Lima Investor Siap Garap Terminal Kargo
* Investasi Rp 22,8 Milyar
Denpasar (Bali Post) -
Pemkot Denpasar akhirnya memutuskan menggandeng investor
untuk menggarap terminal kargo. Terminal dengan luas
sekitar empat hektar ini diperkirakan menelan investasi
tambahan Rp 22,8 milyar di luar investasi awal Rp 4,5
milyar. Sampai saat ini tercatat ada lima investor yang
telah menawarkan diri menjadi mitra kerja Pemkot
Denpasar.
''Pemkot memutuskan akan menggandeng investor dalam
merampungkan terminal kargo. Usulan serupa ditawarkan
Dewan mengingat dana APBD terbatas,'' ujar penjabat Wali
Kota Denpasar Made Westra, S.H., Jumat (15/4) kemarin.
Menurutnya, langkah ini dinilai paling efektif mengingat
jumlah truk yang melakukan bongkar muat di sekitar
terminal relatif tinggi. Kalaupun menggunakan dana APBD,
realisasinya diyakini akan memerlukan waktu panjang.
Dikatakannya, setelah dilakukan penawaran kerja sama
penanganan terminal kargo, saat ini ada lima investor
yang telah terdaftar. Investor itu, menurutnya PT Bagus
Persada Alam (Jakarta), PT Teknologi Development
(Jakarta), PT Dewata Karya Anugrah (Bali), PT Sahid
Indah Utama (Jakarta) dan PT Sami Sari Rauh (Makasar).
Terhadap kelima investor ini pihak Pemkot Denpasar
segera melayangkan surat untuk mengambil dokumen
perencanaan proyek di Dinas Perhubungan. Sedangkan bagi
investor lain yang ingin melakukan hal serupa tetap
ditoleransi sampai akhir April 2005.
Selebihnya, Kadis Perhubungan Pemkot Denpasar Ir. A.A.
Winaya mengatakan alokasi investasi sebesar Rp 22,8
milyar akan diarahkan pada berbagai subpembangunan fisik.
Pos-pos yang diperkirakan membutuhkan dana besar adalah
pembangunan kantor Rp 9 milyar, jembatan timbang Rp 1,7
milyar, dua unit gudang Rp 3 milyar, pengerasan jalan Rp
1,2 milyar serta bengkel Rp 800 juta. Sedangkan
kelengkapan lain operasional terminal alokasi dananya
bervariasi.
Dijelaskan, sampai saat ini penataan terminal kargo
telah menelan dana Rp 4,5 milyar yang bersumber dari
dana APBD. Investasi ini belum maksimal sehingga
operasional terminal yang telah digarap sejak dua tahun
lalu tak jalan.
Ia juga mengatakan sampai saat ini truk bongkar muat
masih menggunakan lahan-lahan di sekitar terminal untuk
parkir. Terkadang truk-truk barang ini melakukan bongkar
muat meluber sampai ke Jalan Pidada, Ubung. Diperkirakan
daya tampung terminal kargo mencapai 70 unit kendaraan
dari 708 truk yang melakukan bongkar muat tiap harinya.
(044/eka)