kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 28 Juli 2005

 Ekonomi


Turun
, Pengguna Dermaga Tanjung Perak

Surabaya (Bali Post) -
Selama
enam bulan terakhir, pengguna dermaga di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menurun. Kalau pada tahun 2004 pemakaian dermaga Tanjung Perak sekitar 70 persen, pada semester pertama 2005 ini hanya 60 persen. Penurunan itu akibat lesunya pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Demikian dikemukakan Direktur Personalia dan Umum PT Pelindo III DJ Dunda kepada wartawan di Surabaya, Rabu (27/7) kemarin.

Situasi tidak menguntungkan, diharapkan Pelindo III yang mengelola 19 pelabuhan termasuk Tanjung Perak ini hanya berlangsung sementara. ''Pendapatan kami otomatis ikut terpengaruh, karena jumlah kapal yang sandar dan bertambat menjadi berkurang,'' tambahnya.

Dunda mengaku tak bisa berbuat apa-apa untuk memperbaiki situasi seperti ini, karena BUMN ini hanya bertugas menyediakan fasilitas jasa. ''Kalau kapal tidak datang, itu sudah bukan urusan kita,'' paparnya.

Yang jelas, katanya, selama pertumbuhan ekonomi bergerak naik, jumlah kapal yang bersandar untuk melakukan bongkar muat di pelabuhan ini bakal semakin banyak. Namun, kali ini, jumlah kapal yang datang di Pelabuhan Tanjung Perak hanya 97 persen dibanding tahun 2004 lalu.

Direktur Keuangan PT Pelindo III Wahyu Suparyono mengatakan, total aset Pelindo III  hingga akhir 2004 mencapai Rp 2,7  trilyun. Dari jumlah itu, Pelindo III berhasil menghimpun keuntungan bersih Rp 312 milyar. Keuntungan sebanyak itu, kata dia, juga termasuk hasil sumbangan lima anak perusahaan yang belakangan sudah semakin mapan. Kelima perusahaan milik Pelindo III itu adalah PT Terminal Petikemas Surabaya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI), PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Portek Indonesia dan PT Ambang Barito Persada.

Dari keuntungan tersebut, menurutnya, PT Pelindo III ikut menyumbangkan 1 persen labanya untuk bina lingkungan dan 1-3 persen untuk pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Meski demikian, pihaknya menyatakan sangat selektif memberikan dukungan modal itu, antara lain dipersyaratkan adalah UKM yang lulus uji material dan formal. (059)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)