahasa Bali apalagi bahasa Sanskerta dan bahasa Kawi belum bisa memberikan jaminan masa depan yang cerah. Meski begitu, ketiga bahasa itu bisa mengasah spiritualitas dan moralitas. Tjok. Rai Sudarta dikenal sebagai ahli bahasa Sanskerta yang rendah hati. Lelaki kelahiran Puri Saren Kangin, Ubud, Gianyar, 27 Juli 1935 ini merupakan salah satu tokoh yang turut memperjuangkan eksistensi Hindu di Indonesia.

Tjok. Rai Sudarta pula yang turut menyusun buku ''Upadesa'', sebuah buku pegangan terlengkap pertama di Indonesia mengenai ajaran-ajaran agama Hindu. Kerendahan hati Tjok. Rai Sudarta juga diakui Dekan FS Unud Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. Menurutnya, Tjok. Rai Sudarta tidak memiliki jiwa meledak-ledak dalam menyampaikan gagasan ataupun pemikiran-pemikirannya. Namun, imbuh Ardika, Tjok. Rai  merupakan pemikir yang sangat ulet, tekun juga sabar. (*/08)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)