Menperin Jamin tak Ada PHK di Sampoerna
Surabaya (Bali Post) -
Penjualan saham Sampoerna ke Philip Morris dijamin tak
akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Sebab,
Philip Morris sudah berjanji tidak akan melakukan PHK
karena dasar pengambilalihan saham Putera Sampoerna itu
karena memang perusahaan dan manajemennya bagus.
Penegasan itu dikemukakan Menteri Perindustrian (Menperin)
Andung AN di sela-sela kunjungan kerjanya di pabrik
rokok Sampoerna di Rungkut Industri Surabaya, Selasa
(22/3) kemarin. Menteri Perindustrian Andung AN
didampingi Managing Director PT HM Sampoerna Tbk.
berkeliling meninjau anjungan pabrik rokok Sigaret
Kretek Tangan (SKT) Dji Sam Soe.
Ia mengaku pimpinan Philip Morris sudah bertemu
dengannya di Jakarta belum lama ini terkait
pengambilalihan saham Sampoerna. ''Saat bertemu itulah,
Philip Morris berjanji tidak akan melakukan PHK terhadap
karyawan Sampoerna. Karena perusahaan dan manajemennya
memang bagus,'' katanya.
Karena itu, katanya, Philip Morris berjanji pembelian
saham Sampoerna senilai 2 milyar dolar tak akan
berpengaruh pada manajemen dan buruh pabrik. Artinya,
manajemen Philip Morris yang akan mengendalikan
Sampoerna tidak akan melakukan PHK.
Saat meninjau anjungan pabrik SKT, Menteri Perindustrian
menyempatkan diri bercakap-cakap dengan buruh linting
rokok. Menteri Andung sempat merangkul dan menepuk bahu
para buruh seakan memberi semangat untuk tetap bekerja
seperti biasa dan jangan terpengaruh terhadap berita
pengambilalihan saham Sampoerna.
Untuk pabrik SKT Dji Sam Soe di Rungkut I, Sampoerna
memiliki 5.000 karyawan, pabrik di Rungkut II memiliki
7.000 karyawan, pabrik di Taman Sampoerna ada 3.400
karyawan dan pabrik di Malang ada 6.000 karyawan.
(059)