Diperjuangkan,
Guruh
sebagai
Korwil Bali
Tabanan
(Bali Post) -
Sukses
memperjuangkan
Megawati Soekarnoputri
sebagai
Ketua
Umum DPP PDI-P,
DPC PDI-P Tabanan
kembali
dihadapkan
tugas yang
cukup
berat.
Selain
diharuskan
mensosialisasikan
hasil
keputusan
kongres,
partai
dengan
lambang
banteng
gemuk
dalam
lingkaran
bulat
ini
kembali
akan
memperjuangkan
Guruh
Soekarnoputra
sebagai
Koordinator
Wilayah (Korwil)
Bali.
Ketua
DPC PDI-P Tabanan
Ngurah
Dirga
Atmaja,
Minggu (3/4)
kemarin,
menjelaskan
sesuai
mekanisme
organisasi
pihaknya
baik
selaku
utusan
kongres
maupun
Ketua DPC
berkewajiban
untuk
segera
mensosialisikan
hasil
kongres
itu
kepada
jajarannya
hingga
ke
tingkat
bawah.
Sebagai
tindak
lanjut, DPC
secepatnya
akan
menggelar rapat
koordinasi.
Dengan
demikian,
diharapkan
semua
keputusan
kongres
meresap
di
hati
para
militan PDI-P.
''Kami
memiliki
sejumlah
alasan
untuk
memperjuangkan
Mas
Guruh
sebagai
korwil.
Selain
kedekatan
emosional,
kami
sangat
mengharap
Mas
Guruh
bisa
menjembatani
aspirasi
kader
di
Bali
untuk
selanjutnya
diteruskan ke
atas,''
katanya.
Apalagi
lanjutnya,
selama
ini
banteng-banteng
di
Tabanan
ingin
segera
mendengar
langsung
apa
yang sebenarnya
terjadi
di
kongres
serta
sejauh
mana
para
utusan
dari
Tabanan
mampu
menyuarakan
aspirasi
bawah.
Dalam
kongres
lalu,
Tabanan
mengirimkan
empat
utusannya
masing-masing
IGN Dirga
Atamaja,
Wayan
Wardita, I Made
Sudana,
dan IGM
Suryantha
Putra.
Terkait
dengan
kegagalan
memperjuangkan
Made Urip
masuk
dalam
lingkaran
pengurus DPP,
Ngurah
Dirga
mengaku
bisa
memakluminya.
Namun
tambahnya,
pihaknya
sudah
berusaha
sekuat
tenaga
namun
juga
tidak
membuahkan
hasil.
Semuanya
kemudian
terjawab
setelah Megawati
selaku
formatur
tunggal
dengan
hak
prerogratifnya
satu pun
tidak
memilih
kader-kader
asal
Bali
sebagai
pendampingnya.
Mestinya
kenyataan yang
ada
itu,
kata
Ngurah
Dirga,
jangan
membuat
frustrasi
dalam
membesarkan
partai.
Apalagi
kata
dia Mega
telah
menyatakan
maaf
kepada
semua
kader
dan
simpatisan PDI-P
Bali karena
tidak
bisa
semuanya
mengakomodasi
kepentingan
mereka.
Hal-hal
tersebut
di
atas
tentunya
akan
dikomunikasikan
kepada para
kader
dan
simpatisan
partai
di
bawah agar
ada
pemahaman
bahwa
kepentingan
partai
mesti
harus
didahulukan
tentunya
ke
depan
menjadi
cambuk
dan
introspeski
bagi
semua
kader
untuk
berbuat
lebih
baik
lagi
dalam
membesarkan
partai.
Tantangan
Pilkada
Apalagi
sekarang
ini
kata
Dirga
tantangan
besar
sudah
di
depan
mata
yakni
perhelatan
pilkada
di
mana PDI-P
Tabanan
telah
menetapkan
jago N.
Adi
Wiryatama
dan IGG
Putra
Wirasana
sebagai
paket
calon
bupati
dan
wakil
bupati.
Pernyataan
tak
jauh
berbeda
disampaikan I
Made Sudana,
vokalis DPRD
Tabanan yang
juga
Ketua PAC PDI-P
Selemadeg
Barat
dihubungi
terpisah,
menyatakan
belajar
dari
pengalaman
kongres
lalu
munculnya
riak-riak
kecil
seperti
wacana
gerakan
pembaruan
di
tubuh
partai
hendaknya
dijadikan
momentum bagi
partai
untuk
introspeksi.
Terkait
pertanggungjawabannya
selaku
utusan
kongres,
Sudana
mengatakan
secara
organisatoris
dia
akan
menyampaikan apa
saja yang
terjadi
dan
menjadi
keputusan
organisasi
termasuk
soal
kegagalan
memperjuagkan
kader PDI-P
asal
Tabanan
masuk
dalam
jajaran
pengurus DPP.
(015)