Makan
Ikan,
Cegah Stroke
Ikan
tidak
hanya berfungsi
sebagai
lauk
sehari-hari bagi
manusia.
Menyantap
ikan minimal
sebulan
sekali
ternyata
dapat
membuat orang
terhindar
dari
penyakit stroke. Satu
tim
peneliti dari
Universitas Harvard
Amerika
Serikat
membuktikan
hal
tersebut.
Menurut
tim
peneliti tersebut,
mereka yang
menyantap
ikan
menurunkan risiko
terkena
jenis stroke yang paling
sering
menyerang,
yaitu
suatu jenis stroke
yang muncul
akibat
terhambatnya
aliran
darah yang
menuju
ke
otak (ischemic stroke).
Namun, dari
penelitian yang
sama
menyatakan, memakan
ikan
dalam jumlah
lebih
banyak lagi
tidak
banyak memberikan
tambahan
manfaat.
Khususnya,
dalam
upaya menurunkan
risiko
jenis stroke yang
menimbulkan
pendarahan (hemorrhagic
stroke), akibat
adanya
pendarahan
di
otak.
Menurut
salah
seorang anggota
tim
peneliti Dr. Ka He, temuan
mereka
memberikan
indikasi
bahwa
memakan ikan
sekali
atau
lebih dalam
sebulan
dapat
mengurangi risiko
stroke penyumbatan
pembuluh
darah
pada pria.
Dalam
penelitian yang
dilakukan
terhadap 43.000
pria
berusia 40 hingga
75 tahun
itu,
diketahui pria yang
mengkonsumsi
ikan
satu hingga
tiga kali
sebulan
memiliki
risiko
terkena stroke
penyumbatan
pembuluh
darah 43
persen
lebih
rendah. Sedangkan
pria yang
mengkonsumsi
ikan paling
tidak lima kali
seminggu
hanya
sedikit lebih
terlindungi,
yaitu
dengan risiko 46
persen
lebih
rendah.
Tim ini
masih
belum dapat
memastikan
mengapa
mengkonsumsi
ikan, yang
kaya
akan rantai
panjang
asam
lemak tak
jenuh
ganda omega-3, dalam
jumlah
relatif
sedikit
dapat
menurunkan risiko
stroke. Meski
demikian,
asam
tak jenuh
ganda omega-3
kemungkinan
menimbulkan
beberapa
efek yang
berbeda
terhadap
tubuh.
Efek
tersebut termasuk
mengurangi
penebalan
pembuluh
darah yang
bisa
membentuk gumpalan
darah.
Gumpalan
darah
inilah yang menyebabkan
80 persen
terjadinya stroke.
Sebuah
penelitian
baru-baru
ini
juga menemukan
bahwa
wanita yang mengkonsumsi
setidaknya lima
sajian menu
ikan per
minggu
memiliki
risiko stroke 63
persen
lebih
rendah, dibanding
wanita yang
mengkonsumsi
kurang
dari
sekali dalam
sebulan.
Tim peneliti
mengambil
subjek
penelitian
dari
peserta sebuah
percobaan Health
Professional Follow-up Study. Para
peserta yang
tidak
memiliki penyakit
jantung
atau diabetes
diinstruksikan
untuk
mengisi kuesioner
rinci
tentang menu makan
mereka
sehari-hari.
Para pria
yang mengkonsumsi
ikan
cenderung tidak
memiliki
kebiasaan
merokok
atau
memiliki kelebihan
berat
badan. Mereka
umumnya
lebih
banyak melakukan
olah raga
dan
meminum suplemen
multivitamin. Selain
itu,
mereka juga
dilaporkan
memiliki
sejarah
tekanan
darah
tinggi dan
kolesterol
tinggi.
(nia/berbagai
sumber)