kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 4 April 2005

 Ekonomi


Antrean
PDAM makin Panjang 

Gianyar (Bali Post) -
Meningkatnya
kebutuhan air bersih warga tidak dapat diantisipasi PDAM Gianyar. Akibatnya, antrean pun bertambah panjang. Hal ini diakui Direktur PDAM Gianyar Dewa Putu Djati, Minggu (3/4) kemarin.

''Terus terang, kami belum mampu merealisasikan permohonan warga yang mengajukan pemasangan sambungan PDAM baru. Dengan kondisi yang ada saat ini saja, distribusi air bersih ke sejumlah pelanggan seringkali terganggu karena pemakaiannya memang sudah overload. Debit air yang ada sudah tidak sebanding lagi dengan jumlah pelanggan,'' katanya bernada pasrah.

Menurut Djati, sejumlah desa di Gianyar memang sudah masuk kategori krisis air bersih. Kantong-kantong krisis air itu tersebar merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Gianyar. Di pihak lain, debit air di sejumlah sumber mata air cenderung menurun. Sumber mata air dengan debit terbesar saat ini terletak di Banjar Bayad, Tegallalang dengan debit air sekitar 20 liter/detik. Sementara di sumber mata air lainnya yang dikelola PDAM, debit airnya relatif kecil yakni berkisar antara 2 hingga 4 liter/detik. Kalau seluruh sumber mata air di Gianyar digabungkan, debit airnya paling banter mencapai 500 liter/detik saja.

Djati menambahkan pihaknya sangat kesulitan membangun fasilitas reservoar dan pemanfaat sumber mata air baru lantaran tidak memiliki cukup dana untuk kepentingan tersebut. Apalagi, jika rencana kenaikan tarif yang diusulkan PDAM nantinya benar-benar tidak direstui oleh DPRD Gianyar atau tidak disetujui oleh Bupati A.A. Gde Agung Bharata, S.H. (kmb13)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)