kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 25 Mei 2005

 Ekonomi


Menhub Perjuangkan Penurunan Tarif THC
 

Jakarta (Bali Post) -
Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Rajasa memperkirakan penurunan tarif terminal handling charge (THC) secara total tidak akan lebih dari 30% dari tarif semula. Meski begitu, pihaknya tetap memperjuangkan agar tarif THC tersebut dapat diturunkan seminimal mungkin.

Menurut Hatta, kemungkinan pihak shipping line akan keberatan apabila ada penurunan tarif THC secara total hingga 30%. pihak Shipping line sendiri belum menyodorkan angka usulan mereka untuk biaya shipping-nya. Sementara untuk item lain yang menyusun tarif THC, tarif empty container (kargo kosong) telah setuju diturunkan.

"Beberapa item yang mempengaruhi harga THC tersebut akan diupayakan terus dikurangi. Khususnya untuk empty container, kita usahakan agar turun menjadi 75% dari 90% sebelumnya (dibanding tarif kontainer isi - red)," ujar Hatta Rajasa kepada pers di Jakarta, Senin (24/5) kemarin.

Ia menjelaskan penurunan tarif empty container tersebut, mengakomodasi keluhan para eksportir dan importir akibat adanya ketidakseimbangan antara ekspor dan impor yang menyebabkan adanya biaya penanganan terhadap kargo kosong, "Ekspor kita terlalu banyak dibandingkan impor. Biaya penanganan kargo kosong inilah yang dinilai mahal," ujar Hatta.

Namun begitu, sambungnya, biaya penanganan kargo tersebut bukanlah satu-satunya komponen pada pembentukan tarif THC. Seperti diungkapkan di atas, komponen lainnya adalah biaya shipping. Karena saat ini pengangkutan barang lewat laut masih banyak yang menggunakan pelayaran asing, maka mengenai penurunan biaya shipping harus dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak pelayaran asing tersebut.

"Nah, biaya itulah yang harus diputuskan oleh conference pelayaran asing itu. Kita sudah meminta, namun belum ada masukan dari mereka sampai sekarang," ujar Hatta.

Menurutnya, pihak pelayaran asing juga harus memberikan komitmen untuk menurunkan shipping cost agar bisa menekan tarif THC secara keseluruhan. Koordinasi dengan pihak Overseas Shipowner Association/ OSRA belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini, tambah Hatta.

Hatta menjelaskan, tidak semua biaya dimasukan dalam perhitungan THC. Ada tarif yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu biaya cargo handling charger. Untuk kontainer ukuran 20 feet ditentukan sebesar 93 dolar AS. Sementara biaya lain yang diterapkan dari pihak shipping conference sebesar 57 dolar AS.

Untuk THC kontainer ukuran 20 feet diperlukan biaya handling sebesar totalnya  150 dolar AS. Sementara untuk kontainer dengan ukuran 40 feet dikenakan biaya sebesar  240 dolar AS per kontainer. Sementara, besaran tarif  57 dolar AS  per kontainer ukuran 20 feet tersebut ditetapkan atas kesepakatan conference shipping, karena mempertimbangkan adanya kargo kosong (empty container).

Sedangkan, empty container inilah yang merupakan biaya terbesar dari 11 komponen biaya lainnya yang dikenakan di pelabuhan. Jadi hal tersebut yang menyebabkan tarif handling charge di Indonesia cukup tinggi dibanding negara lainya.

Meski demikian, jelas Hatta, apabila dinilai dari total tarif angkutan laut freight dengan beberapa negara tetangga lainnya seperti Thailand dan China di Indonesia masih lebih rendah. "Secara total masih lebih rendah ketimbang Thailand dan Cina misalnya," tambah Hatta. (kmb1)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)