Hujan
Lebat, 786
Tewas
di India
Mumbai -
Hujan
lebat yang
mengguyur India
menyebabkan
banjir,
tanah longsor
dan
gedung-gedung runtuh.
Musibah
itu menelan
korban
tewas 786
orang.
Demikian pula pusat
bisnis Mumbai
lumpuh total
Kamis (28/7)
kemarin.
Badan
prakiraan
cuaca
memprediksi hujan
yang lebih
lebat
kembali mengguyur
kota
dengan
populasi 15 juta
orang.
Sekolah-sekolah,
bank, dan
pasar
saham ditutup
dan
transportasi publik
juga
tidak beroperasi.
Perdana
Menteri India
Manmohan Singh,
Kamis
kemarin melakukan
perjalanan
ke area-area yang
diempas
hujan menggunakan
helikopter.
Ia
mengatakan "sangat
terluka
dengan tragedi
manusia
ini" dan
berjanji
akan
memberikan bantuan
bagi
pemerintahan negara
bagian
Maharashtra
dari
bantuan bencana
alam
nasional.
B.M. Kulkarni, yang
memimpin
ruangan
kontrol darurat
kepolisian
negara
bagian Maharashtra,
mengatakan
ada 273
orang tewas
di Mumbai
dan
sedikitnya 513 lainnya
berasal
dari wilayah lain.
Kulkarni
juga
menambahkan, jumlah
korban
tewas
meningkat
tajam
setelah lebih
dari 160
korban
dilaporkan tenggelam
di Mumbai.
Gambar
dari
udara memperlihatkan
kebanyakan
kota
di Mumbai
digenangi air.
Antrean
panjang
kendaraan yang macet
juga
terlihat di
jalan
bebas hambatan.
Namun,
bandara
utama dilaporkan
kembali
dibuka siang
kemarin
setelah sebelumnya
ditutup
sejak Selasa
karena
banyaknya genangan
air yang menutupi
jalur
landasan.
Dengan
dibukanya
lagi
penerbangan komersial,
pembukaan
bandara
ini mengizinkan
pesawat
militer untuk
memulai
penerbangan untuk
menyalurkan
bantuan.
Jumlah
korban paling banyak
terjadi
di sebuah
desa
terpencil di
distrik
Raighad, di
mana
sedikitnya 100 orang
dari 20
keluarga dikhawatirkan
tewas
akibat tanah
longsor.
Berton-ton
lumpur
menyapu rumah-rumah
di Desa
Jui, 170 kilometer
sebelah
selatan Mumbai, Senin
lalu.
Namun,
pemberitaan
dari
tragedi ini
baru
sampai ke
pemerintahan
tiga
hari kemudian.
(ton/afp)