kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Pon, 30 Juni 2005

 Ekonomi


Koperasi
Perlu Berdayakan Akuntabilitas dan Transparansi

Denpasar (Bali Post) -
Kerja
sama, akuntabilitas dan transparansi dalam koperasi masih perlu diberdayakan. Sebab, tiga prinsip ini merupakan jati diri koperasi yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan citra diri koperasi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi Propinsi Bali Ida Bagus Alit didampingi Kasi Penyuluhan dan Pemberian Badan Hukum Koperasi Gde Indra, Rabu (29/6) kemarin, ditemui sebelum diskusi Jati Diri Koperasi dalam rangka HUT ke-58 Koperasi.

Dikatakannya, ketiga prinsip ini bisa dilakukan melalui pendidikan anggota koperasi. Selama ini, pendidikan anggota cenderung belum mendapatkan perhatian yang serius padahal sebenarnya dana untuk pendidikan ini sudah dimiliki koperasi. Dana tersebut mesti disisihkan sebesar lima persen dari keuntungan tahunan koperasi. ''Pendidikan tidak saja dilakukan pemerintah dan Dekopinwil, melainkan juga koperasi karena sudah ada dana sebesar 5 persen dari keuntungan tahunan yang harus digunakan untuk itu,'' jelasnya.

Gde Indra menambahkan, secara umum anggota koperasi sudah relatif paham mengenai koperasi. Namun, perlu ada pendidikan penunjang lainnya yang bisa meningkatkan kemampuan anggota dan pengurus secara keseluruhan. Dia memaparkan kini anggota koperasi di Bali mencapai sekitar 650 ribu orang. Dilihat dari data tahun 2004, jumlah koperasi primer mencapai 2.330 unit. Sementara itu koperasi sekunder jumlahnya sekitar 31 unit.

Di samping pendidikan, menurut Manajer Koperasi Pasar Srinadi Klungkung I Nyoman Suwirta, yang hadir sebagai pembicara, penerapan jati diri koperasi bisa dilakukan melalui kerja sama antarkoperasi. Dia menekankan pentingnya kerja sama ini untuk menjaga jati diri koperasi. ''Kemitraan dalam koperasi tidak saja didengungkan, tetapi juga perlu ada implementasinya, karena selain untuk menjaga jati diri, terbukti mampu meningkatkan kinerja koperasi,'' tegasnya.

Upaya lain untuk meningkatkan citra koperasi dilontarkan Ketua Umum Koperasi Jasa Audit Kertha Yasa Propinsi Bali I Dewa Nyoman Badera. Dikemukakannya, tata kelola koperasi yang baik mesti disertai dengan kemampuan pertanggungjawaban kepada publik. Melalui proses audit, demikian Badera, pertanggungjawaban yang transparan dan akuntabilitas bisa terwujud. ''Kini sudah banyak koperasi yang sadar bahwa audit ini merupakan sarana yang paling tepat dalam mempertahankan kinerja yang baik,'' ujarnya.

Kesadaran pelaku koperasi ini, dinilainya tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi global yang semakin pesat dewasa ini. Dia mengatakan tuntutan akan akuntabilitas dan transparansi semakin dikedepankan dalam mengelola aktivitas organisasi. Koperasi pun, tekannya, tidak luput dari keharusan untuk menerapkan dua prinsip ini. Secara tidak langsung, tambahnya, penerapan dua prinsip ini akan meningkatkan nilai koperasi dan kinerja keuangan koperasi. (kmb18)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)