kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 1 Maret 2005

 Pariwisata


Rakor
Tampaksiring Lahirkan Tujuh Rekomendasi  

Denpasar ( Bali Post) -
Rapat Koordinasi kebudayaan dan pariwisata yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Tampaksiring melahirkan tujuh rekomendasi.
Rekomendasi dimaksud nantinya akan dijabarkan untuk selanjutnya dilaksanakan oleh berbagai instansi pemerintah, swasta dan pihak terkait dalam upaya memajukan pariwisata nasional serta memperteguh karekter bangsa melalui kebudayaan.

Demikian diungkapkan Meneg Budpar Jero Wacik dalam jumpa pers di ruang VIP II Bandara Ngurah Rai Denpasar, Senin (28/2) kemarin. Saat memberikan keterangan kepada para wartawan Jero Wacik didampingi Kadiparda Bali Gede Nurjaya. Menurut Wacik, hal ini merupakan penjelasan tambahan yang tercecer dalam penjelasan sebelumnya kepada wartawan di Tampaksiring.

Ketujuh rekomendasi dimaksud, pertama, kampanye budaya positif akan dilakukan semua jajaran pemerintahan khususnya Kementerian Budpar. Setiap tahun akan dilakukan survai, seberapa besar masyarakat Indonesia yang berpikiran positif. Kedua, mengangkat harkat bangsa melalui pembuatan film kolosal. Misalnya tentang Borobudur yang didirikan pada abad ke-8. Bagaimana sampai karya monumental itu bisa dikaryakan nenek moyang kita.

Ketiga, menawarkan kepada industri film dunia agar Indonesia dijadikan lokasi shooting film yang beredar secara internasional. Wacik menunjuk Sumba dan Sumbaya dengan sabana dan kudanya bisa dijadikan lokasi film bertema coboy. Keempat, merealisasikan pusat kebudayaan nasional yang saat ini belum ada yang representatif. Untuk bisa mewujudkan ini, tentunya ekonomi masyarakat Indonesia juga perlu dikembangkan.

Kelima, mengejar target kunjungan wisman 6 juta orang dengan proyeksi perolehan devisa 6 milyar dolar AS. Secara bertahap juga diupayakan agar pada 2009 nanti dicapai target 10 juta wisman. Untuk menyokong pencapaian target, secara bertahap biaya promosi juga ditingkatkan. Untuk tahun ini pihaknya mengusulkan 18 juta dolar AS. Kemungkinan besar DPR-RI akan menyetujui separuh dari jumlah itu. Kendati masih terbilang kecil, dana promosi ini akan dimanfaatkan seefisien mungkin.

Keenam, meningkatkan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dari 204 juta tahun 2004 menjadi 212 juta tahun 2005, dengan diproyeksi belanja Rp 106 trilyun. Berkaitan dengan target ini, pemerintah tidak begitu saja membebaskan fiskal ke luar negeri. Dalam konsep Menneg Budpar, warga Indonesia yang bermaksud berwisata ke luar negeri tetap akan dikenakan fiskal kendati nanti misalnya fiskal pebergian ke luar negeri benar-benar dihapus.

Ketujuh, revitalisasi pengembangan pariwisata di luar Bali dan Jawa. Selama ini pengembangan pariwisata banyak terpusat di Jawa dan lebih khusus lagi di Bali sebagai ikon pariwisata nasional. Pengembangan pariwisata di luar Bali ini akan diikuti dengan pembangunan infrastruktur serta meningkatkan aksesibilitas ke destinasi-destinasi di luar Jawa. "Perlu dicatat bahwa rapat di Tampaksiring dengan ketujuh rekondasi tadi baru merupakan awal. Semua ini akan segera dilakukan dengan tindakan-tindakan. Namun, pemerintah tak bisa berjalan sendiri. Perlu ada dukungan dan sokongan dari masyarakat," papar Jero Wacik. (056)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)