Antrean
PDAM makin
Panjang
Gianyar
(Bali Post) -
Meningkatnya
kebutuhan air
bersih
warga
tidak
dapat
diantisipasi
PDAM Gianyar.
Akibatnya,
antrean pun
bertambah
panjang.
Hal ini
diakui
Direktur PDAM
Gianyar
Dewa
Putu
Djati,
Minggu (3/4)
kemarin.
''Terus
terang,
kami
belum
mampu
merealisasikan
permohonan
warga yang
mengajukan
pemasangan
sambungan PDAM
baru.
Dengan
kondisi yang
ada
saat
ini
saja,
distribusi air
bersih
ke
sejumlah
pelanggan
seringkali
terganggu
karena
pemakaiannya
memang
sudah overload.
Debit air yang ada
sudah
tidak
sebanding
lagi
dengan
jumlah
pelanggan,''
katanya
bernada
pasrah.
Menurut
Djati,
sejumlah
desa
di
Gianyar
memang
sudah
masuk
kategori
krisis air
bersih.
Kantong-kantong
krisis air
itu
tersebar
merata
di
seluruh
kecamatan
di
Kabupaten
Gianyar.
Di
pihak lain,
debit air di
sejumlah
sumber
mata air
cenderung
menurun.
Sumber
mata air
dengan debit
terbesar
saat
ini
terletak
di
Banjar
Bayad,
Tegallalang
dengan debit air
sekitar 20
liter/detik.
Sementara
di
sumber
mata air
lainnya yang
dikelola PDAM,
debit airnya
relatif
kecil
yakni
berkisar
antara 2
hingga 4 liter/detik.
Kalau
seluruh
sumber
mata air
di
Gianyar
digabungkan,
debit airnya
paling banter mencapai
500 liter/detik
saja.
Djati
menambahkan
pihaknya
sangat
kesulitan
membangun
fasilitas
reservoar
dan
pemanfaat
sumber
mata air
baru
lantaran
tidak
memiliki
cukup
dana
untuk
kepentingan
tersebut.
Apalagi, jika
rencana
kenaikan
tarif yang
diusulkan PDAM
nantinya
benar-benar
tidak
direstui
oleh DPRD
Gianyar
atau
tidak
disetujui
oleh
Bupati A.A.
Gde
Agung
Bharata, S.H.
(kmb13)