kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 28 Juli 2005

 Mancanegara


Longsor di Mumbai, Sedikitnya 100 Tewas 

Mumbai-
Akibat curah hujan yang sangat lebat pada musim hujan, bencana banjir bandang tidak terelakkan hingga menewaskan sedikitnya 100 orang dan 100 lainnya terperangkap akibat longsoran tanah di negara bagian Maharashtra India, kata staf pemerintahan Rabu (27/7) kemarin.

BP/rtr
Macet - Orang-orang berjalan pulang ke rumahnya saat terjadi kemacetan total di Bombay Rabu (27/7) kemarin, akibat hujan lebat mengguyur sejak Selasa. Tanah longsor dan banjir menewaskan sedikitnya 100 orang di negara bagian Maharashtra dan 100 lainnya dilaporkan hilang.

"Korban tewas akibat tanah longsor di bagian barat maharashtra mencapai 99, namun jumlah ini sewaktu-waktu dapat berubah karena 100 lainnya masih terperangkap di dalam tanah selama lebih dari 24 jam," kata seorang staf pemerintahan.

Pemerintah setempat juga mengumumkan hari libur di Mumbai saat genangan air sudah mencapai pinggang dan orang-orang terlihat menerobos melewatinya dengan susah payah di jalanan tempat pusat bisnis utama India berada. Staf prakiraan cuaca mengatakan mereka menerima sebuah rekaman 666 milimeter hujan selama lebih dari 24 jam.

"Kami sudah mengumumkan adanya hari libur dan meminta kepada orang-orang untuk tetap tinggal di dalam rumah," kata kepala wilayah Vilasrao Desmukh saat air menengelamkan beberapa area pusat dan wilayah padat penduduk.

Sekolah-sekolah di Mumbai dan distrik Thane semuanya ditutup selama dua hari sementara perjalanan bisnis, komoditi dan perdagangan mata uang di Mumbai semuanya ditangguhkan.

Namun pasar saham masih tetap dibuka meski perdagangannya relatif kecil.

"Kota ini selalu mendapatkan curah hujan yang lebat saat musim hujan, namun sebelumnya tidak pernah seperti ini. Genangan air sepertinya terus naik dan saya tidak punya jalan untuk menuju ke tempat kerja," kata Ashhiwini Gupta, seorang pekerja swasta di Mumbai.

Penduduk kota kemudian beramai-ramai meninggalkan kota ini dan menginap di hotel setelah jalanan dibanjiri air dan lalu lintas kereta penumpang juga ditutup.

"Hanya ada dua hal yang bisa saya lihat di jalanan, air dan manusia dan keduanya nampaknya saling tidak bersahabat," kata Rakesh Mehra, seorang dealer keuangan yang Rabu kemarin mencoba untuk pulang ke rumah menggunakan mobilnya.

Hujan tanpa henti juga sempat mengguyur beberapa wilayah negara bagian India yang bergerak di bidang industri ini selama empat hari berturut-turut.

"Pihak kepolisian bekerja menyelamatkan dan mengevakuasi orang-orang dengan kondisi jalanan yang tidak bisa digunakan. Pihak kepolisian tidak bisa mendorong kendaraan yang macet karena volume air belum berkurang," kata komisioner polisi A.N. Roy.

Biro cuaca di sana juga mengatakan "hujan yang sangat lebat" akan mengguyur Mumbai selama 24 jam ke depan, saat rel, jalanan dan lalulintas udara menuju dan keluar kota semuanya akan ditutup untuk kedua kalinya.

"Genangan air yang tinggi merupakan hal yang sangat mengganggu dan menghancurkan perputaran hidup di Mumbai saat musim hujan ini bersamaan datangnya dengan tiupan angin pantai yang kencang," kata staf prakiraan cuaca. Mereka juga memberi peringatan kepada nelayan untuk tidak berlayar sementara waktu. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)