Rupiah
Stabil
Jakarta (Bali Post) -
Nilai
tukar
mata uang
rupiah
terhadap dolar AS
pada
perdagangan Rabu
(27/7) kemarin,
ditutup
stabil di level 9.825
per dolar AS,
yang berarti
tidak
mengalami perubahan
dibandingkan
penutupan
Selasa (26/7).
Sejak
sesi
pagi, rupiah
berada
di kisaran
9.830/9.835 per dolar AS,
melemah
tipis dari
posisi
sebelumnya akibat
penguatan
dolar AS
terhadap
sejumlah
mata
uang regional.
Sampai
saat
penutupan, tidak
ada
sentimen positif yang
berarti
sehingga mampu
menggerakkan
rupiah.
Sementara
itu, Bank Indonesia (BI)
kembali
menutup lelang
Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
di
kisaran rata-rata tertimbang
tingkat
diskonto untuk
jangka
waktu 1-bulan sebesar
8,49 persen,
tidak
mengalami perubahan
dari
posisi sebelumnya.
Data BI menyebutkan,
lelang
tersebut berhasil
menyerap
dana Rp
38,02
trilyun dari target
indikatif
Rp 37
trilyun. Sedangkan
total jumlah
penawaran
lelang yang
masuk
Rp 38,91
trilyun
dengan frekuensi
penawaran 161
transaksi.
Dari lantai bursa,
pemodal
tampak aktif
melakukan
transaksi
beli
saham, sehingga
berhasil
mendorong
naik volume
dan
nilai transaksi.
Namun
IHSG sesi II
hanya
ditutup menguat
tipis 0,109
poin (0,009
persen)
ke level 1.178,112.
Sedangkan indeks LQ45
tertekan 0,622
poin (0,239
persen)
ke level 259,562. Demikian
pula Jakarta Islamic Index turun
0,812 poin (0,406
persen)
ke level 199,127.
Penguatan
indeks
ini ditopang
oleh
aksi beli
terhadap
saham-saham lapis
kedua
dan ketiga,
sedangkan
saham-saham
unggulan
umumnya
mengalami koreksi
harga
setelah menguat
cukup
signifikan.
Pemodal
asing
melakukan transaksi
beli
saham senilai
Rp 526,462
milyar.
Sedangkan
transaksi
jual Rp
338,462 milyar,
sehingga
terjadi net buying
Rp 188
milyar, atau
naik
dibandingkan sebelumnya
Rp 107,353
milyar.
Secara
keseluruhan volume saham
yang berhasil
berpindahtangan
tercatat 2,352
milyar
lembar saham
senilai
Rp 1,676 trilyun,
dengan
frekuensi 23.089 kali
transaksi. Sedangkan
total jenis
saham yang
diperdagangkan 199
saham
dengan rincian 80
menguat, 69
stagnan
dan 50 melemah.
(kmb2)