kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 4 Mei 2005

 Bali


Kelompok
Pria Mabuk Bunuh Andry
* Keris Tembus Dada-Punggung
 

Denpasar (Bali Post) -
Masyarakat
di Jalan Sedap Malam, Kesiman, Denpasar, Senin (2/5) malam pukul 23.30 tiba-tiba tersontak dan geger. Jenazah Andry (21), siswa kelas II SMAP Renon, tergeletak di tepi parit, tepat di depan Pudak Stegal Garden. Darah segar terus menetes dari dada korban, sebelum polisi mengamankan TKP. Andry yang hanya mengenakan celana pendek mengalami luka bekas tusukan keris dari dada kiri tembus punggung belakang. Benarkah korban tewas akibat dikeroyok kelompok pria mabuk?

Kasus berdarah di Jalan Sedap Malam diduga dipicu minuman keras. Informasi di TKP, Andry membonceng Made Nuriadi datang dari arah selatan. Di depan kebun bunga Pudak Stegal, ada kelompok pria sedang pesta miras. Begitu korban lewat, ada yang menyapa dengan kata, ''hai...'' Andry dan Nuriadi yang diduga habis menegak minuman beralkhohol di Jalan Imam Bonjol, mendatangi sumber suara itu. Korban pun bertanya, ''siapa yang bilang hai...''. Sesuai keterangan saksi Nuriadi, korban baru datang dari berkunjung ke rumah bibinya, Ni Made Rai.

Kelompok pria yang antara lain berinisial DD, CN, KL, dan BK (semua asal Nusa Penida) itu menyahut lagi, ''Saya kira teman saya, ayo minum.'' Andry pun turun dan ikut bergabung. Kedua korban malah sempat bersalaman dengan para pelaku, bahkan saling mengenalkan diri.

Diduga DD dan CH pamit dan mengaku akan mengambil arak lagi. Kedua pria yang kini buronan polisi itu pulang ke rumah DD, sekitar 100 meter sebelah barat dari TKP. Tak lama berselang, DD dan CH datang membawa sebilah keris. Andry dan Nuriadi yang tak menyangka dapat musibah, langsung dihajar dengan benda tajam. Sabetan keris melukai leher Andry, sebelum ujung keris yang lancip menancap dari dada kiri tembus pungung belakang.

Korban tersungkur di tepi parit, dan darah segar muncrat dari lubang sekitar 10 sentimeter. Nuriadi berhasil menyelamatkan diri, namun mengalami luka di bagian leher kiri, pinggang, dan lengan. Begitu korban sudah tak bernyawa, DD bersama tersangka lainnya kabur meninggalkan TKP.

 

Blokir TKP

 

Berselang sekitar 15 menit, Kasat Reskrim Poltabes Denpasar Kompol Faesal Tayeb bersama pasukan buser datang ke TKP. Kapolsek Dentim AKP Rendra Radita Dewayana juga terjun, dan beberapa buser Polda Bali tampak ikut bergabung. Polisi memblokir Jalan Sedap Malam dan memeriksa ketat tiap orang yang hendak lewat ke TKP. Setelah melakukan olah TKP, Selasa (3/5) dini hari pukul 01.30, jenazah almarhum dibawa ke RS Sanglah.

Kompol Faesal langsung menggelar rapat dadakan di jalan raya. Informasi yang dihimpun Bali Post, polisi menggeledah rumah DD pukul 02.00. Kedatangan petugas disambut Pan Darti, orangtua DD. DD diduga kuat menusuk Andry hingga tewas. Sayang, pria tengah baya itu menyembunyikan keberadaan kelompok pria yang membunuh korban. Padahal, dari pengakuan saksi yang sudah diamankan polisi, DD, CH, BK, dan KL sempat mengintip pasukan Kompol Faesal dari lubang bedek rumah.

Begitu aparat menghilang, para pelaku kabur dan sampai sekarang belum bisa ditangkap. Toh begitu, polisi berhasil mengamankan dua saksi, DG dan WW, yang melihat langsung kasus pembunuhan di Jalan Sedap Malam itu. DG yang tak lain adik kandung DD, diambil di rumahnya. Sementara WW diringkus petugas saat bersembunyi di mobil milik orang lain, sekitar 150 meter dari TKP. Kedua saksi masih mendekam di sel Maplsek Dentim.

 

Keluarga

Ruangan Reskrim Mapolsek Dentim didatangi keluarga korban yang tinggal di Jalan Merta Sari, Sanur, Selasa (3/5) kemarin. Ni Ketut Siti, ibu kandung almarhum Andry, terlihat shock dan masih berduka. Made Kade, bapak kandung Andry, tampak lebih bisa menahan emosi. Ada juga Wayan Sugiarta, kakak kandung korban, bersama beberapa saudara tirinya. ''Sebelum kejadian, anak saya pamit training. Tak ada firasat buruk,'' kata Siti dengan suara parau.

Sugiarta menambahkan, korban sempat minta dirinya mengedarkan kupon bazar. Andry beralasan sibuk training, dan kupon amal harus dibagikan. ''Saya diberi tahu polisi pukul 03.00, dan langsung ke RS Sanglah,'' ucapnya.

Kapolsek Densel AKP Rendra Radita Dewayana, S.IK. menegaskan, identitas kelompok pria yang menghabisi nyawa Andry sudah dikantongi petugas. Tersangka utama DD dan CH tengah diburu polisi. ''Dua saksi sudah diamankan, di samping menyita BB berupa sebilah keris dan baju kaos oranye,'' tegasnya.

Tim gabungan Poltabes Denpasar dan Mapolsek Dentim sudah memblokir tempat-tempat tertentu yang selama ini dijadikan ''markas'' kelompok pelaku. Para tersangka yang semua asal Nuda Penida itu diyakini masih ngumpet di Denpasar. Khusus terhadap tersangka utama DD, Kapolsek Rendra mengaku dapat informasi yang bersangkutan punya enam istri simpanan. ''Anggota sudah menemui wanita-wanita yang selama ini dekat dengan DD. Anggota masih di lapangan,'' katanya saat dimintai konfirmasi pukul 22.00. (kmb10)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)