Turun,
Pengguna
Dermaga
Tanjung Perak
Surabaya (Bali Post) -
Selama
enam
bulan terakhir,
pengguna
dermaga
di Pelabuhan
Tanjung
Perak Surabaya menurun.
Kalau
pada tahun 2004
pemakaian
dermaga
Tanjung Perak
sekitar 70
persen,
pada semester pertama
2005 ini
hanya 60
persen.
Penurunan
itu
akibat lesunya
pertumbuhan
ekonomi
di Jawa
Timur.
Demikian
dikemukakan
Direktur
Personalia
dan
Umum PT Pelindo III
DJ Dunda
kepada
wartawan di
Surabaya,
Rabu (27/7)
kemarin.
Situasi
tidak
menguntungkan, diharapkan
Pelindo III yang
mengelola 19
pelabuhan
termasuk
Tanjung
Perak ini
hanya
berlangsung sementara.
''Pendapatan
kami
otomatis ikut
terpengaruh,
karena
jumlah kapal yang
sandar
dan bertambat
menjadi
berkurang,'' tambahnya.
Dunda
mengaku
tak bisa
berbuat
apa-apa untuk
memperbaiki
situasi
seperti ini,
karena BUMN
ini
hanya bertugas
menyediakan
fasilitas
jasa.
''Kalau
kapal
tidak datang,
itu
sudah bukan
urusan
kita,'' paparnya.
Yang jelas,
katanya,
selama
pertumbuhan ekonomi
bergerak
naik,
jumlah kapal yang
bersandar
untuk
melakukan bongkar
muat di
pelabuhan
ini
bakal semakin
banyak.
Namun,
kali ini,
jumlah
kapal yang datang
di
Pelabuhan Tanjung
Perak
hanya 97 persen
dibanding
tahun 2004
lalu.
Direktur
Keuangan PT
Pelindo III
Wahyu
Suparyono mengatakan,
total aset
Pelindo III
hingga
akhir 2004 mencapai
Rp 2,7
trilyun.
Dari jumlah
itu,
Pelindo III berhasil
menghimpun
keuntungan
bersih
Rp 312 milyar.
Keuntungan
sebanyak
itu,
kata dia,
juga
termasuk hasil
sumbangan
lima
anak
perusahaan yang belakangan
sudah
semakin mapan.
Kelima
perusahaan milik
Pelindo III
itu
adalah PT Terminal Petikemas
Surabaya, PT Berlian
Jasa Terminal Indonesia (BJTI),
PT Rumah
Sakit
Pelabuhan, PT Portek
Indonesia dan PT
Ambang
Barito Persada.
Dari keuntungan
tersebut,
menurutnya, PT
Pelindo III
ikut
menyumbangkan 1 persen
labanya
untuk bina
lingkungan
dan 1-3
persen untuk
pengembangan
Usaha
Kecil dan
Menengah (UKM).
Meski
demikian, pihaknya
menyatakan
sangat
selektif memberikan
dukungan modal
itu,
antara lain dipersyaratkan
adalah UKM yang lulus
uji material
dan formal.
(059)