Hasil Silatnas Ditolak DPP, Konflik PPP Makin Terbuka
Jakarta
(Bali Post)-
Konflik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
makin terbuka. Partai berlambang Ka'bah ini bahkan
terancam berantakan. Kubu Pengurus Harian Pusat (PHP)
PPP menolak rekomendasi hasil silaturahmi nasional (silatnas)
yang menginginkan percepatan muktamar. Sementara, kubu
penggagas silatnas mengancam akan menggelar muktamar
luar biasa.
Wakil
Ketua PHP PPP Ali Marwan Hanan menyatakan, silatnas itu
tidak konstitusional. "Sehingga, hasilnya pun tidak
konstitusional. Apa mungkin, PHP menerima usulan dari
kegiatan inkonstitusional. Apalagi hasilnya bertentangan
dengan AD/ART partai," tegas Ali Marwan Hanan di
kantornya, di Jalan Diponegoro, Senin (28/2) kemarin.
Ali
Marwan tegas-tegas menolak seluruh hasil dan rekomendasi
silatnas. Kendati, penggagas acara itu juga salah satu
ketua PHP, yakni Zarkasih Noer dan Suryadharma Ali. Bagi
Ali Marwan, kelompok silatnas itu berupaya ingin
mendongkel kepengurusan PHP sekarang ini.
"Sebab,
kalau hanya ingin mengganti Pak Hamzah, tentu usulannya
tidak demikian. Sebab, Pak Hamzah sudah menjabat dua
kali sehingga tidak mungkin akan mencalonkan diri
kembali dalam muktamar nanti," terang Ali Marwan.
PHP
PPP tidak akan membahas hasil silatnas bahkan tidak
perlu membahas. Usulan muktamar dipercepat itu
selain menyalahi AD/ART juga tidak konsisten terhadap
keputusan Muktamar V yang digelar 2003 lalu.
Dalam
Keputusan Muktamar No 3B Tahun 2003 disebutkan,
muktamar tetap akan digelar pada 1-4 Janurai
2007. Sebelum muktamar di tingkat pusat digelar,
musyawarah di tingkat ranting sudah digelar bulan
Januari 2005 yang lalu. Selanjutnya, secara bertahap
diikuti musyawarah tingkat cabang, akhir tahun ini,
wilayah tahun 2006, dan di tingkat pusat tahun 2007.
"Prosesnya
sudah buttom up, dari bawah ke atas. Dan, konsolidasi
partai sudah dilakukan mulai sekarang ini untuk
menghadapi pemilu 2009, bukan menunggu tahun 2007. Tahun
2007 itu, PPP sudah siap menyongsong pemilu,"
demikian Ali Marwan, mantan Menteri Koperasi dan UKM itu.
Jika
muktamar dipercepat, justru aturan mainnya menjadi tidak
keruan alias diacak-acak. Ketidakkonsistenan itu
menimbulkan partai bubar. "Kita sudah sepakat
dengan aturan main di PPP, ya berarti harus konsisten
menjalankannya. Jangan menyimpanag, termasuk dengan
meminta percepatan muktamar," tuturnya.
Ali
bahkan menunjukkan, sebenarnya, muktamar 2007 itu udah
dipercepat. Sebab, dalam aturan yang sebenarnya,
muktamar baru
dilakukan 2008.
Sanksi
Ali
Marwan menegaskan, PHP akan mengambil sikap tegas
terhadap seluruh kader
yang mengikuti silatnas tersebut. "Mereka akan
diberi sanksi," tuturnya. Namun, apa bentuknya, Ali
Marwan belum berani memberikan kata pasti. "Sanksi
akan diberikan sesuai prosedur partai," akunya.
Mengenai
silatnas itu disusupi kepentingan pemerintah, Ali Marwan
Hanan tidak berani berpskulasi. Dia menganggap, terlalu
berani mengambil risiko bila Suryadharma Ali, Bachtiar
Chamsyah, dan Usamah Hisyam merupakan 'boneka' Presiden
Yudhoyono. "Saya belum percaya. Itu terlalu
berisiko terhadap masa depan partai," ungkapnya. (kmb7)