kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 23 Maret 2005

 Ekonomi


Menperin Jamin tak Ada PHK di Sampoerna
 

Surabaya (Bali Post) -
Penjualan saham Sampoerna ke Philip Morris dijamin tak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Sebab, Philip Morris sudah berjanji tidak akan melakukan PHK karena dasar pengambilalihan saham Putera Sampoerna itu karena memang perusahaan dan manajemennya bagus.

Penegasan itu dikemukakan Menteri Perindustrian (Menperin) Andung AN di sela-sela kunjungan kerjanya di pabrik rokok Sampoerna di Rungkut Industri Surabaya, Selasa (22/3) kemarin. Menteri Perindustrian Andung AN didampingi Managing Director PT HM Sampoerna Tbk. berkeliling meninjau anjungan pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) Dji Sam Soe.

Ia mengaku pimpinan Philip Morris sudah bertemu dengannya di Jakarta belum lama ini terkait pengambilalihan saham Sampoerna. ''Saat bertemu itulah, Philip Morris berjanji tidak akan melakukan PHK terhadap karyawan Sampoerna. Karena perusahaan dan manajemennya memang bagus,'' katanya.

Karena itu, katanya, Philip Morris berjanji pembelian saham Sampoerna senilai 2 milyar dolar tak akan berpengaruh pada manajemen dan buruh pabrik. Artinya, manajemen Philip Morris yang akan mengendalikan Sampoerna tidak akan melakukan PHK.     Saat meninjau anjungan pabrik SKT, Menteri Perindustrian menyempatkan diri bercakap-cakap dengan buruh linting rokok. Menteri Andung sempat merangkul dan menepuk bahu para buruh seakan memberi semangat untuk tetap bekerja seperti biasa dan jangan terpengaruh terhadap berita pengambilalihan saham Sampoerna.

Untuk pabrik SKT Dji Sam Soe di Rungkut I, Sampoerna memiliki 5.000 karyawan, pabrik di Rungkut II memiliki 7.000 karyawan, pabrik di Taman Sampoerna ada 3.400 karyawan dan pabrik di Malang ada 6.000 karyawan. (059)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)