Kelompok
Pria
Mabuk Bunuh
Andry
* Keris
Tembus Dada-Punggung
Denpasar
(Bali Post) -
Masyarakat
di
Jalan Sedap
Malam,
Kesiman, Denpasar,
Senin (2/5)
malam
pukul 23.30 tiba-tiba
tersontak
dan
geger. Jenazah
Andry (21),
siswa
kelas II SMAP Renon,
tergeletak
di tepi
parit,
tepat di
depan
Pudak
Stegal
Garden. Darah
segar
terus menetes
dari dada
korban,
sebelum polisi
mengamankan TKP.
Andry yang
hanya
mengenakan celana
pendek
mengalami luka
bekas
tusukan keris
dari dada
kiri
tembus punggung
belakang.
Benarkah
korban
tewas akibat
dikeroyok
kelompok
pria
mabuk?
Kasus
berdarah
di
Jalan Sedap
Malam
diduga dipicu
minuman
keras. Informasi
di TKP,
Andry membonceng Made
Nuriadi
datang dari
arah
selatan. Di
depan
kebun bunga
Pudak
Stegal, ada
kelompok
pria
sedang pesta
miras.
Begitu korban
lewat,
ada yang menyapa
dengan
kata, ''hai...''
Andry
dan Nuriadi yang
diduga
habis menegak
minuman
beralkhohol di
Jalan Imam
Bonjol,
mendatangi sumber
suara
itu. Korban pun
bertanya, ''siapa
yang bilang
hai...''.
Sesuai
keterangan saksi
Nuriadi,
korban
baru datang
dari
berkunjung ke
rumah
bibinya, Ni Made Rai.
Kelompok
pria yang
antara lain
berinisial DD, CN, KL,
dan BK (semua
asal
Nusa Penida)
itu
menyahut lagi, ''Saya
kira
teman saya,
ayo
minum.'' Andry pun
turun
dan ikut
bergabung.
Kedua
korban malah
sempat
bersalaman dengan
para
pelaku, bahkan
saling
mengenalkan diri.
Diduga
DD dan CH
pamit
dan mengaku
akan
mengambil arak
lagi.
Kedua pria yang
kini
buronan polisi
itu
pulang ke
rumah DD,
sekitar 100 meter
sebelah
barat dari TKP.
Tak lama
berselang, DD
dan CH
datang membawa
sebilah
keris. Andry
dan
Nuriadi yang tak
menyangka
dapat
musibah, langsung
dihajar
dengan benda
tajam.
Sabetan keris
melukai
leher Andry,
sebelum
ujung keris yang
lancip
menancap dari dada
kiri
tembus pungung
belakang.
Korban
tersungkur
di tepi
parit,
dan darah
segar
muncrat dari
lubang
sekitar 10 sentimeter.
Nuriadi
berhasil menyelamatkan
diri,
namun mengalami
luka di
bagian
leher kiri,
pinggang,
dan
lengan. Begitu
korban
sudah tak
bernyawa, DD
bersama
tersangka lainnya
kabur
meninggalkan TKP.
Blokir
TKP
Berselang
sekitar 15
menit,
Kasat Reskrim
Poltabes
Denpasar
Kompol
Faesal Tayeb
bersama
pasukan buser
datang
ke TKP. Kapolsek
Dentim AKP
Rendra
Radita Dewayana
juga
terjun, dan
beberapa
buser
Polda Bali tampak
ikut
bergabung. Polisi
memblokir
Jalan
Sedap Malam
dan
memeriksa ketat
tiap
orang yang hendak
lewat
ke TKP. Setelah
melakukan
olah TKP,
Selasa (3/5)
dini
hari pukul 01.30,
jenazah
almarhum dibawa
ke RS
Sanglah.
Kompol
Faesal
langsung menggelar
rapat
dadakan di
jalan
raya. Informasi yang
dihimpun Bali Post,
polisi
menggeledah rumah DD
pukul 02.00.
Kedatangan
petugas
disambut Pan Darti,
orangtua DD. DD
diduga
kuat menusuk
Andry
hingga tewas.
Sayang,
pria tengah
baya
itu menyembunyikan
keberadaan
kelompok
pria yang
membunuh
korban.
Padahal, dari
pengakuan
saksi yang
sudah
diamankan polisi, DD,
CH, BK, dan KL
sempat
mengintip pasukan
Kompol
Faesal dari
lubang
bedek rumah.
Begitu
aparat
menghilang, para
pelaku
kabur dan
sampai
sekarang belum
bisa
ditangkap. Toh
begitu,
polisi berhasil
mengamankan
dua
saksi, DG dan WW,
yang melihat
langsung
kasus
pembunuhan di
Jalan
Sedap Malam
itu. DG yang
tak lain
adik
kandung DD, diambil
di
rumahnya. Sementara
WW diringkus
petugas
saat bersembunyi
di
mobil milik
orang lain,
sekitar 150 meter
dari TKP.
Kedua
saksi masih
mendekam
di sel
Maplsek
Dentim.
Keluarga
Ruangan
Reskrim
Mapolsek Dentim
didatangi
keluarga
korban yang
tinggal
di Jalan
Merta Sari,
Sanur,
Selasa (3/5) kemarin.
Ni Ketut
Siti,
ibu kandung
almarhum
Andry,
terlihat shock dan
masih
berduka. Made Kade,
bapak
kandung Andry,
tampak
lebih bisa
menahan
emosi. Ada
juga
Wayan Sugiarta,
kakak
kandung korban,
bersama
beberapa saudara
tirinya. ''Sebelum
kejadian,
anak
saya pamit training.
Tak ada
firasat
buruk,'' kata
Siti
dengan suara
parau.
Sugiarta
menambahkan,
korban
sempat minta
dirinya
mengedarkan kupon
bazar.
Andry beralasan
sibuk training,
dan
kupon amal
harus
dibagikan. ''Saya
diberi
tahu polisi
pukul 03.00,
dan
langsung ke RS
Sanglah,''
ucapnya.
Kapolsek
Densel AKP
Rendra
Radita Dewayana, S.IK.
menegaskan,
identitas
kelompok
pria yang
menghabisi
nyawa
Andry sudah
dikantongi
petugas.
Tersangka
utama DD
dan CH
tengah diburu
polisi. ''Dua
saksi
sudah diamankan,
di
samping menyita BB
berupa
sebilah keris
dan
baju kaos
oranye,''
tegasnya.
Tim gabungan
Poltabes
Denpasar
dan
Mapolsek Dentim
sudah
memblokir tempat-tempat
tertentu yang
selama
ini dijadikan ''markas''
kelompok
pelaku. Para
tersangka yang
semua
asal Nuda
Penida
itu diyakini
masih
ngumpet di
Denpasar.
Khusus
terhadap tersangka
utama DD,
Kapolsek
Rendra
mengaku dapat
informasi yang
bersangkutan
punya
enam istri
simpanan. ''Anggota
sudah
menemui wanita-wanita
yang selama
ini
dekat dengan DD.
Anggota
masih di
lapangan,''
katanya
saat dimintai
konfirmasi
pukul 22.00. (kmb10)