Lanang
Rai
bakal Diperiksa
Diisukan
Dapat
Perlakuan Istimewa
di LP
...
Amlapura
(Bali Post) -
Terpidana
14 tahun, I
Gusti
Lanang Rai (26),
bakal
diperiksa
tim LP
Karangasem,
akibat
berkelahi dengan
para
napi di LP
setempat,
Jumat (18/3)
lalu.
Jika
terbukti
bersalah,
dia
bakal kena
sanksi
aturan di LP.
Namun,
Kepala LP
Karangasem I
Ketut Gaga
Witara,
Bc.,
IP. tak
mau
menjelaskan secara
rinci
bentuk sanksi yang
bakal
dikenakan kepada
Ketua PAC (non-aktif)
PDI-P Selat
itu.
Dia juga
tak mau
menjelaskan
kapan
pembunuh korban yang
Wakil
Ketua Ranting PDI-P Duda
Timur I
Komanag Sujendra
alias Amin alias
Romansa (30)
itu
bakal diperiksa
tim.
Gaga Witara
kemarin
baru mengakui
kalau
memang telah
ada
perkelahian antara
Napi di
LP yang dipimpinnya.
Perkelahian
itu
melibatkan Lanang
Rai dan
Gentos,
pembunuh asal
Kubu.
Gaga mengatakan
perkelahian
itu
terjadi sore hari,
di
lapangan voli.
Hal itu
dipicu
saling emosi,
akibat
omongan orang
saat main
voli,
seperti saling
ejek.
Dia
mengatakan
Lanang
Rai cuma
dikeroyok
lima
napi
lainnya.
Dia
juga
mengakui Lanang
Rai
memang sempat
dirawat
di UGD RSUD Karangasem,
guna
menjahit luka
di
kepalanya.
Selain
di
kepala, juga
ada
luka di
pelipisnya.
''Dia
banyak
mengeluarkan darah
akibat
luka di
kepalanya.
Bisa
jadi juga,
napi lain
cemburu
karena Lanang
Rai
bakal dijadikan
pemuka LP,''
ujar Gaga.
Dia
mengatakan
pihak LP
sempat
menawarkan untuk
dirawat
inap di RSUD
kalau
lukanya mengkhawatirkan.
Lanang
Rai
malah minta
pulang
ke LP.
Kini
dia
masih ditempatkan
di sel
isolasi,
terpisah
dengan
napi lainnya.
''Tak
benar
ada petugas LP
atau
sipir penjara yang
terluka
karena memisahkan
perkelahian
itu,''
kata Gaga.
Sumber
yang layak
di
percaya dari
sekitar LP
mengatakan
Lanang
Rai berkelahi
dengan
napi lain
karena
mabuk. Dia
lantas
menantang napi
lain
berkelahi, sehingga
dikeroyok.
Sumber
itu
juga mengatakan
Lanang
Rai di LP
mendapat
perlakuan
khusus,
seperti membawa HP.
Namun,
hal itu
dibantah Gaga.
Dia
mengatakan
tak
pernah melihat
atau
menemukan ayah dua
anak
asal Selat
itu
membawa HP atau
menenggak
miras.
''Petugas
LP seminggu
sekali
memeriksa keadaan
napi
dan ruangannya,
tak
pernah ada
laporan
kalau Lanang
Rai
membawa HP atau
miras,''
katanya.
Sementara
itu,
keluarga korban
Amin
dari Selat
seperti Lobar,
sangat
menyayangkan kalau
pembunuh
Amin
itu sampai
mendapat
perlakuan
khusus
di LP.
Seperti
pernah
diberitakan, Lanang
Rai
membunuh korban
Amin di
depan
rumah terpidana
di
Selat, tahun
lalu.
Saat itu,
korban
dan
lima
rekannya
hendak
minta sumbangan
untuk
pertandingan voli.
Lanang
Rai
emosi dan
membunuh
korban
dengan clurit.
Korban ayah
dua
anak itu pun
tewas
mengenaskan
dengan
usus terburai.
(013)