Satu Ton Ecstasy Diamankan
Sydney -
Pemerintah
Australia berhasil melakukan sebuah langkah besar dalam
usahanya untuk memberantas peredaran obat-obatan
terlarang. Kamis (14/4) lalu sekitar lima juta butir pil
ectasy berhasil diamankan dan menangkap empat orang yang
dicurigai sebagai pemilik pil perusak saraf itu.
Pemerintah Australia mengatakan ini adalah sebuah
penangkapan terbesar yang belum pernah dilakukan
negaranya dan mungkin juga terbesar di dunia.
Empat orang yang berhasil ditangkap Kamis dan Jumat
(15/4) kemarin pagi di Melbourne, setelah polisi federal
dan staf kelautan menemukan lebih dari satu ton pil
ecstasy yang disembunyikan pada sebuah perahu yang
mengangkut keramik dari Italia, kata juru bicara
kepolisian kepada wartawan.
''Pil tersebut diperkirakan mencapai lima juta butir
yang siap diperdagangkan dan ini merupakan sebuah
penemuan terbesar dari yang pernah ada di dunia,'' kata
Menteri Kehakiman dan Kebudayaan Chris Ellison.
''Rekor penangkapan ini merefleksikan semakin
meningkatnya tantangan akan peredaran obat-obatan
terlarang dan memberikan pesan yang sangat jelas bagi
para penyelundup bahwa mereka akan ditangkap,'' imbuhnya.
Polisi setempat mengatakan ecstasy atau MDMA, sebuah pil
yang dapat memacu kinerja tubuh yang umumnya digunakan
pada pesta-pesta atau dugem. Ecstasy beredar secara
tersembunyi dan diperkirakan nilai penjualan obat ini
mencapai 190 juta dolar AS.
Polisi Federal Australia (AFP) mengatakan, penyelidikan
dilakukan hingga ke peredaran internasional yang
bertanggung jawab atas penyelundupan tersebut. ''AFP
kini sedang bekerja sama dengan rekan-rekannya di Italia
dan wilayah lain di Eropa untuk mengidentifikasi setiap
kapal maupun pelabuhan yang dilalui oleh kapal pengakut
keramik itu,'' kata Agen Federal Mike Phelan.
Phelan menambahkan, penangkapan ini merupakan hasil dari
''sebuah pengintaian rumit dari badan intelijen'' yang
dilakukan sejak Januari lalu. Dari informasi yang
berhasil dihimpun, pihak kepolisian serta staf kelautan
kemudian melakukan pencarian sebuah kapal kontainer dari
Italia yang tiba di Pelabuhan Melbourne yang tiba pada
awal pekan ini.
Sebuah mesin sinar-X berukuran besar digunakan untuk
mencari ecstasy itu yang tersembunyi di dalam rongga di
antara tumpukan keramik. Kepolisian terus memonitor
kontainer tersebut hingga pada Kamis kontainer keramik
itu dikirim menuju ke sebuah perusahaan yang terletak di
Melbourne, tempat di mana dua orang ditangkap saat
mereka mencoba untuk mengumpulkan obat-obat itu.
Pihak kepolisian kemudian mencari dan menginterogasi
lusinan rumah serta tempat bisnis di sepanjang kota
Melbourne dan berhasil menangkap dua orang lain pada
Jumat pagi kemarin. Semua tersangka ini rencananya akan
menghadiri persidangan pada Jumat atas tuduhan mengimpor
barang-barang yang dapat merusak kesehatan banyak orang.
Empat orang ini akan dikenai hukuman seumur hidup atas
perbuatannya. (ton/afp)