Terancam,
Lima Anggota KPUD
Dompu
Diungsikan di
Polres
Dompu
(Suara NTB) -
Pasca
penetapan
bakal
calon bupati
dan
wakil bupati (bacabup/bacawabup)
Dompu yang
menghasilkan
lima
bakal
calon lolos
untuk
seleksi tahap
berikutnya,
mengundang
protes
dari pendukung
bakal
calon (balon) yang
gugur.
Aksi
massa
yang memprotes
keputusan KPUD
Dompu
sejak Jumat (29/4)
lalu
hingga Selasa (3/5),
belum
surut. Keselamatan
para
anggota KPUD setempat
terancam,
hingga
terpaksa polisi
mengungsikan
lima
anggota
penyelenggara pemilu
dan
pilkada itu
di
Polres Dompu.
Kapolres
Dompu AKBP Drs.
Suyata yang
dikonfirmasi via
telepon
Selasa (3/5) malam
kemarin,
mengakui
bahwa
situasi politik
di
Dompu kian
memanas.
Karena
pertimbangan itu,
sejak
Jumat lalu, lima
anggota KPUD
Dompu -- Ir.
Rusdi (Ketua)
dan
empat anggota
kelompok
kerja (Pokja)
masing
masing Drs. Satria
Irawan, Drs.
Mahdi,
Irvan, S.E. dan
Maman, S.H. ''Hingga
Selasa
ini (kemarin-red),
kami
belum berani
mengizinkan
kelimanya
ke luar
Polres
karena situasi
politik
kian memanas,''
jelas
Suyata.
Dijelaskan,
aksi
massa
yang memprotes KPUD
Dompu
terjadi sejak
Jumat
lalu menyusul
ditetapkannya lima
bacabu/bacawabup yang
lolos,
sementara dua
paket lain
dinyatakan
gugur
Kamis (28/4) lalu.
Salah
satu
paket yang dinyatakan
tidak
lolos verifikasi
yakni
pasangan Drs. Najib/Rusdi
Taufik.
Tidak
lolosnya
paket
ini mengundang
protes
keras dari
para
pendukungnya.
Sekolompok
warga
pendukung paket
tak
lolos ini
memprotes
hasil
keputusan KPUD Dompu
Jumat
lalu.
Protes
tersebut menurut
Kapolres
ditanggapi KPUD
dengan
menggelar dialog yang
difasilitasi DPRD setempat.
''Dialog
berlangsung
mulai
Jumat malam
hingga
Sabtu lalu
dan
tanpa menghasilkan
kesepakatan,''
terangnya.
Senin
(2/5) lalu,
direncanakan
akan
ada
penetapan pengundian
nomor
urut calon yang
lolos,
namun gagal
dilakukan
karena
kondisi keamanan
tak
memungkinkan.
Kekecewaan
pendukung
balon yang
tak
lolos terus
berlanjut
dan
sedikitnya 300 warga,
Selasa (3/5)
kemarin
menggelar aksi
di
Kantor KPUD dan
Kantor
Bupati Dompu,
meminta
pilkada ditunda.
Menurut
Kaporles, aksi
massa
tidak
sampai anarkis
dan
berhasil dikendalikan.
Melihat
situasi
belum kondusif,
Polres
Dompu selain
menurunkan
dua
pertiga dari
seluruh
kekuatan yang dimilikinya,
juga
meminta bantuan
ke Bima
dan
Sumbawa.
''Kami
meminta
bantuan masing-masing
satu
peleton Dalmas
dari
polres Bima
dan
Sumbawa,
karena
situasinya semakin
memanas,''
terang
Kapolres.
(049)