kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 4 April 2005

 Bali


Pengelolaan
Parkir RS Sanglah  ---
Tempat
dan Jumlah Kendaraan tak Seimbang  

URUSAN parkir memang bisa menjadi masalah. Seperti halnya di RS Sanglah. Kendati tempat parkir bagi pengunjung diperluas, tetap saja muncul permasalahan. Biasanya pengunjung mengeluhkan sulitnya mencari tempat parkir karena padatnya kendaraan. Terlebih setelah Wing Internasional mulai melayani pasien rawat jalan, sehingga kendaraan yang masuk makin banyak.

Padahal tempat parkir pengunjung dan karyawan RS yang dulu bergabung kini dipisahkan. Pengunjung RS disediakan tempat parkir sepeda motor dan mobil di dua lokasi. Masing-masing menempati tempat parkir tersendiri yang telah disiapkan. Khusus bagi karyawan disediakan parkir di sebelah barat parkir pengunjung. 

Menurut Direktur Utama RS Sanglah dr. I Gusti Lanang M. Rudiartha, MHA, untuk pengelolaan parkir pihak RS bekerja sama dengan PD Parkir. Pendapatan parkir sejumlah tertentu disetor kepada PD Parkir dan pembagian untuk RS Sanglah dikelola koperasi pegawai negeri (KPN) Kamadhuk. Menurutnya, dari jumlah pengunjung, hanya sekitar 40 persen yang membayar parkir. Selebihnya, pegawai, dosen dan mahasiswa tidak dikenai biaya parkir.

Disinggung mengenai padatnya tempat parkir, Lanang mengakui masih adanya ketidakseimbangan antara jumlah tempat parkir dan kendaraan yang ada. Dia merencanakan akan membuat beberapa tempat parkir lagi di dalam areal RS Sanglah sehingga parkir kendaraan pegawai RS yang semula di luar bisa ditempatkan di dalam.

Permasalahan lain, ada oknum petugas parkir yang "nakal". "Memang ada yang memakai satu karcis parkir berkali-kali atau tidak menyobek karcis parkir. Tetapi itu hanya kasuistik dan akan ditertibkan," ujarnya.

Mengenai keuntungan yang didapat RS dari hasil parkir, Lanang mengaku tidak tahu persis jumlahnya. Tetapi menurutnya keuntungan dari pendapatan parkir memang tidak banyak.

Sementara parkir sepeda motor karyawan juga ditertibkan. Kendaraan mereka harus masuk paling lambat pukul delapan pagi. Selanjutnya pintu parkir dikunci. Direktur SDM RS Sanglah Drs. I Dewa Agung K. Sudarsana, M.M. mengatakan aturan tersebut secara tidak langsung berimbas pada kedisiplinan karyawan.

Menurut Kepala KPN Kamadhuk I Putu Putra Wisada, S.H., pengaturan parkir seperti ini untuk menertibkan dan menjaga keamanan sepeda motor karyawan RS Sanglah. Apalagi penjaga keamanan tidak bisa selalu mengawasi kendaraan yang parkir. Tidak seperti tempat parkir pengunjung yang dijaga terus petugas parkir. Tetapi penertiban tersebut cukup sulit dilakukan untuk mobil yang keluar masuk. (ari)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)