kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 28 Pebruari 2005

 Politik


Terkait
Insiden Surabaya, DPP PDIP Rapat Khusus  

Jakarta (Bali Post)-      
Dewan
Pimpinan Pusat PDI Perjuangan segera menggelar rapat khusus terkait insiden kericuhan di Surabaya. Rapat ini digelar guna menarik akar masalah dan sekaligus menyelesaikan persoalan dari sisi organisasi. Demikian penjelasan Wasekjen PDIP Jacobus Mayong Padang di Jakarta, Minggu (27/2) kemarin.

''Kami sangat prihatin melihat insiden di Surabaya itu. Peristiwa yang terjadi karena komunikasi yang terputus sehingga terjadi kesalahpahaman," tegas Jacob mengurai   terjadinya insiden tersebut. 

Di Surabaya, akhir pekan lalu, Sukowaluyo Mintorahardjo bersama Postdam Hutasoit dengan menggandeng kader PDIP di Surabaya menggelar Gerakan Pembaruan PDIP. Direncanakan acara tersebut dihadiri Guruh Soekarnoputra. Guruh akan dikukuhkan sebagai salah satu calon alternatif ketua umum PDIP, selain Mega.

Namun, saat acara berlangsung, sejumlah kader pendukung Mega meminta acara dibubarkan. Bahkan, Sukowaluyo sempat diludahi. Akibat kasus  ini, Guruh batal tampil. Sukowaluyo sendiri mengancam akan melaporkan kasus tersebut ke polisiJacobus menilai, kasus tersebut lebih bermuara pada kasus  perebutan kekuasaan, kedudukan

Ia mengatakan, elemen-elemen partai lebih mempertahankan kedudukan bukan esensi perjuangan partai. Dia melihatsebaiknya kasus itu diselesaikan secara baik-baik. Kedua pihak diminta duduk kembali dan membicarakan akar persoalannya. Bahwa gerakan itu hadir bukan semata-mata untuk mendongkel Megawati. ''Sementara orang yang mengaku mencintai Mega memahami gerakan itu sebagai usaha mendongkel Mega," katanya. 

Perbedaan pendapat itu sesuatu yang wajar dalam demokrasi.  Jacob melihat, kesalahpahaman itu akibat partai tidak  mengelola organisasi ini dengan baik. PDIP lebih memanjakan kultur kader sehingga menyebabkan terjadinya kultus  terhadap individu.

Padahal, ke depan, seharusnya, kader itu harus bisa menyeimbangkan antara mencintai personal dengan partainya. Dengan begitu, partai akan tetap berdiri tegak meski personalnya sudah tidak ada. ''PDIP memang tidak efeksi melakukan pembinaan kaderisasi,'' terangnya. 

Selain hal-hal tersebut, Jacobus berpandangan, insiden di Surabaya itu terjadi karena banyaknya kelompok Nasiomanis (Nasionalis, pragmatis, dan oportunis). Kelompok ini hampir menguasai PDIP sekarang ini. Akibatnya, perjuangan partai menjadi terdistorsi.

Kelompok lainnya, yaitu Nasinalis (nasionalis, ideologis) terpinggirkan. ''Makanya, saya melihat, kongres PDIP di Bali nanti harus bisa mengembalikan ruh dan karakter PDIP," tuturnya. 

Sementara itu, orang dekat Megawati, Pramono Anung enggan memberikan komentar atas peristiwa ini.  Katanya, sudah banyak penolakan atas gerakan pembaruan tersebut di sejumlah daerah, seperti Bandung dan Jatim. Tetapi,  ''Mereka masih tetap berani,'' katanya.  

Sukowaluyo Mintorahardjo mematikan teleponnya ketika dimintai rencana memidanakan sejumlah kader PDIP Surabaya yang mengacaukan acara tersebut. (kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)