Penderita
HIV/AIDS di RS
Sanglah
---
Kurun
2004 Meninggal 20
Orang
Denpasar
(Bali Post) -
Jumlah
penderita HIV/AIDS
yang menjalani
perawatan
di
Klinik VCT RS
Sanglah
sepanjang 2004
mencapai 328
orang.
Pasien
meninggal
tercatat 20
orang
dan
ini
lebih
banyak
dibanding 2003 yang
jumlahnya
sembilan
orang. Data
tersebut
disampaikan
Kepala
Divisi
Pelayanan
Medis RS
Sanglah Dr. IGAN
Anom, MARS,
Rabu (30/3)
kemarin,
sehubungan
kunjungan
kerja
Komisi E DPRD
Jawa
Timur
ke
Klinik VCT RS
Sanglah.
Ditambahkan,
pada 2003
terdapat
pasien
baru
sebanyak 26
dan
meningkat
pada 2004
menjadi 57
pasien
baru.
Sementara
pasien lama
pada 2003
berjumlah 5
orang
dan
pasien lama
tahun 2004
sebanyak 27
orang.
Direktur
RS Sanglah dr.
I Gusti
Lanang M.
Rudiartha, MHA
mengatakan
penderita HIV/AIDS
yang dirawat
di
Klinik VCT
mendapat
obat antivirus (ARV),
sumbangan Global Fund
serta
obat
lain
sesuai
penyakit yang
diderita
seperti anti-TBC
dan
sebagainya
tanpa
dipungut
bayaran.
Mereka
hanya
membayar
biaya
perawatan.
Klinik
VCT RS Sanglah
dikunjungi 13
anggota
Komisi E DPRD
Jatim
bersama
perwakilan
dinas
terkait
seperti
Dinas
Kesra,
Dinas
Kesehatan
dan lima
rumah
sakit
di
Jawa
Timur.
Menurut
Wakil
Ketua
Komisi E Drs.
Kuswiyanto,
M.Si.,
kunjungan
ke RS
ini
untuk
membandingkan
penanganan
penderita HIV/AIDS
di Surabaya yang
tertuang
dalam
Perda V/2004.
Terlebih
Bali merupakan
satu
dari
empat
propinsi
di
Indonesia
yang mendapat
prioritas
untuk
penanganan
penderita HIV/AIDS.
Klinik
VCT juga
ada
di RS Dr.
Soetomo,
Surabaya.
Ditambahkannya,
untuk
klinik
metadone
di
Sanglah,
hubungan
dengan
pihak
kepolisian
hampir
tidak
ada
masalah.
"Kalau
di
Jawa
Timur
hubungan
agak
terganggu,
mungkin
karena
kurang
ada
sosialisasi
dengan
pihak
kepolisian,"
ujarnya.
Satu
hal
lagi yang
akan
dikembangkan
di
Jawa
Timur,
mencontoh RS
Sanglah,
adanya
konseling
dengan
sistem "jemput
bola" ke
penderita
oleh LSM yang
terkait.
"Di
sini
betul-betul
konseling.
Penderita
disarankan
melakukan
pengobatan
di
rumah
sakit,"
ungkapnya.
(ari)