Longsor di Mumbai, Sedikitnya 100 Tewas
Mumbai-
Akibat curah hujan yang sangat lebat pada musim
hujan, bencana banjir bandang tidak terelakkan
hingga menewaskan sedikitnya 100 orang dan 100
lainnya terperangkap akibat longsoran tanah di
negara bagian Maharashtra India, kata staf
pemerintahan Rabu (27/7) kemarin.
BP/rtr
Macet - Orang-orang berjalan pulang ke rumahnya saat
terjadi kemacetan total di Bombay Rabu (27/7)
kemarin, akibat hujan lebat mengguyur sejak Selasa.
Tanah longsor dan banjir menewaskan sedikitnya 100
orang di negara bagian Maharashtra dan 100 lainnya
dilaporkan hilang.
"Korban tewas akibat tanah longsor di
bagian barat maharashtra mencapai 99, namun jumlah
ini sewaktu-waktu dapat berubah karena 100 lainnya
masih terperangkap di dalam tanah selama lebih dari
24 jam," kata seorang staf pemerintahan.
Pemerintah setempat juga mengumumkan
hari libur di Mumbai saat genangan air sudah
mencapai pinggang dan orang-orang terlihat menerobos
melewatinya dengan susah payah di jalanan tempat
pusat bisnis utama India berada. Staf prakiraan
cuaca mengatakan mereka menerima sebuah rekaman 666
milimeter hujan selama lebih dari 24 jam.
"Kami sudah mengumumkan adanya hari
libur dan meminta kepada orang-orang untuk tetap
tinggal di dalam rumah," kata kepala wilayah
Vilasrao Desmukh saat air menengelamkan beberapa
area pusat dan wilayah padat penduduk.
Sekolah-sekolah di Mumbai dan distrik
Thane semuanya ditutup selama dua hari sementara
perjalanan bisnis, komoditi dan perdagangan mata
uang di Mumbai semuanya ditangguhkan.
Namun pasar saham masih tetap dibuka
meski perdagangannya relatif kecil.
"Kota ini selalu mendapatkan curah
hujan yang lebat saat musim hujan, namun sebelumnya
tidak pernah seperti ini. Genangan air sepertinya
terus naik dan saya tidak punya jalan untuk menuju
ke tempat kerja," kata Ashhiwini Gupta, seorang
pekerja swasta di Mumbai.
Penduduk kota kemudian beramai-ramai
meninggalkan kota ini dan menginap di hotel setelah
jalanan dibanjiri air dan lalu lintas kereta
penumpang juga ditutup.
"Hanya ada dua hal yang bisa saya
lihat di jalanan, air dan manusia dan keduanya
nampaknya saling tidak bersahabat," kata Rakesh
Mehra, seorang dealer keuangan yang Rabu kemarin
mencoba untuk pulang ke rumah menggunakan mobilnya.
Hujan tanpa henti juga sempat
mengguyur beberapa wilayah negara bagian India yang
bergerak di bidang industri ini selama empat hari
berturut-turut.
"Pihak kepolisian bekerja
menyelamatkan dan mengevakuasi orang-orang dengan
kondisi jalanan yang tidak bisa digunakan. Pihak
kepolisian tidak bisa mendorong kendaraan yang macet
karena volume air belum berkurang," kata komisioner
polisi A.N. Roy.
Biro cuaca di sana juga mengatakan "hujan
yang sangat lebat" akan mengguyur Mumbai selama 24
jam ke depan, saat rel, jalanan dan lalulintas udara
menuju dan keluar kota semuanya akan ditutup untuk
kedua kalinya.
"Genangan air yang tinggi merupakan
hal yang sangat mengganggu dan menghancurkan
perputaran hidup di Mumbai saat musim hujan ini
bersamaan datangnya dengan tiupan angin pantai yang
kencang," kata staf prakiraan cuaca. Mereka juga
memberi peringatan kepada nelayan untuk tidak
berlayar sementara waktu. (ton/afp)