kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 1 Maret 2005

 Surat Pembaca

 

Mencabut Subsidi BBM  

Istilah yang paling dimengerti rakyat jelata ialah menggunakan istilah ''bensin'' ketimbang bahan bakar minyak atau BBM. Menaikkan harga bensin premium telah membuat rakyat ketakutan kenaikan itu akan berimbas seperti efek domino, pasti diikuti oleh semua kenaikan harga-harga bahan pokok, bahan bangunan, pakaian, transportasi, perumahan dan lain-lain.

Sebagian rakyat jelata menginginkan pemerintah lebih jelas memberikan argumentasi secara transparan berapa sebenarnya ongkos yang ditimbulkan untuk mendapatkan minyak mentah yang ada di bawah, disedot sampai ke atas permukaan bumi. Mulai dari biaya penyedotan, proses pengilangan minyak mentah sampai menjadi bensin dan biaya pengangkutan sampai ke pompa-pompa bensin. Komponen-komponen biaya tersebut dijumlah lalu akan menghasilkan beban biaya yang muncul per barelnya (1 barrel = 159 liter).

Sekitar 92% dari minyak mentah kita disedot oleh kontraktor asing dengan perjanjian bagi hasil di mana pemerintah diwakili oleh pihak Pertamina dengan perbandingan 85% untuk bangsa Indonesia dan 15% untuk kontraktor asing. Yang menjadi keinginan rakyat jelata adalah, hendaknya pemerintah melakukan audit terlebih dulu terhadap Pertamina sebelum menaikkan harga bensin. Hal ini mengingat selama ini kinerja Pertamina kurang memuaskan masyarakat.

Kurang bijak rasanya jika kenaikan harga bensin awal Maret ini dipicu oleh pemikiran bahwa bensin premium berharga Rp 1.810 per liter terlampau murah jika dibandingkan dengan harga satu botol Coca-Cola di restoran Rp 10.000, bukan berarti ini bisa dinaikkan semuanya walaupun pantas. Yang menjadi persoalan adalah, apakah seluruh rakyat Indonesia memang membutuhkan Coca-Cola? Apakah karena Coca-Cola lebih mahal, maka bensin premium begitu saja dinaikkan padahal seluruh rakyat membutuhkan bensin premium ini ketimbang Coca-Cola. Apakah kenaikan harga Coca-Cola menyebabkan efek domino diikuti oleh kenaikan harga-harga sembako?

Ini adalah sebuah contoh. Masyarakat ingin tahu alasan jujur pemerintah menaikkan harga BBM, sebab era ini adalah era pemerintahan rakyat, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dan mereka berhak menanyakan minyak mentah di Bumi Pertiwi tercinta.  

Drs. Nyoman Kandia
Br. Batanancak, Desa Mas, Ubud, Gianyar

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)