kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 31 Maret 2005

 Bali

 

Penderita HIV/AIDS di RS Sanglah  ---
Kurun
2004 Meninggal 20 Orang 

Denpasar (Bali Post) -
Jumlah
penderita HIV/AIDS yang menjalani perawatan di Klinik VCT RS Sanglah sepanjang 2004 mencapai 328 orang. Pasien  meninggal tercatat 20 orang dan ini lebih banyak dibanding 2003 yang jumlahnya sembilan orang. Data tersebut disampaikan Kepala Divisi Pelayanan Medis RS Sanglah Dr. IGAN Anom, MARS, Rabu (30/3) kemarin, sehubungan kunjungan kerja Komisi E DPRD Jawa Timur ke Klinik VCT RS Sanglah.

Ditambahkan, pada 2003 terdapat pasien baru sebanyak 26 dan meningkat pada 2004 menjadi 57 pasien baru. Sementara pasien lama pada 2003 berjumlah 5 orang dan pasien lama tahun 2004 sebanyak 27 orang.

Direktur RS Sanglah dr. I Gusti Lanang M. Rudiartha, MHA mengatakan penderita HIV/AIDS yang dirawat di Klinik VCT mendapat obat antivirus (ARV), sumbangan Global Fund serta obat lain sesuai penyakit yang diderita seperti anti-TBC dan sebagainya tanpa dipungut bayaran. Mereka hanya membayar biaya perawatan.

Klinik VCT RS Sanglah dikunjungi 13 anggota Komisi E DPRD Jatim bersama perwakilan dinas terkait seperti Dinas Kesra, Dinas Kesehatan dan lima rumah sakit di Jawa Timur. Menurut Wakil Ketua Komisi E Drs. Kuswiyanto, M.Si., kunjungan ke RS ini untuk membandingkan penanganan penderita HIV/AIDS di Surabaya yang tertuang dalam Perda V/2004. Terlebih Bali merupakan satu dari empat propinsi di Indonesia yang mendapat prioritas untuk penanganan penderita HIV/AIDS. Klinik VCT juga ada di RS Dr. Soetomo, Surabaya.

Ditambahkannya, untuk klinik metadone di Sanglah, hubungan dengan pihak kepolisian hampir tidak ada masalah. "Kalau di Jawa Timur hubungan agak terganggu, mungkin karena kurang ada sosialisasi dengan pihak kepolisian," ujarnya.

Satu hal lagi yang akan dikembangkan di Jawa Timur, mencontoh RS Sanglah, adanya konseling dengan sistem "jemput bola" ke penderita oleh LSM yang terkait. "Di sini betul-betul konseling. Penderita disarankan melakukan pengobatan di rumah sakit," ungkapnya. (ari)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)