kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 23 Maret 2005

 Bali


Lanang
Rai bakal Diperiksa
Diisukan
Dapat Perlakuan Istimewa di LP  ... 

Amlapura (Bali Post) -
Terpidana
14 tahun, I Gusti Lanang Rai (26), bakal diperiksa tim LP Karangasem, akibat berkelahi dengan para napi di LP setempat, Jumat (18/3) lalu. Jika terbukti bersalah, dia bakal kena sanksi aturan di LP.

Namun, Kepala LP Karangasem I Ketut Gaga Witara, Bc., IP. tak mau menjelaskan secara rinci bentuk sanksi yang bakal dikenakan kepada Ketua PAC (non-aktif) PDI-P Selat itu. Dia juga tak mau menjelaskan kapan pembunuh korban yang Wakil Ketua Ranting PDI-P Duda Timur I Komanag Sujendra alias Amin alias Romansa (30) itu bakal diperiksa tim.

Gaga Witara kemarin baru mengakui kalau memang telah ada perkelahian antara Napi di LP yang dipimpinnya. Perkelahian itu melibatkan Lanang Rai dan Gentos, pembunuh asal Kubu. Gaga mengatakan perkelahian itu terjadi sore hari, di lapangan voli. Hal itu dipicu saling emosi, akibat omongan orang saat main voli, seperti saling ejek.

Dia mengatakan Lanang Rai cuma dikeroyok lima napi lainnya. Dia juga mengakui Lanang Rai memang sempat dirawat di UGD RSUD Karangasem, guna menjahit luka di kepalanya. Selain di kepala, juga ada luka di pelipisnya. ''Dia banyak mengeluarkan darah akibat luka di kepalanya. Bisa jadi juga, napi lain cemburu karena Lanang Rai bakal dijadikan pemuka LP,'' ujar Gaga.

Dia mengatakan pihak LP sempat menawarkan untuk dirawat inap di RSUD kalau lukanya mengkhawatirkan. Lanang Rai malah minta pulang ke LP. Kini dia masih ditempatkan di sel isolasi, terpisah dengan napi lainnya. ''Tak benar ada petugas LP atau sipir penjara yang terluka karena memisahkan perkelahian itu,'' kata Gaga.

Sumber yang layak di percaya dari sekitar LP mengatakan Lanang Rai berkelahi dengan napi lain karena mabuk. Dia lantas menantang napi lain berkelahi, sehingga dikeroyok. Sumber itu juga mengatakan Lanang Rai di LP mendapat perlakuan khusus, seperti membawa HP.

Namun, hal itu dibantah Gaga. Dia mengatakan tak pernah melihat atau menemukan ayah dua anak asal Selat itu membawa HP atau menenggak miras. ''Petugas LP seminggu sekali memeriksa keadaan napi dan ruangannya, tak pernah ada laporan kalau Lanang Rai membawa HP atau miras,'' katanya.

Sementara itu, keluarga korban Amin dari Selat seperti Lobar, sangat menyayangkan kalau pembunuh Amin itu sampai mendapat perlakuan khusus di LP.

Seperti pernah diberitakan, Lanang Rai membunuh korban Amin di depan rumah terpidana di Selat, tahun lalu. Saat itu, korban dan lima rekannya hendak minta sumbangan untuk pertandingan voli. Lanang Rai emosi dan membunuh korban dengan clurit. Korban ayah dua anak itu pun tewas mengenaskan dengan usus terburai. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)