Garuda Jajaki E-Ticketing
Jakarta (Bali Post) -
Garuda Indonesia menjajaki penggunaan sistem
e-ticketing. Nantinya, calon penumpang dapat memesan
tiket tanpa wujud fisik, dan cukup melalui iternet
bangking. ''Kita akan upayakan sistem ini bisa
diterapkan pada Maret 2006 mendatang. Melalui internet
bangking, calon penumpang tidak perlu mengambil bentuk
fisik tiket di kantor Garuda. Langsung ke airport saja,''
ujar Executive Vice President Sales & Marketing Garuda
Indonesia Agus Priyanto kepada pers di Jakarta, Rabu
(27/7) kemarin.
Menurut Agus, hal itu tidak terlepas dari tuntunan IATA
bahwa seluruh maskapai industri penerbangan diharuskan
memodernisasikan sistem pemesan dan informasi tiket pada
2007. Tidak hanya itu, operator penerbangan diharuskan
menginformasikan secara transparan perihal jadwal, dan
harga secara online. Dengan begitu, akan mengefisienkan
distribusi biaya tiket yang dikeluarkan operator. ''Kita
targetkan penurunan biaya dari 25 persen menjadi 15
persen,'' jelasnya.
Apakah dengan e-ticketing akan menggusur peran para agen
atau biro wisata sebagai mitra Garuda ? Agus menampiknya.
Menurut Agus, selama pelaku biro tersebut sudah
terdaftar dari IATA, pihaknya dapat membantu memasang
program sehingga tersambung secara online dengan Garuda.
Namun, untuk memudahkan para calon penumpang mendapatkan
tiket, pada jangka pendek ini, pihaknya menyempurnakan
sistem call center dan mengupayakan melalui SMS. Mulai 1
Agustus nanti, nomor call center yang berlaku
08070-1-807807 sebagai pengganti nomor akses lama
0807-1-427832.
Sementara, guna memberikan kesempatan kepada para
pelanggan agar lebih mengenal nomor akses baru tersebut,
nomor akses lama masih tetap dapat digunakan untuk
menghubungi Garuda Call Center hingga tanggal 31 Oktober
2005, baik untuk kepentingan reservasi maupun transaksi
penerbangan Garuda. ''Kita berupaya meningkatkan
pelayanan dan kenyamanan kepada pelanggan, khususnya
dalam melaksanakan reservasi atau transaksi penerbangan,''
terangya seraya menambahkan, pihaknya juga menyediakan
fasilitas sesuai kebutuhan pelangggan misalnya website
(www. Garuda-indonesia.com) untuk memudahkan
produk-produk Garuda.
Kepala Komunikasi Perusahaan Garuda Indonesia Pujobroto
menambahkan, aspek pelayanan merupakan key performace
indicator yang penting dalam kegiatan operasinya. Hal
ini sekaligus untuk mempertegas komitmen Garuda sebagai
full-service airline yang costumer driven sesuai
paradigma, bisnis penerbangan merupakan industri layanan,
bukan bisnis transportasi yang hanya sekadar mengangkut
penumpang dari satu kota ke kota lain tanpa
memperdulikan pelayanan. (kmb1)