kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 23 Maret 2005

 Mancanegara


Remaja
AS Tembak Teman di Sekolah 

Bemidji-Minnesota -
Seorang
remaja yang masih duduk di bangku SMU di Amerika, secara mengejutkan melakukan tindakan yang mengerikan pada Senin (22/3) kemarin. Dengan menggenggam beberapa senjata di tangannya ia secara brutal melakukan penembakan di area sekolah hingga lima dari teman-temannya tewas mengenaskan.

Setelah melakukan aksi tersebut ia kemudian membunuh dirinya sendiri. Peristiwa memilukan ini terjadi di wilayah penampungan Red Lake-Minnesota, pihak pemerintahan setempat mengatakan ini adalah insiden penembakan paling buruk yang pernah terjadi di lingkungan sekolah sejak pembunuhan besar-besaran di Kolombia pada 1999 lalu.

Diantara korban tewas di sekolah lanjutan atas Red Lake adalah seorang satpam lelaki, seorang guru wanita dan sedikitnya enam murid termasuk sang eksekutor kata Biro Investigasi Federa AS (FBI). Lusinan orang lainnya mengalami luka-luka setelah insiden berlangsung.

Sebelum tiba di sekolah, remaja usia belasan tahun ini dengan tega menembak mati kakeknya yang diidentifikasi sebagai seorang staf veteran polisi bernama Daryl "Dash" Lussier dan pacar kakeknya yang tinggal di rumah di desa Red Lake.

"Kami percaya pelaku melakukan aksinya sendiri," kata agen FBI McCabe. Ia menambahkan semua korban tewas di sekolah saat itu berada dalam satu ruangan.

Salah seorang korban diidentifikasi adalah seorang guru bernama Neva Rogers (62), kata harian Minneapolis Star-Tribune.

Seorang saksi mata menuturkan, remaja ini melakukan tembakan berulang kali pada pintu ruangan kelas di mana saat itu terdapat jejeran murid-murid dan gurunya yang sedang ketakutan.

"Ia datang ke sekolah dengan raut wajah dingin dan orang pertama yang ditembaknya adalah seorang penjaga keamanan sekolah di depan pintu," kata Molly Miron seorang editor pada harian Bemidji Pioneer. "Salah seorang murid memberi tahu saya, saat drama itu terjadi si pelaku mengarahkan senjatanya pada seorang teman laki-lakinya namun beberapa detik kemudian ia berubah pikiran. Ia kemudian tersenyum dan melambaikan tangannya lalu menembak murid yang lain."  (ton/rtr/bbc)

 

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)