kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 4 Mei 2005

 Politik


Massa PPP nyaris Bentrok
 

Jakarta (Bali Post) -
Peristiwa 27 Juli 1996 nyaris terulang kembali di kantor Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Jalan Diponegoro 60 Jakarta Pusat, Selasa (3/5) kemarin. Ratusan pendukung Hamzah Haz berniat mengambil alih kantor DPP dari tangan pendukung Suryadharma Ali yang telah menduduki kantor DPP selama sepekan. Panggung dan spanduk  pro-muktamar Juni 2005 juga hendak dirobohkan. Ketegangan mereda setelah Hamzah Haz datang untuk menenangkan massa. Hamzah lantas menggelar rapat pimpinan harian pusat (PHP).

Massa pendukung Hamzah datang sekitar pukul 14.00 dengan menggunakan atribut Angkatan Muda Ka'bah. Kedatangan mereka membuat pendukung Suryadharma Ali atau pro-perubahan dan pembaruan, yang berpakaian hitam-hitam, bersiaga. Ketegangan muncul ketika koordinator massa pendukug Hamzah, Panji Arta,  mengultimatum agar massa yang berada di dalam kantor segera keluar. Panji juga meminta panggung orasi dirobohkan dan spanduk dicabuti.

Tuntutan ini rupanya tak ditanggapi secepatnya oleh massa yang  berada di dalam. Akhirnya, massa pendukung Hamzah dengan berpakaian loreng bertuliskan ''Brigade Ka'bah'' mengepung kantor. Mereka bersiap akan mengambil alih kantor DPP. ''Kalau tetap tidak mau keluar, kita akan perang,'' tegas Panji kepada wartawan di luar pagar.

Di bawah pimpinan Emron Pangkapi, Wakil Sekretaris PHP PPP,   massa di dalam gedung tetap kukuh tidak mau meninggalkan gedung.  Mereka justru bersiap-siaga dengan melakukan pagar betis. Karena tidak ingin terjadi bentrokan, Emron Pangkapi mengambil inisiatif. Dia melakukan orasi yang intinya agar kedua belah pihak menjaga diri agar tidak sampai terjadi bentrokan. ''Kami mengimbau agar yang di luar dan di dalam bisa tetap bersahabat dan menjaga kedamaian,'' ungkapnya.

Kendati tegang, Sekretaris Umum PPP Yunus Yosfiah tetap berada di dalam gedung.  Jenderal (purn) bintang tiga itu tetap berada di dalam ruangannya untuk memantau situasi dari dalam. Padahal di dalam, massa pendukung Suryadharma tetap menguasai gedung. Namun, mereka tidak merusak. Mereka hanya berorasi dan menjaga para pendukung Hamzah agar tidak memasuki kantor.

Tiga puluh menit kemudian, Hamzah datang. Kedatangannya disambut hangat oleh pendukungnya di luar pagar. Sementara massa yang menduduki gedung juga melakukan hal serupa. Mereka menyalami Hamzah. Bahkan, banyak yang mencium tangannya. Usmah Hisyam dan Mohammad Roza mengawal Hamzah hingga ke dalam gedung.

Di dalam gedung, Hamzah bertemu Emron Pangkapi -- pelopor perubahan dan pembaruan yang pro-muktamar 2005 dan ingin menggulingkan Hamzah. Anehnya, Emron langsung menyalami dan mencium tangan Hamzah. Ketegangan pun mereda. Masing-masing massa di dalam dan di luar perlahan-lahan membubarkan diri.

 

Hasil Rapat

 

Sementara itu, rapat di lantai dua kantor DPP PPP berlangsung keras dan alot. Rapat dihadiri oleh  hampir seluruh anggota PHP, 27 orang, kecuali Wakil Ketua PHP Alimarwan Hanan.  Tampak yang hadir antara lain Hamzah Haz (ketua umum), Suryadharma Ali -- datang agak terlambat (ketua), Andi Ghalib (ketua), Yunus Yosfiah (sekum), Emron Pangkapi (wakil sekum), Ermalena, Sahrial Agamas, Arif Mudatsir Mandan, Endin Sofihara, dan Djuhad Mahja.

Kubu pro-percepatan muktamar ngotot mengajukan sejumlah tuntutan.  Di antaranya, mereka meminta PHP pimpinan Hamzah Haz segera mencabut pemecatan terhadap 40 kader PPP di daerah-daerah yang pernah menghadiri silatnas. Tuntutan lainnya, kata Emron Pangkapi, PHP juga harus mencabut SK teguran dan peringatan kepada puluhan kader PPP lainnya.

Desakan gerakan pembaruan yang dimotori Suryadharma Ali ini rupanya berhasil. Rapat PHP kemarin menyetujui pencabutan SK pemecatan terhadap sekitar 40 lebih kader daerah. PHP juga menyepakati menarik surat peringatan dan ancaman pemberhentian kepda puluhan kader lainnya. Selain itu, tuntutan dari kubu Hamzah juga diakomodasi. Tuntutan Ermalena ke polisi disepakati dicabut, tuntutan ke pengadilan, dan pendudukan kantor serta pembentukan muktamar Juni 2005 juga harus dihentikan. 

''Jadi, semuanya sekarang zero-zero,'' tegas Hamzah Haz usai rapat.  Kata Hamzah, semua masalah di internal  PPP dianggap selesai.  Hanya satu hal lagi yang belum disepakati yakni pelaksanaan muktamar. Namun, Hamzah mengaku pembahasan muktamar apakah dipercepat atau dilaksanakan sesuai agenda awal akan dilakukan dalam forum konsolidasi organisasi dan kaderisasi partai pada rapat PHP ke-72.

Salah satu Ketua PHP Arif Mudatsir Mandan mengatakan, yang pasti pelaksanaan muktamar Juni 2005 seperti tuntutan Suryadharma Ali cs. tidak dapat dilaksanakan. ''Sebab,  kesepakatannya, muktamar dilakukan setelah pelaksanaan muktamar di tingkat ranting, cabang dan wilayah selesai. Itu  perlu waktu lama. Jadi, tidak mungkin digelar mukmatar Juni 2005,'' kata Arif menandaskan.

Dari kubu Suryadharma Ali melalui jubirnya Emron Pangkapi mengaku akan tetap mengusulkan percepatan muktamar dalam forum konsolidasi yang akan digelar secepatnya. (kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)