Dari Kampanye Minum Susu --
Susu Bisa Menetralisir Racun
MASYARAKAT
Indonesia masih banyak yang belum memasukkan minum susu
sebagai kebiasaan. Jumlah susu yang dikonsumsi di
Indonesia hanya berkisar 7 liter/kapita per tahun. Angka
ini relatif kecil dibandingkan di Malaysia yang mencapai
20 liter/kapita per tahun. Terlebih di Amerika yang
sampai 200 liter/kapita per tahunnya. Untuk di Bali
sendiri belum pernah dilakukan survai mengenai perilaku
mengkonsumsi susu. Tetapi memang susu bagi sebagian
masyarakat masih dianggap sebagai makanan mewah.
Hal tersebut dikatakan pakar gizi dari Unud Dr. I Gde
Ngurah Indraguna Pinatih, M.D., M.Sc., Selasa (22/3)
kemarin dalam seminar Kampanye Minum Susu di Kantor Wali
Kota Denpasar. Acara ini diadakan PT Tetra Pak
Indonesia, perusahaan bidang pemrosesan dan pengemasan
pangan. Hadir pula dalam acara tersebut, Communications
Manager PT Tetra Pak, Lenny Pratidina dan Ricky
Soebagdja sebagai duta Kampanye Minum Susu.
Lebih lanjut dijelaskan, susu dapat menetralisir racun
yang masuk dalam tubuh. Pasalnya susu bisa menetralisir
asam. Racun yang bersifat asam misalnya air keras bila
terminum dan masuk dalam tubuh bisa ternetralisir.
Itulah sebabnya bila ada orang keracunan harus minum
susu sebanyak-banyaknya. Tetapi bila minum obat tidak
boleh sambil minum susu. "Ada obat tertentu yang
memerlukan keasaman lambung. Sementara susu yang
menetralisir asam lambung bisa mengakibatkan obat tidak
pecah dan tidak bisa diserap," imbuh Indraguna.
Ditambahkan, secara kesehatan susu tawar lebih baik
daripada susu berasa. Banyak beredar di pasaran susu
kemasan dengan rasa cokelat, strawberry dan sebagainya.
"Kandungan cokelat dalam susu bisa menyebabkan alergi
bagi orang tertentu, rasa manis dan gula dapat
berpengaruh pula pada kesehatan gigi," ujarnya. Tetapi
susu yang mempunyai rasa ini baik untuk menarik minat
awal anak-anak meminum susu.
Susu bisa dijadikan makanan tambahan atau pengganti
karena kelengkapan zat yang dikandungnya. Komposisi susu
terdiri atas protein, vitamin A, D, E, K, B12,
karbohidrat, kalsium, lemak (jenuh dan tak jenuh), besi,
zinc dan sebagainya. Susu diperlukan untuk semua
golongan usia. Bayi berusia 0-6 bulan memerlukan susu
untuk pertumbuhan. Pada usia tersebut bayi belum bisa
menyerap makanan lain sehingga sangat disarankan
memberikan ASI eksklusif. Sementara anak usia 2 tahun (pra-sekolah)
perlu minum susu sebagai sumber protein, kalsium dan
nutrient lainnya karena anak umumnya belum mampu
mengunyah dengan baik. Mereka cukup minum susu 2-3 gelas
per hari. Anak usia SD memerlukan susu sebagai makanan
pelengkap dan sumber kalsium untuk kebutuhan tulang.
Takaran minum susu tergantung jenis aktivitas yang
dilakukan, umur, jenis kelamin, berat badan ideal dan
sebagainya. Bagi remaja takaran minum susu secara umum
150 cc (1-2 gelas) per hari. Orang dewasa bahkan sampai
orang tua juga tetap perlu minum susu untuk menunjang
aktivitas. Orang tua bahkan perlu kalsium lebih banyak
karena hormon dan kemampuan mengunyah sudah jauh
berkurang.
Adanya anggapan susu menyebabkan gemuk ternyata tidak
benar. Minum susu justru bisa menjaga badan tetap
langsing. Penyebab kegemukan salah satunya mengkonsumsi
makanan lain selain susu. "Dalam banyak kasus, orang
yang gemuk justru jarang minum susu tetapi minum yang
lainnya," ungkap Indraguna.
Disinggung mengenai mahalnya harga kebutuhan pokok,
termasuk susu sehingga daya beli masyarakat rendah,
Lenny menyebutkan itu tergantung prioritas orang. Bila
menyadari manfaat susu untuk kesehatan tentu akan jadi
pertimbangan mengkonsumsi susu tiap hari. Ricky
Soebagdja juga mengungkapkan kebiasaannya minum susu
sejak kecil yang akhirnya menjadi kebiasaan hingga
sekarang. Atlet bulu tangkis ini sangat merasakan
manfaat mengkonsumsi susu.
Kampanye minum susu ini diadakan pertama kali di
Denpasar. Selanjutnya giliran lima kota lainnya seperti
Semarang, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Bandung.
Kampanye minum susu akan dilanjutkan dengan
penyelenggaraan Kejurnas Bulu Tangkis Anak-anak, 24-27
Maret mendatang di Denpasar. (ari)