kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 1 Maret 2005

 Politik


Hasil Silatnas Ditolak DPP, Konflik PPP Makin Terbuka
 

Jakarta (Bali Post)- 
Konflik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) makin terbuka. Partai berlambang Ka'bah ini bahkan terancam berantakan. Kubu Pengurus Harian Pusat (PHP) PPP menolak rekomendasi hasil silaturahmi nasional (silatnas) yang menginginkan percepatan muktamar. Sementara, kubu penggagas silatnas mengancam akan menggelar muktamar luar biasa.

Wakil Ketua PHP PPP Ali Marwan Hanan menyatakan, silatnas itu tidak konstitusional. "Sehingga, hasilnya pun tidak konstitusional. Apa mungkin, PHP menerima usulan dari kegiatan inkonstitusional. Apalagi hasilnya bertentangan dengan AD/ART partai," tegas Ali Marwan Hanan di kantornya, di Jalan Diponegoro, Senin (28/2) kemarin. 

Ali Marwan tegas-tegas menolak seluruh hasil dan rekomendasi silatnas. Kendati, penggagas acara itu juga salah satu ketua PHP, yakni Zarkasih Noer dan Suryadharma Ali. Bagi Ali Marwan, kelompok silatnas itu berupaya ingin mendongkel kepengurusan PHP sekarang ini.

"Sebab, kalau hanya ingin mengganti Pak Hamzah, tentu usulannya tidak demikian. Sebab, Pak Hamzah sudah menjabat dua kali sehingga tidak mungkin akan mencalonkan diri kembali dalam muktamar nanti," terang Ali Marwan. 

PHP PPP tidak akan membahas hasil silatnas bahkan tidak  perlu membahas. Usulan muktamar dipercepat itu selain menyalahi AD/ART juga tidak konsisten terhadap keputusan Muktamar V yang digelar 2003 lalu.

Dalam Keputusan Muktamar No 3B Tahun 2003 disebutkan,   muktamar tetap akan digelar pada 1-4 Janurai 2007. Sebelum muktamar di tingkat pusat digelar, musyawarah di tingkat ranting sudah digelar bulan Januari 2005 yang lalu. Selanjutnya, secara bertahap diikuti musyawarah tingkat cabang, akhir tahun ini, wilayah tahun 2006, dan di tingkat pusat tahun 2007. 

"Prosesnya sudah buttom up, dari bawah ke atas. Dan, konsolidasi partai sudah dilakukan mulai sekarang ini untuk menghadapi pemilu 2009, bukan menunggu tahun 2007. Tahun 2007 itu, PPP sudah siap menyongsong pemilu," demikian Ali Marwan, mantan Menteri Koperasi dan UKM itu. 

Jika muktamar dipercepat, justru aturan mainnya menjadi tidak keruan alias diacak-acak. Ketidakkonsistenan itu menimbulkan partai bubar. "Kita sudah sepakat dengan aturan main di PPP, ya berarti harus konsisten menjalankannya. Jangan menyimpanag, termasuk dengan meminta percepatan muktamar," tuturnya.

Ali bahkan menunjukkan, sebenarnya, muktamar 2007 itu udah dipercepat. Sebab, dalam aturan yang sebenarnya, muktamar  baru dilakukan 2008.  

Sanksi 

Ali Marwan menegaskan, PHP akan mengambil sikap tegas terhadap seluruh  kader yang mengikuti silatnas tersebut. "Mereka akan diberi sanksi," tuturnya. Namun, apa bentuknya, Ali Marwan belum berani memberikan kata pasti. "Sanksi akan diberikan sesuai prosedur partai," akunya. 

Mengenai silatnas itu disusupi kepentingan pemerintah, Ali Marwan Hanan tidak berani berpskulasi. Dia menganggap, terlalu berani mengambil risiko bila Suryadharma Ali, Bachtiar Chamsyah, dan Usamah Hisyam merupakan 'boneka' Presiden Yudhoyono. "Saya belum percaya. Itu terlalu berisiko terhadap masa depan partai," ungkapnya. (kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)