kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 16 April 2005

 Mancanegara


Satu Ton Ecstasy Diamankan

Sydney -
Pemerintah Australia berhasil melakukan sebuah langkah besar dalam usahanya untuk memberantas peredaran obat-obatan terlarang. Kamis (14/4) lalu sekitar lima juta butir pil ectasy berhasil diamankan dan menangkap empat orang yang dicurigai sebagai pemilik pil perusak saraf itu. Pemerintah Australia mengatakan ini adalah sebuah penangkapan terbesar yang belum pernah dilakukan negaranya dan mungkin juga terbesar di dunia.

Empat orang yang berhasil ditangkap Kamis dan Jumat (15/4) kemarin pagi di Melbourne, setelah polisi federal dan staf kelautan menemukan lebih dari satu ton pil ecstasy yang disembunyikan pada sebuah perahu yang mengangkut keramik dari Italia, kata juru bicara kepolisian kepada wartawan.

''Pil tersebut diperkirakan mencapai lima juta butir yang siap diperdagangkan dan ini merupakan sebuah penemuan terbesar dari yang pernah ada di dunia,'' kata Menteri Kehakiman dan Kebudayaan Chris Ellison.

''Rekor penangkapan ini merefleksikan semakin meningkatnya tantangan akan peredaran obat-obatan terlarang dan memberikan pesan yang sangat jelas bagi para penyelundup bahwa mereka akan ditangkap,'' imbuhnya.

Polisi setempat mengatakan ecstasy atau MDMA, sebuah pil yang dapat memacu kinerja tubuh yang umumnya digunakan pada pesta-pesta atau dugem. Ecstasy beredar secara tersembunyi dan diperkirakan nilai penjualan obat ini mencapai 190 juta dolar AS.

Polisi Federal Australia (AFP) mengatakan, penyelidikan dilakukan hingga ke peredaran internasional yang bertanggung jawab atas penyelundupan tersebut. ''AFP kini sedang bekerja sama dengan rekan-rekannya di Italia dan wilayah lain di Eropa untuk mengidentifikasi setiap kapal maupun pelabuhan yang dilalui oleh kapal pengakut keramik itu,'' kata Agen Federal Mike Phelan.

Phelan menambahkan, penangkapan ini merupakan hasil dari ''sebuah pengintaian rumit dari badan intelijen'' yang dilakukan sejak Januari lalu. Dari informasi yang berhasil dihimpun, pihak kepolisian serta staf kelautan kemudian melakukan pencarian sebuah kapal kontainer dari Italia yang tiba di Pelabuhan Melbourne yang tiba pada awal pekan ini.

Sebuah mesin sinar-X berukuran besar digunakan untuk mencari ecstasy itu yang tersembunyi di dalam rongga di antara tumpukan keramik. Kepolisian terus memonitor kontainer tersebut hingga pada Kamis kontainer keramik itu dikirim menuju ke sebuah perusahaan yang terletak di Melbourne, tempat di mana dua orang ditangkap saat mereka mencoba untuk mengumpulkan obat-obat itu.

Pihak kepolisian kemudian mencari dan menginterogasi lusinan rumah serta tempat bisnis di sepanjang kota Melbourne dan berhasil menangkap dua orang lain pada Jumat pagi kemarin. Semua tersangka ini rencananya akan menghadiri persidangan pada Jumat atas tuduhan mengimpor barang-barang yang dapat merusak kesehatan banyak orang. Empat orang ini akan dikenai hukuman seumur hidup atas perbuatannya. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)