kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 23 Maret 2005

 Politik


Sekretaris F-PDI Perjuangan Jacobus Mayong Padang--
''Walk Out'', Mogok Makan, Terus ke RS
 

Kalah dalam sidang bukan berarti perjuangan terhenti. Aksi mogok makan pun dilakukan anggota DPR Jacobus Kamarlo Mayong Padang sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan rapat paripurna DPR yang meminta pemerintah mengkaji lagi kenaikan harga BBM. Namun, karena kondisi kesehatan Sekretaris F-PDI Perjuangan ini terus menurun, akhirnya roboh dan dilarikan ke rumas sakit. 

SELASA (22/3) kemarin ruang wartawan di Gedung MPR/DPR Jakarta agak berbeda dari biasanya. Anggota Fraksi PDI Perjuangan tampak keluar-masuk bergantian menjenguk rekan sejawatnya Jacobus Mayong Padang. Sekretaris F-PDI Perjuangan yang biasa dipanggil Kobu ini sudah satu hari satu malam menginap di ruang wartawan DPR karena mogok makan. Kondisinya makin menurun hingga akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit. ''Saya mogok makan karena rasa prihatin saya dengan sikap DPR yang tidak bisa memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama teman-teman di fraksi lain yang berubah-ubah sikapnya,'' kata Kobu sebelum dilarikan ke RS. Ia menganggap keputusan DPR tentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM sebagai bentuk pengkhianatan terhadap aspirasi dan reformasi yang diinginkan rakyat. 

Aksi Kobu dilaksanakan tidak lama setelah rapat paripurna Senin (21/3) lalu yang memutuskan dapat menerima kenaikan harga BBM dan meminta meninjau Peraturan Presiden (Pepres) No.22/2005 melalui pembahasan APBN Perubahan 2005 bersama DPR. Dalam pengambilan keputusan itu, Kobu pun tidak ikut karena F-PDI Perjuangan mengikuti jejak Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) yang melakukan aksi walk out. Sekitar pukul 16.00 WIB Kobu menutup mulutnya dengan masker sebagai tanda aksi mogok makannya hingga ia tak berdaya dan dilarikan ke RS Cikini keesokan harinya. 

Kerabat Kobu juga terus memantau kondisi kesehatan anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan ini. Istri Kobu, Emirante, setia menemani hingga dia harus ditandu kereta dorong oleh petugas dari rumah sakit. Begitu juga tiga anaknya. Bahkan, anak ketiga Kobu, Agnes Deno Ramba Mayong Padang, siswi kelas I, harus absen dari sekolahnya. 

Anggota F-PDI Perjuangan Prof. Dr. Sudigdo Adi yang bertindak sebagai dokter jaga Kobu yang merekomendasikan Kobu harus dilarikan ke RS. ''Keadaannya sudah kronis,'' kata Sudigdo cemas. Menurutnya, walaupun baru satu hari satu malam mogok makan, namun kondisi kesehatan Kobu sudah gawat karena tiga hari sebelum memulai aksi mogok makan, dia sudah menjalani opname di RS yang sama karena penyakit lambungnya.  Kalau dibiarkan, penyakit lambung Kobu akan berpengaruh pada kerusakan organ tubuh lain. ''Dia sudah kekurangan energi  karena tidak makan dan kekurangan cairan tubuh. Saya khawatir ginjalnya bisa kena, kalau sudah sakit yang rugi bukan hanya beliau, tetapi keluarganya dan kita semua,'' katanya. 

Sejak memulai aksi mogok makan, sejumlah anggota F-PDI Perjuangan datang saling bergantian menjenguk Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.  Tercatat, Trimedya Panjaitan, Nadra Izahari, dan lain-lain. Keesokan harinya para penjenguk pun bertambah banyak antara lain Thahjo Kumolo, Sony Keraf, Marissa Haque, Emir Moeis, Ribka Tjiptaning, Panda Nababan dan anggota F-PDI Perjuangan lainnya. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Thahjo Kumolo mengatakan, walau tidak melakukan kasi serupa, dirinya bersama nggota F-PDI Perjuangan lainnya mendukung aksi mogok makan yang dilakukan Kobu. ''Silakan saja mau demo atau mogok makan jika memang  baik untuk kita dan rakyat,'' kata Tjahjo.  

Ditanya apakah F-PDI Perjuangan akan ikut dalam pembahasan APBN Perubahan 2005 sebagai tindak lanjut keputusan DPR, Thahjo mengatkan pihaknya masih akan menunggu. ''Yang penting kami tetap pada sikap kami yang menolak kenaikan harga BBM,'' katanya. 

Pada bagian lain,  para anggota DPR yang belum puas dengan keputusan paripurna lalu, masih berjuang melalaui cara lain. Mereka menempuh penggunaan hak angket. Keputusan rapat badan musyawarah (bamus) DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoertino kemarin, menjadwalkan usul pengajuan hak angket terhadap keputusan pemerintah menaikkan harga BBM akan dibacakan dalam rapat penutupan sidang paripurna DPR, Kamis (24/3) depan.  Namun, perjalanan hak angket untuk bisa dilakukan masih terlalu panjang. Banyak yang pesimis hak yang dimiliki anggota Dewan ini akan efektif, mengingat rapat paripurna lalu telah memutuskan menerima kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. (kmb4/039)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)