Sekretaris F-PDI Perjuangan Jacobus
Mayong Padang--
''Walk Out'', Mogok Makan, Terus ke RS
Kalah
dalam sidang bukan berarti perjuangan terhenti. Aksi
mogok makan pun dilakukan anggota DPR Jacobus Kamarlo
Mayong Padang sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan
rapat paripurna DPR yang meminta pemerintah mengkaji
lagi kenaikan harga BBM. Namun, karena kondisi kesehatan
Sekretaris F-PDI Perjuangan ini terus menurun, akhirnya
roboh dan dilarikan ke rumas sakit.
SELASA
(22/3) kemarin ruang wartawan di Gedung MPR/DPR Jakarta
agak berbeda dari biasanya. Anggota Fraksi PDI
Perjuangan tampak keluar-masuk bergantian menjenguk
rekan sejawatnya Jacobus Mayong Padang. Sekretaris F-PDI
Perjuangan yang biasa dipanggil Kobu ini sudah satu hari
satu malam menginap di ruang wartawan DPR karena mogok
makan. Kondisinya makin menurun hingga akhirnya ia
dilarikan ke rumah sakit. ''Saya mogok makan karena rasa
prihatin saya dengan sikap DPR yang tidak bisa
memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama teman-teman
di fraksi lain yang berubah-ubah sikapnya,'' kata Kobu
sebelum dilarikan ke RS. Ia menganggap keputusan DPR
tentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM sebagai
bentuk pengkhianatan terhadap aspirasi dan reformasi
yang diinginkan rakyat.
Aksi Kobu dilaksanakan tidak lama setelah rapat
paripurna Senin (21/3) lalu yang memutuskan dapat
menerima kenaikan harga BBM dan meminta meninjau
Peraturan Presiden (Pepres) No.22/2005 melalui
pembahasan APBN Perubahan 2005 bersama DPR. Dalam
pengambilan keputusan itu, Kobu pun tidak ikut karena F-PDI
Perjuangan mengikuti jejak Fraksi Kebangkitan Bangsa
(F-KB) yang melakukan aksi walk out. Sekitar pukul 16.00
WIB Kobu menutup mulutnya dengan masker sebagai tanda
aksi mogok makannya hingga ia tak berdaya dan dilarikan
ke RS Cikini keesokan harinya.
Kerabat Kobu juga terus memantau kondisi kesehatan
anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan ini.
Istri Kobu, Emirante, setia menemani hingga dia harus
ditandu kereta dorong oleh petugas dari rumah sakit.
Begitu juga tiga anaknya. Bahkan, anak ketiga Kobu,
Agnes Deno Ramba Mayong Padang, siswi kelas I, harus
absen dari sekolahnya.
Anggota F-PDI Perjuangan Prof. Dr. Sudigdo Adi yang
bertindak sebagai dokter jaga Kobu yang merekomendasikan
Kobu harus dilarikan ke RS. ''Keadaannya sudah kronis,''
kata Sudigdo cemas. Menurutnya, walaupun baru satu hari
satu malam mogok makan, namun kondisi kesehatan Kobu
sudah gawat karena tiga hari sebelum memulai aksi mogok
makan, dia sudah menjalani opname di RS yang sama karena
penyakit lambungnya. Kalau dibiarkan, penyakit
lambung Kobu akan berpengaruh pada kerusakan organ tubuh
lain. ''Dia sudah kekurangan energi karena tidak
makan dan kekurangan cairan tubuh. Saya khawatir
ginjalnya bisa kena, kalau sudah sakit yang rugi bukan
hanya beliau, tetapi keluarganya dan kita semua,''
katanya.
Sejak memulai aksi mogok makan, sejumlah anggota F-PDI
Perjuangan datang saling bergantian menjenguk Wakil
Sekjen DPP PDI Perjuangan ini. Tercatat, Trimedya
Panjaitan, Nadra Izahari, dan lain-lain. Keesokan
harinya para penjenguk pun bertambah banyak antara lain
Thahjo Kumolo, Sony Keraf, Marissa Haque, Emir Moeis,
Ribka Tjiptaning, Panda Nababan dan anggota F-PDI
Perjuangan lainnya. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR
Thahjo Kumolo mengatakan, walau tidak melakukan kasi
serupa, dirinya bersama nggota F-PDI Perjuangan lainnya
mendukung aksi mogok makan yang dilakukan Kobu. ''Silakan
saja mau demo atau mogok makan jika memang baik
untuk kita dan rakyat,'' kata Tjahjo.
Ditanya apakah F-PDI Perjuangan akan ikut dalam
pembahasan APBN Perubahan 2005 sebagai tindak lanjut
keputusan DPR, Thahjo mengatkan pihaknya masih akan
menunggu. ''Yang penting kami tetap pada sikap kami yang
menolak kenaikan harga BBM,'' katanya.
Pada bagian lain, para anggota DPR yang belum puas
dengan keputusan paripurna lalu, masih berjuang melalaui
cara lain. Mereka menempuh penggunaan hak angket.
Keputusan rapat badan musyawarah (bamus) DPR yang
dipimpin Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoertino
kemarin, menjadwalkan usul pengajuan hak angket terhadap
keputusan pemerintah menaikkan harga BBM akan dibacakan
dalam rapat penutupan sidang paripurna DPR, Kamis (24/3)
depan. Namun, perjalanan hak angket untuk bisa
dilakukan masih terlalu panjang. Banyak yang pesimis hak
yang dimiliki anggota Dewan ini akan efektif, mengingat
rapat paripurna lalu telah memutuskan menerima kebijakan
pemerintah menaikkan harga BBM.
(kmb4/039)