kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 1 Maret 2005

 Bali


Minum
Obat Nyamuk Cair--
Dokter
''Aborsi'' Itu Coba Bunuh Diri  

Polda Bali geger! Tersangka kasus aborsi, Ketut Arik Wiantara, SKG mencoba bunuh diri dengan menenggak minuman bercampur obat nyamuk cair, Senin (28/2) kemarin pukul 11.25 wita. Petugas jaga menemukan dokter gigi yang sudah membunuh ratusan janin itu roboh, sebelum dilarikan ke RS Trijata. Kenapa ada obat berbahaya bisa masuk ke ruang tahanan?  

--------------

TIGA ruang tahanan Mapolda Bali -- satu untuk wanita dan dua sel pria -- sedang ramai penghuni. Tersangka kasus narkoba saja lebih dari 10 orang, di samping penipu dan tahanan kasus aborsi. Arik Wiantara berada satu sel dengan Pande Darmawan, sang asisten dokter aborsi, yang buka praktik di Jalan Tukad Petanu, Gang Gelatik No.5 Panjer, Denpasar.

Pengawalan para tahanan Senin (28/2) kemarin berjalan seperti biasa. Satu regu prajurit Polri bersenjata lengkap berjaga di pintu depan, sementara yang lain di blok tengah. Beberapa tahanan dibawa ke ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Arik dkk. (kelompok tersangka aborsi-red) tidak punya jadwal memberi keterangan. Penyidik kasus aborsi memang tengah merampungkan BAP ketiga tersangka, setelah minta keterangan 28 saksi, termasuk sembilan korban.

Arik sejak dijebloskan ke sel Polda Bali, 2 Februari 2005, memang menderita beban mental amat berat. Tersangka mengalami stres berat, bahkan beberapa kali pingsan saat menjalani pemeriksaan. Seminggu setelah ditangkap polisi, dokter gigi yang gemar memelihara anjing besar itu sempat tak sadarkan diri dan dilarikan ke RS Trijata. Ketika mengikuti rekonstruksi, Arik malah tiga kali roboh alias pingsan.

Rasa putus asa menjalani kehidupan di ruang tahanan, rupanya terus menghantui pikiran tersangka. Sumber di Polda Bali menyatakan, Arik lebih banyak melamun dan kadang-kadang menangis di dalam sel. Dokter gigi jebolan Universitas Mahasaraswati itu termasuk tahanan paling pendiam, dan baik hati pada tersangka lain. ''Arik sangat sopan dan kooperatif terhadap penyidik. Sayang, dia belum bisa menerima kenyataan dengan pasrah,'' katanya.

Kelakuan si dokter aborsi kembali membuat sensasi. Kali ini, Polda Bali dibuat geger lantaran Arik tiba-tiba lemas dan roboh. Petugas piket di sel Polda Bali kontan terkejut, dan langsung melarikan tersangka ke RS Trijata. Polisi menemukan kaleng minuman dan kemasan obat nyamuk cair. Dugaan sementara, Arik telah mencoba bunuh diri dengan menenggak minuman bercampur obat nyamuk cair. Lantas, siapa yang membawa obat berbahaya ke ruang tahanan?

Informasi yang dihimpun Bali Post, para tersangka memang tak dilarang membawa obat nyamuk untuk melindungi diri saat tidur. Minuman pelepas dahaga juga boleh, tentu petugas tak menyangka bakal membahayakan nyawa tahanan. Obat nyamuk di dalam sel masih relatif wajar, dibandingkan tersangka bebas membawa HP seperti yang dilakukan Aryana Sary ketika menghuni ruang tahanan Provos Polda Bali.

Sesuai catatan di RS Trijata, Arik Wiantara masuk UGD RS Polda Bali, Senin kemarin pukul 12.15. Setelah mendapat perawatan medis, tersangka kasus aborsi itu dipindah ke kamar isolasi tengah. Hingga pukul 22.00, masih tampak tiga pria menjaga Arik di ruang tunggu. Sementara keluarga tersangka tampak sedih dan terpukul atas kejadian itu. Pihak RS Trijata menolak memberi keterangan, sampai sejauh mana dampak minuman bercampur obat nyamuk cair yang ditenggak Arik. (jep)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)