kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 16 April 2005

 Bali


Lima Investor Siap Garap Terminal Kargo

* Investasi Rp 22,8 Milyar
 

Denpasar (Bali Post) -
Pemkot
Denpasar akhirnya memutuskan menggandeng investor untuk menggarap terminal kargo. Terminal dengan luas sekitar empat hektar ini diperkirakan menelan investasi tambahan Rp 22,8 milyar di luar investasi awal Rp 4,5 milyar. Sampai saat ini tercatat ada lima investor yang telah menawarkan diri menjadi mitra kerja Pemkot Denpasar.

''Pemkot memutuskan akan menggandeng investor dalam merampungkan terminal kargo. Usulan serupa ditawarkan Dewan mengingat dana APBD terbatas,'' ujar penjabat Wali Kota Denpasar Made Westra, S.H., Jumat (15/4) kemarin.

Menurutnya, langkah ini dinilai paling efektif mengingat jumlah truk yang melakukan bongkar muat di sekitar terminal relatif tinggi. Kalaupun menggunakan dana APBD, realisasinya diyakini akan memerlukan waktu panjang.

Dikatakannya, setelah dilakukan penawaran kerja sama penanganan terminal kargo, saat ini ada lima investor yang telah terdaftar. Investor itu, menurutnya PT Bagus Persada Alam (Jakarta), PT Teknologi Development (Jakarta), PT Dewata Karya Anugrah (Bali), PT Sahid Indah Utama (Jakarta) dan PT Sami Sari Rauh (Makasar). Terhadap kelima investor ini pihak Pemkot Denpasar segera melayangkan surat untuk mengambil dokumen perencanaan proyek di Dinas Perhubungan. Sedangkan bagi investor lain yang ingin melakukan hal serupa tetap ditoleransi sampai akhir April 2005.

Selebihnya, Kadis Perhubungan Pemkot Denpasar Ir. A.A. Winaya mengatakan alokasi investasi sebesar Rp 22,8 milyar akan diarahkan pada berbagai subpembangunan fisik. Pos-pos yang diperkirakan membutuhkan dana besar adalah pembangunan kantor Rp 9 milyar, jembatan timbang Rp 1,7 milyar, dua unit gudang Rp 3 milyar, pengerasan jalan Rp 1,2 milyar serta bengkel Rp 800 juta. Sedangkan kelengkapan lain operasional terminal alokasi dananya bervariasi.

Dijelaskan, sampai saat ini penataan terminal kargo telah menelan dana Rp 4,5 milyar yang bersumber dari dana APBD. Investasi ini belum maksimal sehingga operasional terminal yang telah digarap sejak dua tahun lalu tak jalan.

Ia juga mengatakan sampai saat ini truk bongkar muat masih menggunakan lahan-lahan di sekitar terminal untuk parkir. Terkadang truk-truk barang ini melakukan bongkar muat meluber sampai ke Jalan Pidada, Ubung. Diperkirakan daya tampung terminal kargo mencapai 70 unit kendaraan dari 708 truk yang melakukan bongkar muat tiap harinya. (044/eka)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)