kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Paing, 29 Juli 2005

 Mancanegara


Hujan
Lebat, 786 Tewas di India 

Mumbai -
Hujan
lebat yang mengguyur India menyebabkan banjir, tanah longsor dan gedung-gedung runtuh. Musibah itu menelan korban tewas 786 orang. Demikian pula pusat bisnis Mumbai lumpuh total Kamis (28/7) kemarin.

Badan prakiraan cuaca memprediksi hujan yang lebih lebat kembali mengguyur kota dengan populasi 15 juta orang. Sekolah-sekolah, bank, dan pasar saham ditutup dan transportasi publik juga tidak beroperasi.

Perdana Menteri India Manmohan Singh, Kamis kemarin melakukan perjalanan ke area-area yang diempas hujan menggunakan helikopter. Ia mengatakan "sangat terluka dengan tragedi manusia ini" dan berjanji akan memberikan bantuan bagi pemerintahan negara bagian Maharashtra dari bantuan bencana alam nasional.

B.M. Kulkarni, yang memimpin ruangan kontrol darurat kepolisian negara bagian Maharashtra, mengatakan ada 273 orang tewas di Mumbai dan sedikitnya 513 lainnya berasal dari wilayah lain. Kulkarni juga menambahkan, jumlah korban tewas meningkat tajam setelah lebih dari 160 korban dilaporkan tenggelam di Mumbai.

Gambar dari udara memperlihatkan kebanyakan kota di Mumbai digenangi air. Antrean panjang kendaraan yang macet juga terlihat di jalan bebas hambatan. Namun, bandara utama dilaporkan kembali dibuka siang kemarin setelah sebelumnya ditutup sejak Selasa karena banyaknya genangan air yang menutupi jalur landasan.

Dengan dibukanya lagi penerbangan komersial, pembukaan bandara ini mengizinkan pesawat militer untuk memulai penerbangan untuk menyalurkan bantuan. Jumlah korban paling banyak terjadi di sebuah desa terpencil di distrik Raighad, di mana sedikitnya 100 orang dari 20 keluarga dikhawatirkan tewas akibat tanah longsor. Berton-ton lumpur menyapu rumah-rumah di Desa Jui, 170 kilometer sebelah selatan Mumbai, Senin lalu. Namun, pemberitaan dari tragedi ini baru sampai ke pemerintahan tiga hari kemudian. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)