kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 23 Maret 2005

 Kesehatan


Makan
Ikan, Cegah Stroke  

Ikan tidak hanya berfungsi sebagai lauk sehari-hari bagi manusia. Menyantap ikan minimal sebulan sekali ternyata dapat membuat orang terhindar dari penyakit stroke. Satu tim peneliti dari Universitas Harvard Amerika Serikat membuktikan hal tersebut.

Menurut tim peneliti tersebut, mereka yang menyantap ikan menurunkan risiko terkena jenis stroke yang paling sering menyerang, yaitu suatu jenis stroke yang muncul akibat terhambatnya aliran darah yang menuju ke otak (ischemic stroke). Namun, dari penelitian yang sama menyatakan, memakan ikan dalam jumlah lebih banyak lagi tidak banyak memberikan tambahan manfaat. Khususnya, dalam upaya menurunkan risiko jenis stroke yang menimbulkan pendarahan (hemorrhagic stroke), akibat adanya pendarahan di otak.

Menurut salah seorang anggota tim peneliti Dr. Ka He, temuan mereka memberikan indikasi bahwa memakan ikan sekali atau lebih dalam sebulan dapat mengurangi risiko stroke penyumbatan pembuluh darah pada pria.

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 43.000 pria berusia 40 hingga 75 tahun itu, diketahui pria yang mengkonsumsi ikan satu hingga tiga kali sebulan memiliki risiko terkena stroke penyumbatan pembuluh darah 43 persen lebih rendah. Sedangkan pria yang mengkonsumsi ikan paling tidak lima kali seminggu hanya sedikit lebih terlindungi, yaitu dengan risiko 46 persen lebih rendah.

Tim ini masih belum dapat memastikan mengapa mengkonsumsi ikan, yang kaya akan rantai panjang asam lemak tak jenuh ganda omega-3, dalam jumlah relatif sedikit dapat menurunkan risiko stroke. Meski demikian, asam tak jenuh ganda omega-3 kemungkinan menimbulkan beberapa efek yang berbeda terhadap tubuh. Efek tersebut termasuk mengurangi penebalan pembuluh darah yang bisa membentuk gumpalan darah. Gumpalan darah inilah yang menyebabkan 80 persen terjadinya stroke.

Sebuah penelitian baru-baru ini juga menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi setidaknya lima sajian menu ikan per minggu memiliki risiko stroke 63 persen lebih rendah, dibanding wanita yang mengkonsumsi kurang dari sekali dalam sebulan.

Tim peneliti mengambil subjek penelitian dari peserta sebuah percobaan Health Professional Follow-up Study. Para peserta yang tidak memiliki penyakit jantung atau diabetes diinstruksikan untuk mengisi kuesioner rinci tentang menu makan mereka sehari-hari.

Para pria yang mengkonsumsi ikan cenderung tidak memiliki kebiasaan merokok atau memiliki kelebihan berat badan. Mereka umumnya lebih banyak melakukan olah raga dan meminum suplemen multivitamin. Selain itu, mereka juga dilaporkan memiliki sejarah tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. (nia/berbagai sumber)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)