150 Juta
Rakyat
Perlu Obat
Murah
Selaku
Ketua Helping Hands
Foundation saya
pernah
menulis mengenai 150
juta
rakyat yang memerlukan
obat-obat
murah (generik)
melalui
beberapa surat
kepada
Bapak Presiden (ketika
itu)
Abdurahman Wahid dan
Presiden
Habibie,
dan
juga menulis
surat
kepada Presiden
Megawati serta
Bapak
Jusuf Kalla (waktu
itu
selaku Menko
Kesra),
Menteri Kesehatan,
tetapi
tidak ada
reaksi
nyata.
Saya
mengusulkan
kepada
Presiden Susilo
Bambang
Yudhoyono agar memperhatikan
secara
mendalam soal
obat-obat
generik,
melakukan
proteksi
tidak
langsung mengenai
hal ini.
Kalau
membuat
obat palsu
tentu
kita salah,
tetapi
membuat obat
generik
secara resmi
tidak
salah.
Perusahaan
farmasi yang
memproduksi Branded Medicine
harusnya
tidak
keberatan.
Menurut
survai Helping Hands
Foundation rakyat Indonesia
masih
memerlukan obat-obat
generik, 60 %
rakyat
tidak mampu
membeli
obat branded, bahkan
survai
menunjukkan 35% rakyat
tidak
sanggup pergi
berobat
ke puskesmas.
Apa
salahnya
membuka
pintu investor lebar-lebar
untuk
membuat obat
generik
tanpa ada
syarat-syarat.
Rakyat
perlu
perhatian Bapak
Presiden
dalam
hal ini,
khususnya
untuk
penyediaan obat
generik
dan pengobatan gratis
di
puskesmas-puskesmas.
Perlu
diketahui,
ada
banyak halangan
bagi investor yang
berniat
berinvestasi di
Indonesia.
Pintu
ini
kita harus
dobrak
dan buka
seluas-luasnya
kepada investor.
Ini
juga
saya usulkan
kepada
Komisi DPR RI untuk
meninjau
ke
bawah berapa
orang
memerlukan perhatian
khusus
dalam penyediaan
obat
generik dan
pemeriksaan gratis
di
puskesmas-puskesmas.
Jaikishin
I. Mirchandani
Pintu
Air IV No.28 A Jakarta