Massa PPP nyaris Bentrok
Jakarta (Bali Post) -
Peristiwa 27 Juli 1996 nyaris terulang kembali di kantor
Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Jalan Diponegoro
60 Jakarta Pusat, Selasa (3/5) kemarin. Ratusan
pendukung Hamzah Haz berniat mengambil alih kantor DPP
dari tangan pendukung Suryadharma Ali yang telah
menduduki kantor DPP selama sepekan. Panggung dan
spanduk pro-muktamar Juni 2005 juga hendak
dirobohkan. Ketegangan mereda setelah Hamzah Haz datang
untuk menenangkan massa. Hamzah lantas menggelar rapat
pimpinan harian pusat (PHP).
Massa pendukung Hamzah datang sekitar pukul 14.00 dengan
menggunakan atribut Angkatan Muda Ka'bah. Kedatangan
mereka membuat pendukung Suryadharma Ali atau pro-perubahan
dan pembaruan, yang berpakaian hitam-hitam, bersiaga.
Ketegangan muncul ketika koordinator massa pendukug
Hamzah, Panji Arta, mengultimatum agar massa yang
berada di dalam kantor segera keluar. Panji juga meminta
panggung orasi dirobohkan dan spanduk dicabuti.
Tuntutan ini rupanya tak ditanggapi secepatnya oleh
massa yang berada di dalam. Akhirnya, massa
pendukung Hamzah dengan berpakaian loreng bertuliskan
''Brigade Ka'bah'' mengepung kantor. Mereka bersiap akan
mengambil alih kantor DPP. ''Kalau tetap tidak mau
keluar, kita akan perang,'' tegas Panji kepada wartawan
di luar pagar.
Di bawah pimpinan Emron Pangkapi, Wakil Sekretaris PHP
PPP, massa di dalam gedung tetap kukuh tidak
mau meninggalkan gedung. Mereka justru
bersiap-siaga dengan melakukan pagar betis. Karena tidak
ingin terjadi bentrokan, Emron Pangkapi mengambil
inisiatif. Dia melakukan orasi yang intinya agar kedua
belah pihak menjaga diri agar tidak sampai terjadi
bentrokan. ''Kami mengimbau agar yang di luar dan di
dalam bisa tetap bersahabat dan menjaga kedamaian,''
ungkapnya.
Kendati tegang, Sekretaris Umum PPP Yunus Yosfiah tetap
berada di dalam gedung. Jenderal (purn) bintang
tiga itu tetap berada di dalam ruangannya untuk memantau
situasi dari dalam. Padahal di dalam, massa pendukung
Suryadharma tetap menguasai gedung. Namun, mereka tidak
merusak. Mereka hanya berorasi dan menjaga para
pendukung Hamzah agar tidak memasuki kantor.
Tiga puluh menit kemudian, Hamzah datang. Kedatangannya
disambut hangat oleh pendukungnya di luar pagar.
Sementara massa yang menduduki gedung juga melakukan hal
serupa. Mereka menyalami Hamzah. Bahkan, banyak yang
mencium tangannya. Usmah Hisyam dan Mohammad Roza
mengawal Hamzah hingga ke dalam gedung.
Di dalam gedung, Hamzah bertemu Emron Pangkapi --
pelopor perubahan dan pembaruan yang pro-muktamar 2005
dan ingin menggulingkan Hamzah. Anehnya, Emron langsung
menyalami dan mencium tangan Hamzah. Ketegangan pun
mereda. Masing-masing massa di dalam dan di luar
perlahan-lahan membubarkan diri.
Hasil Rapat
Sementara itu, rapat di lantai dua kantor DPP PPP
berlangsung keras dan alot. Rapat dihadiri oleh
hampir seluruh anggota PHP, 27 orang, kecuali Wakil
Ketua PHP Alimarwan Hanan. Tampak yang hadir
antara lain Hamzah Haz (ketua umum), Suryadharma Ali --
datang agak terlambat (ketua), Andi Ghalib (ketua),
Yunus Yosfiah (sekum), Emron Pangkapi (wakil sekum),
Ermalena, Sahrial Agamas, Arif Mudatsir Mandan, Endin
Sofihara, dan Djuhad Mahja.
Kubu pro-percepatan muktamar ngotot mengajukan sejumlah
tuntutan. Di antaranya, mereka meminta PHP
pimpinan Hamzah Haz segera mencabut pemecatan terhadap
40 kader PPP di daerah-daerah yang pernah menghadiri
silatnas. Tuntutan lainnya, kata Emron Pangkapi, PHP
juga harus mencabut SK teguran dan peringatan kepada
puluhan kader PPP lainnya.
Desakan gerakan pembaruan yang dimotori Suryadharma Ali
ini rupanya berhasil. Rapat PHP kemarin menyetujui
pencabutan SK pemecatan terhadap sekitar 40 lebih kader
daerah. PHP juga menyepakati menarik surat peringatan
dan ancaman pemberhentian kepda puluhan kader lainnya.
Selain itu, tuntutan dari kubu Hamzah juga diakomodasi.
Tuntutan Ermalena ke polisi disepakati dicabut, tuntutan
ke pengadilan, dan pendudukan kantor serta pembentukan
muktamar Juni 2005 juga harus dihentikan.
''Jadi, semuanya sekarang zero-zero,'' tegas Hamzah Haz
usai rapat. Kata Hamzah, semua masalah di internal
PPP dianggap selesai. Hanya satu hal lagi yang
belum disepakati yakni pelaksanaan muktamar. Namun,
Hamzah mengaku pembahasan muktamar apakah dipercepat
atau dilaksanakan sesuai agenda awal akan dilakukan
dalam forum konsolidasi organisasi dan kaderisasi partai
pada rapat PHP ke-72.
Salah satu Ketua PHP Arif Mudatsir Mandan mengatakan,
yang pasti pelaksanaan muktamar Juni 2005 seperti
tuntutan Suryadharma Ali cs. tidak dapat dilaksanakan.
''Sebab, kesepakatannya, muktamar dilakukan
setelah pelaksanaan muktamar di tingkat ranting, cabang
dan wilayah selesai. Itu perlu waktu lama. Jadi,
tidak mungkin digelar mukmatar Juni 2005,'' kata Arif
menandaskan.
Dari kubu Suryadharma Ali melalui jubirnya Emron
Pangkapi mengaku akan tetap mengusulkan percepatan
muktamar dalam forum konsolidasi yang akan digelar
secepatnya. (kmb7)