kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 4 Mei 2005

 Ekonomi


Perbankan Tahan Kenaikan Bunga
 

Jakarta (Bali Post) -
Kalangan perbankan masih akan menahan kenaikan bunga bank, meski bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) memiliki trend yang terus naik. Paling tidak, inilah yang dilakukan  Bank Permata untuk tidak menjadi price leader dalam hal bunga perbankan. "Kami tidak mau jadi price leader. Lihat dululah situasi pasar seperti apa," kata Direktur Retail Banking Bank Permata Irman A. Zahiruddin saat meluncurkan program Wish Come True di Jakarta, Selasa (3/5) kemarin.

Menurutnya, saat ini Bank Permata terus memonitor kondisi liabilities (kewajiban) secara produk ataupun region setiap harinya. Hasilnya, manajemen memutuskan untuk belum saatnya menaikkan bunga pinjaman.

Saat ini, paparnya, tingkat suku bunga dana tabungan Bank Permata adalah 4,5 persen, sedangkan suku bunga deposito sekitar 5,5 persen. Angka-angka ini lebih rendah dari suku bunga penjaminan maksimal ditetapkan Bank Indonesia. Seperti diketahui, mulai tanggal 1-31 Mei 2005, BI menetapkan suku bunga penjaminan dana pihak ketiga dalam rupiah adalah 7,51 persen untuk jangka waktu satu bulan, 7,56 persen untuk tiga bulan, 7,61 untuk enam bulan, 7,17 persen untuk 12 bulan dan 8,06 persen untuk 24 bulan.

Irman mengungkapkan, per 31 Maret 2005, Bank Permata membukukan laba bersih Rp 131 milyar, meningkat tiga persen dari tahun lalu. Sedangkan, rasio cukupnya modal (CAR) 13 persen dengan total aset Rp 29,6 trilyun. Rasio kredit seret (NPL) turun dari posisi tahun lalu 2,6 persen menjadi 1,4 persen.

Di tempat berbeda, Head of Treasury Sales and Debt Markets HSBC Radianto Kusumo mengatakan, kenaikan suku bunga SBI akan mengubah penggunaan uang (kredit) dari tujuan private consumption (konsumsi) ke sektor investasi. Artinya, menurut Radianto, kenaikan suku bunga SBI akan menyebabkan kredit murah dari bank (Cheap Banking Credit/CBC) berkurang, sehingga penggunaan uang yang beredar akan beralih dari tujuan konsumsi ke sektor investasi.

Dia menduga, kenaikan bunga SBI ke depan akan terus terjadi, mengingat tingkat bunga saat ini merupakan yang terendah sepanjang sejarh perbankan Indonesia. Akibatnya, pengurangan kredit murah bank tidak dapat terhindarkan lagi. "Bank akan memilih untuk menanamkan di SBI lagi," tandasnya.

(kmb2)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)