kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 4 April 2005

 Bali


Diperjuangkan
, Guruh sebagai Korwil Bali 

Tabanan (Bali Post) -
Sukses
memperjuangkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI-P, DPC PDI-P Tabanan kembali dihadapkan tugas yang cukup berat. Selain diharuskan mensosialisasikan hasil keputusan kongres, partai dengan lambang banteng gemuk dalam lingkaran bulat ini kembali akan memperjuangkan Guruh Soekarnoputra sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Bali.

Ketua DPC PDI-P Tabanan Ngurah Dirga Atmaja, Minggu (3/4) kemarin, menjelaskan sesuai mekanisme organisasi pihaknya baik selaku utusan kongres maupun Ketua DPC berkewajiban untuk segera mensosialisikan hasil kongres itu kepada jajarannya hingga ke tingkat bawah. Sebagai tindak lanjut, DPC secepatnya akan menggelar rapat koordinasi. Dengan demikian, diharapkan semua keputusan kongres meresap di hati para militan PDI-P.

''Kami memiliki sejumlah alasan untuk memperjuangkan Mas Guruh sebagai korwil. Selain kedekatan emosional, kami sangat mengharap Mas Guruh bisa menjembatani aspirasi kader di Bali untuk selanjutnya diteruskan ke atas,'' katanya.

Apalagi lanjutnya, selama ini banteng-banteng di Tabanan ingin segera mendengar langsung apa yang sebenarnya terjadi di kongres serta sejauh mana para utusan dari Tabanan mampu menyuarakan aspirasi bawah. Dalam kongres lalu, Tabanan mengirimkan empat utusannya masing-masing IGN Dirga Atamaja, Wayan Wardita, I Made Sudana, dan IGM Suryantha Putra.

Terkait dengan kegagalan memperjuangkan Made Urip masuk dalam lingkaran pengurus DPP, Ngurah Dirga mengaku bisa memakluminya. Namun tambahnya, pihaknya sudah berusaha sekuat tenaga namun juga tidak membuahkan hasil. Semuanya kemudian terjawab setelah Megawati selaku formatur tunggal dengan hak prerogratifnya satu pun tidak memilih kader-kader asal Bali sebagai pendampingnya.

Mestinya kenyataan yang ada itu, kata Ngurah Dirga, jangan membuat frustrasi dalam membesarkan partai. Apalagi kata dia Mega telah menyatakan maaf kepada semua kader dan simpatisan PDI-P Bali karena tidak bisa semuanya mengakomodasi kepentingan mereka.

Hal-hal tersebut di atas tentunya akan dikomunikasikan kepada para kader dan simpatisan partai di bawah agar ada pemahaman bahwa kepentingan partai mesti harus didahulukan tentunya ke depan menjadi cambuk dan introspeski bagi semua kader untuk berbuat lebih baik lagi dalam membesarkan partai.

 

Tantangan Pilkada

 

Apalagi sekarang ini kata Dirga tantangan besar sudah di depan mata yakni perhelatan pilkada di mana PDI-P Tabanan telah menetapkan jago N. Adi Wiryatama dan IGG Putra Wirasana sebagai paket calon bupati dan wakil bupati.

Pernyataan tak jauh berbeda disampaikan I Made Sudana, vokalis DPRD Tabanan yang juga Ketua PAC PDI-P Selemadeg Barat dihubungi terpisah, menyatakan belajar dari pengalaman kongres lalu munculnya riak-riak kecil seperti wacana gerakan pembaruan di tubuh partai hendaknya dijadikan momentum bagi partai untuk introspeksi.

Terkait pertanggungjawabannya selaku utusan kongres, Sudana mengatakan secara organisatoris dia akan menyampaikan apa saja yang terjadi dan menjadi keputusan organisasi termasuk soal kegagalan memperjuagkan kader PDI-P asal Tabanan masuk dalam jajaran pengurus DPP. (015)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)